kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.628.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.855   89,00   0,50%
  • IDX 6.385   -56,43   -0,88%
  • KOMPAS100 835   -7,46   -0,89%
  • LQ45 634   -5,96   -0,93%
  • ISSI 222   -3,01   -1,34%
  • IDX30 353   -3,37   -0,95%
  • IDXHIDIV20 440   -4,01   -0,90%
  • IDX80 95   -0,92   -0,95%
  • IDXV30 121   -0,86   -0,71%
  • IDXQ30 114   -1,28   -1,12%

Wall Street Reli: Indeks Nasdaq Catat Rekor Penutupan Tertinggi, Optimisme AI Bangkit


Selasa, 22 September 2026 / 05:19 WIB
Wall Street Reli: Indeks Nasdaq Catat Rekor Penutupan Tertinggi, Optimisme AI Bangkit
ILUSTRASI. Senin (21/9/2026), indeks S&P 500 ditutup naik 1,49%, indeks Nasdaq Composite melonjak 2,26% dan indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,71%. (REUTERS/Jeenah Moon)


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Wall Street reli dengan indeks Nasdaq Composite melonjak hingga mencapai rekor penutupan tertinggi, didorong oleh kenaikan saham Advanced Micro Devices dan perusahaan-perusahaan raksasa AI lainnya.

Di sisi lain, imbal hasil US Treasury turun dari level tertinggi baru-baru ini dan harga minyak mentah anjlok ke level terendah dalam 11 hari akibat spekulasi mengenai potensi terobosan dalam pembicaraan Timur Tengah di pertemuan PBB minggu ini.

Senin (21/9/2026), indeks S&P 500 ditutup naik 1,49% ke level 7.764,70, indeks Nasdaq Composite melonjak 2,26% ke 27.122,09 dan indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,71% ke 52.048,83.

Indeks Nasdaq mencatat rekor penutupan tertinggi pertamanya sejak 2 Juni, dengan indeks S&P 500 berakhir sekitar 0,4% di bawah rekor penutupan tertingginya pada 13 Agustus.

Baca Juga: Vietnam Masuk Emerging Market FTSE, Bagaimana Dampak Terhadap Pasar Saham Indonesia?

Delapan dari 11 indeks sektor pada indeks S&P 500 mengalami kenaikan, dipimpin oleh sektor layanan komunikasi yang naik 4,16%, diikuti oleh kenaikan 2,4% pada sektor teknologi informasi.

Pada sesi ini, saham sektor cip menguat dengan saham Intel melonjak 12,2% dan saham Arm Holdings melesat 17%. Indeks semikonduktor PHLX melompat 4,3%.

Saham Advanced Micro Devices juga melonjak sekitar 10% hingga mencapai kapitalisasi pasar sebesar US$ 1 triliun untuk pertama kalinya.

Investor menyoroti tanda-tanda yang menunjukkan bahwa belanja untuk AI masih terus meningkat, meskipun ada peringatan keamanan baru-baru ini dari para pemimpin perusahaan raksasa AI seminggu yang lalu yang sempat memicu aksi jual saham teknologi secara global.

Imbal hasil obligasi acuan AS tenor 10 tahun turun di bawah level psikologis penting 5%. Sementara, harga minyak mentah berjangka Brent turun di bawah US$ 100 per barel ke level terendah sejak 9 September, sebelum akhirnya ditutup pada US$ 100,34 per barel.

Di tengah aksi saling melontarkan ancaman antara Washington dan Teheran sepanjang akhir pekan, Presiden AS Donald Trump menyatakan kesediaannya untuk bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, yang diperkirakan akan menghadiri Sidang Umum PBB di New York minggu ini.

"Kita seolah telah diprogram untuk memantau harga minyak dan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun; jika kita mencermati kedua hal tersebut saat ini, keduanya telah berubah dari faktor penghambat menjadi faktor pendorong bagi pasar, setidaknya dalam jangka pendek," ujar Art Hogan, kepala strategi pasar di B. Riley Wealth.

Baca Juga: Berpeluang Menguat, Cermati Rekomendasi Saham TPIA

Saham Meta melonjak 11,4% setelah Wells Fargo menaikkan target harga saham platform media sosial tersebut menyusul peluncuran asisten AI Muse baru-baru ini.

Menurut data LSEG, pada hari Jumat lalu, indeks S&P 500 diperdagangkan pada valuasi sedikit di bawah 19 kali lipat dari perkiraan laba, yang merupakan level terendah sejak tahun 2023. Perusahaan-perusahaan besar yang bergerak di bidang AI menjadi penyumbang utama kenaikan perkiraan laba belakangan ini.

Investor masih bersikap waspada terhadap prospek suku bunga setelah pekan lalu Federal Reserve menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam tiga tahun guna memerangi inflasi.

Data FedWatch dari CME menunjukkan bahwa para pelaku pasar melihat adanya peluang sebesar 50% untuk kenaikan suku bunga lanjutan pada bulan depan.

Pernyataan dari setidaknya 10 pejabat pembuat kebijakan bank sentral dijadwalkan akan disampaikan pada pekan ini.

Saham perusahaan-perusahaan yang terdaftar di bursa AS dan memiliki keterkaitan dengan Greenland mengalami kenaikan menyusul kemajuan dalam negosiasi diplomatik antara Amerika Serikat dan Denmark mengenai status Greenland.

Nilai saham Greenland Mines melonjak tiga kali lipat, sementara nilai saham Greenland Energy meningkat lebih dari dua kali lipat.

Baca Juga: Harga Minyak dan Naphtha Bergerak, Bagaimana Nasib Chandra Asri (TPIA)?

Pertemuan tingkat tinggi antara Tiongkok dan AS yang dijadwalkan pada hari Kamis diperkirakan akan membahas sejumlah topik, termasuk potensi perpanjangan gencatan senjata perdagangan antara kedua negara adidaya tersebut, konflik Iran, serta regulasi kecerdasan buatan (AI).

Sebuah laporan menyebutkan bahwa AS mengusulkan perpanjangan gencatan senjata perdagangan selama enam bulan, sementara Tiongkok menginginkan periode perpanjangan yang lebih lama.

Bitcoin, yang menjadi indikator utama toleransi risiko pasar, naik lebih dari 6% ke level tertinggi dalam lebih dari tujuh bulan, yang turut mendorong kenaikan saham Coinbase dan Strategy.

Saham Paramount Skydance turun hampir 3% setelah sebuah sumber mengatakan kepada Reuters bahwa perusahaan telah mencapai kesepakatan damai dengan California dan 11 negara bagian lainnya yang sebelumnya menggugat untuk menghalangi merger senilai US$ 110 miliar dengan Warner Bros Discovery.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×