Reporter: Shabrina Almaira | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,94% atau naik 49,47 poin ke level 5.328,36 pada perdagangan Rabu (21/10/2026).
Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mengatakan, IHSG melanjutkan technical rebound setelah tekanan jual ekstrem pada pekan sebelumnya. Namun, indeks masih menghadapi risiko ketidakpastian MSCI dan arus dana asing yang dapat memengaruhi keberlanjutan penguatan.
Untuk perdagangan Kamis (22/10/2026), perhatian pasar tertuju pada hasil RDG BI yang mempertahankan BI Rate di 5,75%, serta pidato Presiden yang berpotensi menjadi katalis sentimen kebijakan ekonomi dan investasi.
Di tengah tekanan rupiah dan kekhawatiran capital outflow terkait MSCI, Reza mengatakan pasar akan mencermati sinyal kebijakan yang dapat memperkuat kepercayaan investor dan stabilitas pasar domestik.
Baca Juga: Simak Rekomendasi Saham BBCA, ENRG, dan JPFA untuk Kamis (22/10)
"Secara teknikal, IHSG masih berada dalam fase technical rebound dengan target resistance di 5.350–5.400. Namun, MACD masih menunjukkan momentum bearish sehingga penguatan belum mengonfirmasi pembalikan tren. Support terdekat berada di 5.185, diikuti 5.100. Kemampuan bertahan di atas support dan menembus 5.400 akan menjadi kunci untuk memperkuat peluang pemulihan," ujar Reza kepada Kontan (21/10/2026).
Adapun saham yang direkomendasikan meliputi PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).
Sementara itu, Head of Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, IHSG kembali ditutup menguat setelah bergerak volatile sepanjang perdagangan Rabu (21/10/2026). Herditya memperkirakan sempat terjadi aksi profit taking setelah penguatan signifikan pada perdagangan sebelumnya.
Baca Juga: Dibayangi Isu MSCI dan Yield AS, Bauran Kebijakan BI Jadi Penentu Rupiah
Menurut Herditya, penguatan IHSG pada Rabu diperkirakan didorong oleh saham-saham perbankan berkapitalisasi besar.
"Untuk besok, kami perkirakan IHSG rawan terkoreksi dalam jangka pendek dengan support 5296 dan resistance 5360, dimana masih rawan akan adanya tekanan jual dan juga dari sisi pergerakan nilai tukar Rupiah thd USD yang kembali ke level Rp 18082/USD," tuturnya.
Adapun saham yang dicermati meliputi PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dengan rentang harga 1100–1140, PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) di kisaran 1260–1315, serta PT Bumi Resources Tbk (BUMI) pada rentang 142–150.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














