kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Industri Manajer Investasi Dinilai Masih Menarik untuk Lakukan Akuisisi


Senin, 21 Oktober 2024 / 19:58 WIB
Industri Manajer Investasi Dinilai Masih Menarik untuk Lakukan Akuisisi
ILUSTRASI. M Renny Raharja;Executive Vice President PT Schroders Schroder Investment Management Indonesia


Reporter: Nadya Zahira | Editor: Noverius Laoli

Selain itu, Guntur bilang, inovasi produk dan teknologi dalam sektor ini bisa menjadi pendorong pertumbuhan yang baru.

Ditambah, Guntur mengungkapkan bahwa bisnis MI masih cukup bertumbuh positif, walaupun dalam beberapa tahun terakhir ini industri manajer investasi juga mengalami beberapa tantangan tersendiri dengan berubahnya landscape berinvestasi di Indonesia. 

“Adanya alternatif instrumen seperti SRBI, Aset Digital dan juga faktor-faktor seperti pengetatan peraturan OJK tentu membuat pelaku pasar menyesuaikan dengan kondisi regulasi terbaru,” kata dia. 

Baca Juga: Presdir BNP Paribas AM Maya Kamdani Andalkan Reksadana Untuk Kebutuhan Finansial

Di samping itu, Guntur menilai, meskipun ada pandangan bahwa aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terlalu berlebihan dan ketat untuk industri MI, namun secara umum aturan ini dirancang untuk melindungi investor dan memastikan transparansi serta akuntabilitas dalam bisnis ini. 

“Jadi, meskipun terdengar berlebihan, tujuannya adalah untuk kebaikan industri secara jangka panjang,” tandanya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×