kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 17.997   -5,00   -0,03%
  • IDX 5.233   -46,30   -0,88%
  • KOMPAS100 673   -6,85   -1,01%
  • LQ45 526   -3,95   -0,74%
  • ISSI 178   -2,03   -1,13%
  • IDX30 296   -2,02   -0,68%
  • IDXHIDIV20 387   -2,39   -0,61%
  • IDX80 77   -0,67   -0,85%
  • IDXV30 107   -0,64   -0,60%
  • IDXQ30 98   -0,51   -0,52%

Mulai Buyback Saham Rp5 Triliun, Tengok Profil AADI dan Kinerja Terkini


Rabu, 21 Oktober 2026 / 11:05 WIB
Mulai Buyback Saham Rp5 Triliun, Tengok Profil AADI dan Kinerja Terkini
ILUSTRASI. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk AADI (Dok/AADI)


Penulis: Bimo Adi Kresnomurti | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Cek profil emiten AADI yang mulai buyback saham. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) mulai melaksanakan aksi pembelian kembali saham atau buyback pada 20 Oktober 2026.

Emiten batu bara yang merupakan bagian dari Grup Adaro tersebut menyiapkan dana maksimal Rp5 triliun untuk program buyback yang telah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 22 Mei 2026. 

Aksi korporasi ini berlangsung di tengah pertumbuhan kinerja keuangan AADI pada semester I/2026. Perseroan membukukan pendapatan Rp45,48 triliun dan laba bersih Rp8,46 triliun, masing-masing meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: BREN Mulai Buyback Saham Rp1 Triliun, Intip Profil Emiten dan Kinerja Terkini

Kombinasi buyback dan pertumbuhan laba menjadi dua hal yang dapat dicermati investor dalam menilai saham AADI. Namun, efektivitas buyback tetap bergantung pada realisasi pembelian, kondisi pasar, harga batu bara, dan kemampuan perseroan mempertahankan kinerja operasional.

Mengutip data IPO, saham AADI alami pelemahan pada sesi 1 Rabu (21/10), dengan turun 1,60% ke Rp10.775/saham

Lalu, seperti apa profil emiten ini? Cek informasi lini bisnis hingga kinerja terbaru AADI selengkapnya.

Baca Juga: Setujui Buyback Saham Rp1 Triliun, Intip Profil Emiten BTPS dan Kinerja Terkini

Profil PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI)

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk merupakan perusahaan induk yang menaungi sejumlah usaha di sektor pertambangan batu bara, jasa pertambangan, logistik, pengelolaan sumber daya air, ketenagalistrikan, serta perkebunan.

Saham AADI tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 5 Desember 2024. Perseroan menjadi salah satu emiten utama dalam ekosistem bisnis Grup Adaro, yang juga memiliki perusahaan di bidang sumber daya mineral dan energi.

Berbeda dari PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), yang kini memiliki fokus usaha berbeda setelah restrukturisasi bisnis Grup Adaro, AADI menjadi salah satu kendaraan utama untuk bisnis pertambangan batu bara termal grup tersebut.

Baca Juga: Buyback Saham Rp1 Triliun, Intip Profil Emiten TPIA, Lini Bisnis, dan Kinerjanya

Rincian Buyback Saham AADI Rp5 Triliun

Program buyback AADI memiliki nilai maksimal Rp5 triliun. Perseroan menyampaikan rencana tersebut melalui keterbukaan informasi pada April 2026 dan memperoleh persetujuan pemegang saham pada RUPST 22 Mei 2026.

Berikut rincian utama program buyback saham AADI.

Keterangan Informasi
Emiten PT Adaro Andalan Indonesia Tbk
Kode saham AADI
Nilai maksimal buyback Rp5 triliun
Persetujuan RUPST 22 Mei 2026
Periode program Maksimal 12 bulan sejak 23 Mei 2026
Mulai pelaksanaan 20 Oktober 2026
Sumber pendanaan Kas internal perseroan
Mekanisme Pembelian bertahap melalui BEI di pasar reguler

Perseroan menyatakan buyback diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham dan membantu harga saham mencerminkan nilai fundamental perusahaan. AADI juga menyebut kas internal sebagai sumber pendanaan sehingga program ini direncanakan tidak mengganggu kebutuhan operasional secara signifikan.

Meski demikian, nilai Rp5 triliun merupakan batas maksimal dana yang disiapkan, bukan berarti seluruh anggaran sudah digunakan. Realisasi pembelian saham perlu dipantau melalui laporan pelaksanaan buyback yang diumumkan perseroan.

Baca Juga: Adaro Andalan Indonesia (AADI) Mulai Buyback Saham Rp 5 Triliun Secara Bertahap

Lini Bisnis AADI

Kegiatan usaha AADI tidak hanya mencakup penambangan batu bara. Melalui anak usaha, perseroan juga menjalankan kegiatan pendukung rantai pasok dan sejumlah bisnis lain.

1. Pertambangan batu bara

Pertambangan batu bara merupakan bisnis utama AADI. Pendapatan perseroan didominasi penjualan batu bara untuk pasar domestik maupun ekspor.

Kinerja segmen ini dipengaruhi volume produksi dan penjualan, harga jual rata-rata batu bara, biaya penambangan, nisbah kupas, serta permintaan dari negara tujuan ekspor.

Pada semester I/2026, penjualan batu bara kepada pihak ketiga mencapai sekitar Rp39,68 triliun. Nilai tersebut terdiri dari penjualan ekspor sekitar Rp32,53 triliun dan penjualan domestik sekitar Rp7,15 triliun.

2. Jasa pertambangan

AADI memiliki anak usaha yang bergerak di bidang jasa pertambangan untuk mendukung kegiatan operasional tambang. Aktivitas ini berkaitan dengan kegiatan penambangan dan layanan pendukung yang diperlukan dalam rantai produksi batu bara.

Bisnis jasa pertambangan membantu mendukung operasi grup, meskipun kontribusi pendapatan dan profitabilitasnya perlu ditelaah melalui laporan keuangan per segmen dan informasi anak usaha.

Baca Juga: RUPSLB BTPN Syariah (BTPS) Setujui Buyback Saham Rp 1 Triliun

3. Logistik dan pengangkutan

AADI juga menjalankan bisnis logistik, termasuk jasa pengangkutan barang khusus yang mendukung rantai pasok batu bara.

Pada semester I/2026, pendapatan logistik tercatat sekitar Rp1,95 triliun. Kontribusi ini menunjukkan bahwa bisnis perseroan turut ditopang layanan di luar penjualan komoditas secara langsung.

4. Ketenagalistrikan dan pengelolaan sumber daya air

Portofolio usaha AADI mencakup ketenagalistrikan serta pengelolaan sumber daya air melalui anak usaha. Perseroan juga mulai membukukan pendapatan dari penyewaan aset ketenagalistrikan dan jasa pendukungnya.

Pada semester I/2026, pendapatan dari penyewaan aset ketenagalistrikan dan jasa operasi serta pemeliharaan mencapai sekitar Rp789,46 miliar.

5. Perkebunan dan bisnis lainnya

Berdasarkan profil perusahaan, anak usaha AADI juga memiliki kegiatan yang berkaitan dengan perkebunan kelapa sawit, perkebunan karet, dan tanaman penghasil getah lainnya. Perseroan juga mencakup aktivitas konsultasi manajemen dan usaha lain dalam struktur grupnya.

Diversifikasi tersebut memperluas cakupan usaha AADI, meskipun batu bara tetap menjadi sumber pendapatan utama yang paling menentukan kinerja konsolidasi perseroan.

Baca Juga: BCA Siapkan Buyback Saham Rp 5 Triliun hingga Maret 2027

Kinerja Keuangan AADI Semester I/2026

Mengutip data BEI, kinerja keuangan AADI menunjukkan pertumbuhan pada semester pertama 2026. Berdasarkan laporan keuangan interim per 30 Juni 2026, pendapatan dan laba bersih perseroan meningkat dibandingkan semester I/2025.

Indikator Semester I/2025 Semester I/2026 Perubahan
Pendapatan usaha Rp42,85 triliun Rp45,48 triliun +6,13%
Laba bruto Rp12,42 triliun Rp13,98 triliun +12,57%
Laba bersih Rp7,66 triliun Rp8,46 triliun +10,52%
Pendapatan logistik — Rp1,95 triliun —
Pendapatan ketenagalistrikan dan jasa pendukung — Rp789,46 miliar —

Pendapatan AADI meningkat seiring pertumbuhan penjualan batu bara domestik dan kontribusi bisnis pendukung. Penjualan batu bara domestik kepada pihak ketiga naik dari sekitar Rp6,14 triliun menjadi Rp7,15 triliun. Sementara itu, pendapatan dari pasar domestik secara keseluruhan, termasuk transaksi dengan pihak berelasi, mencapai sekitar Rp12,88 triliun.

Dari sisi laba, pertumbuhan laba bruto yang lebih tinggi daripada pertumbuhan pendapatan menunjukkan adanya perbaikan pada selisih pendapatan dan beban pokok.

Namun, untuk menilai keberlanjutan peningkatan margin, investor tetap perlu memantau harga jual batu bara, biaya produksi, dan kinerja pada semester II/2026.

Tonton: 26 Anggota Wantimpres Digugat ke MK, Gaji Rp 76,5 Juta per Bulan Jadi Sorotan!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×