kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Wall Street Reli: Indeks Dow Cetak Penutupan Tertinggi


Rabu, 01 Juli 2026 / 05:33 WIB
Wall Street Reli: Indeks Dow Cetak Penutupan Tertinggi
ILUSTRASI. Wall Street merayakan reli kuartalan terbesar sejak 2020! Dow Jones catat rekor penutupan tertinggi dua hari beruntun. Simak pendorong utama (REUTERS/Brendan McDermid)


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Wall Street reli dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq mengakhiri perdagangan bulan Juni dengan kenaikan kuartalan terbesar sejak 2020 karena investor tetap optimis tentang pertumbuhan ekonomi dan pendapatan bahkan di tengah konflik Timur Tengah.

Sementara itu, indeks Dow mengalami lonjakan kuartalan terbesar sejak 2022.

Selasa (30/6/2026), Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 136,46 poin, atau 0,26%, menjadi 52.319,20, indeks S&P 500 menguat 58,93 poin, atau 0,79% ke 7.499,36 dan indeks Nasdaq Composite menguat 393,58 poin, atau 1,52%, menjadi 26.213,72.

Dengan posisi ini, indeks Dow mencatat penutupan tertinggi sepanjang masa untuk hari kedua berturut-turut.

Secara kuartalan, indeks Dow naik sekitar 13%, S&P 500 menguat 14,9%, dan indeks Nasdaq melonjak 21,4%.

Baca Juga: Asing Net Sell Rp 60,2 Triliun Sejak Awal 2026, Cermati Saham yang Banyak Dijual

Pada perdagangan sesi ini, sektor teknologi memimpin kenaikan di antara sektor-sektor S&P 500, dan indeks saham semikonduktor melonjak 3,9%.

Optimisme atas tanda-tanda kemajuan dalam upaya mengakhiri perang Iran secara permanen telah membantu pasar saham baru-baru ini meskipun ketegangan militer terus berlanjut.

Iran dan AS pada 17 Juni menandatangani nota kesepahaman yang bertujuan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama empat bulan. Namun, baku tembak selama akhir pekan telah menguji kesepakatan tersebut, dan seorang pejabat Qatar mengatakan pada hari Selasa bahwa utusan AS terkemuka yang telah tiba di Doha tidak akan mengadakan pertemuan tingkat tinggi dengan Iran.

"Kami telah menjalani paruh pertama tahun ini dengan sangat baik, tentu lebih baik dari yang diperkirakan kebanyakan orang," kata Oliver Pursche, wakil presiden senior dan penasihat untuk Wealthspire Advisors di Westport, Connecticut.

"Terlepas dari semua hal geopolitik, ekonomi AS berkinerja baik dan pendapatan perusahaan kuat."

Setelah musim pendapatan kuartal pertama yang kuat untuk perusahaan-perusahaan S&P 500, investor menantikan hasil kuartal kedua dalam beberapa minggu mendatang.

Kenaikan tajam harga minyak di awal perang meningkatkan kekhawatiran tentang inflasi dan kenaikan suku bunga. Para pedagang memperkirakan setidaknya satu kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve pada akhir tahun 2026, menurut data yang dikumpulkan oleh LSEG.

Pelemahan saham-saham teknologi kelas berat telah membebani pasar dalam beberapa minggu terakhir, dan indeks S&P 500 serta Nasdaq sama-sama mencatat penurunan untuk bulan Juni.

Baca Juga: OJK Targetkan Regulasi Demutualisasi Bursa Rampung dalam 3 Bulan

Investor khawatir tentang valuasi yang tinggi di sektor teknologi dan pengeluaran besar-besaran yang terus berlanjut untuk AI oleh perusahaan-perusahaan teknologi.

Para ahli strategi di BofA mengatakan sektor-sektor siklikal yang berorientasi pada nilai seperti energi dan keuangan bisa menjadi pilihan yang lebih baik menjelang paruh kedua tahun ini.

Setelah penutupan pasar, saham Nike turun sekitar 2% setelah perusahaan merilis hasil kuartalannya.liar saham untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×