Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Indeks Nasdaq yang didominasi saham teknologi memimpin penguatan Wall Street, setelah hasil kinerja kuartalan dari SpaceX dan Super Micro Computer meningkatkan minat investor terhadap saham-saham yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI). Di sisi lain, pelemahan pada saham sektor layanan komunikasi membatasi kenaikan indeks.
Rabu (21/10/2026), Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 360,21 poin atau 0,69% menjadi 52.856,09, indeks S&P 500 menguat 44,60 poin atau 0,58% ke 7.757,17 dan indeks Nasdaq Composite melonjak 278,04 poin atau 1,05% menjadi 26.702,86.
Di sektor teknologi, salah satu segmen dengan kinerja terkuat adalah industri cip, yang tercermin dari kenaikan 2% pada indeks Philadelphia Semiconductor—sebuah indeks yang sempat mengalami volatilitas tinggi bulan ini, termasuk penurunan selama delapan sesi berturut-turut.
Baca Juga: Prima Globalindo (PPGL) Siapkan 514,12 Juta Saham Bonus, Simak Jadwal Pembagiannya
Pada sesi ini, saham SpaceX ditutup naik 7,8% setelah perusahaan roket dan teknologi luar angkasa milik Elon Musk tersebut mencatatkan laba pertamanya sebagai perusahaan publik. Menyusul laporan tersebut, Musk menyatakan bahwa merger antara SpaceX dan Tesla akan menjadi "ide yang bagus," yang turut mendorong kenaikan saham Tesla.
Sementara itu, saham Super Micro melonjak 9,6% dan menjadi salah satu saham dengan kenaikan tertinggi di indeks S&P 500. Produsen server untuk kebutuhan AI ini memproyeksikan pendapatan dan margin laba kuartalan di atas estimasi Wall Street, yang mengindikasikan bahwa permintaan untuk AI tetap kuat. Laporan ini juga memberikan sentimen positif bagi perusahaan sejenis, yakni HPE yang naik 3,7% dan Dell yang naik 5,3%.
Laporan-laporan tersebut memberikan kepastian bagi para investor yang sebelumnya khawatir mengenai keberlanjutan pengeluaran besar-besaran untuk pengembangan AI serta profitabilitasnya. Pekan lalu, sektor teknologi sempat tertekan akibat aksi jual pada saham-saham yang terkait dengan AI, dengan operator pusat data CoreWeave menjadi salah satu yang paling terdampak.
Menurut Angelo Kourkafas, ahli strategi global senior di Edward Jones, berita mengenai SpaceX—ditambah dengan sentimen dari Super Micro—"meredam sebagian kekhawatiran investor" terkait AI.
Kourkafas menambahkan, laporan-laporan tersebut tidak akan "menjawab semua pertanyaan investor mengenai imbal hasil dari investasi di bidang kecerdasan buatan (AI), namun ini merupakan langkah awal yang baik."
Baca Juga: IHSG Lanjut Menguat ke 5.328, Cermati Saham Net Buy Terbesar Asing, Rabu (21/10)
Hasilnya, indeks Teknologi Informasi pada indeks S&P 500 ditutup naik 1,6%, menjadikannya sektor dengan kenaikan terbesar di antara 11 sektor industri utama dalam indeks S&P 500.
"Ini benar-benar kabar positif di sektor teknologi bagi hampir semua pihak yang terlibat dalam ekosistem kecerdasan buatan," ujar Marc Dizard, kepala investasi (chief investment officer) di Huntington Bank.
"Reaksi pasar teknologi ini menjadi penegasan kembali bahwa tren investasi di bidang kecerdasan buatan masih tetap kuat," tambahnya.
Meski demikian, Dizard mencatat bahwa sentimen terkait AI dapat berubah dengan cepat, dan para investor akan terus mencari konfirmasi lebih lanjut saat memantau laporan laba dari perusahaan-perusahaan lain.
Saham Meta naik 3% dalam perdagangan sesi akhir setelah perusahaan tersebut merilis laporan kinerja kuartalannya usai penutupan sesi perdagangan reguler. Saham Tesla, yang telah naik 3,4% pada sesi reguler, kembali menguat 1,6% setelah merilis laporannya—yang juga diterbitkan setelah penutupan pasar.
Di sisi lain,, kenaikan indeks acuan S&P 500 tertahan oleh penurunan 1,3% pada saham-saham sektor layanan komunikasi.
Beberapa perusahaan yang mencatat penurunan terbesar adalah operator telekomunikasi seperti AT&T, yang sahamnya anjlok 6,5% meskipun perusahaan tersebut berhasil mencatatkan pendapatan dan laba kuartal ketiga yang melampaui ekspektasi.
Baca Juga: Evaluasi MSCI Jadi Momentum Pembenahan Pasar Modal Indonesia
Menurut Dizard, hasil kinerja SpaceX, ditambah dengan pembelian spektrum nirkabel baru-baru ini, memicu kekhawatiran bahwa perusahaan tersebut dapat menjadi pesaing tangguh di sektor telekomunikasi. Saham T-Mobile US turun 2,5%, sementara saham Verizon Communications melemah 2,2%.
Di sektor layanan komunikasi, saham Netflix anjlok 5,3% setelah perusahaan layanan *streaming* video tersebut mengeluarkan proyeksi laba kuartal keempat yang lebih rendah dari ekspektasi. Saham Alphabet, perusahaan induk Google, juga turun 1,6%.
Setali tiga uang, saham Abbott Laboratories melemah 1,9% setelah produsen perangkat medis tersebut memangkas proyeksi pertumbuhan penjualannya untuk tahun 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














