Reporter: Yuliana Hema | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) berpeluang mempercepat ekspansi bisnis pengelolaan limbah di Asia melalui akuisisi, seiring rencana investasi maksimal S$ 555 juta dari HPS Investment Partners, bagian dari BlackRock.
Berdasarkan siaran pers yang dirilis pada Rabu (21/10), investasi tersebut akan dilakukan bertahap melalui penerbitan saham preferen baru SBTH Asia Holdings Pte. Ltd. (SBTH), perusahaan induk platform pengelolaan limbah TBS serta instrumen lainnya.
Namun rencana investasi itu masih menunggu persetujuan pemegang saham TOBA melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Dana yang dihimpun nantinya ditujukan untuk mendukung pertumbuhan bisnis pengelolaan limbah di kawasan Asia.
Analis Sinarmas Sekuritas Yosua Zisokhi menilai masuknya investor institusional global dapat memperkuat kapasitas pendanaan TBS untuk mengembangkan bisnis pengelolaan limbah, termasuk melalui strategi pertumbuhan anorganik atau akuisisi perusahaan sejenis.
Baca Juga: TBS Energi Utama (TOBA) Restrukturisasi Anak Usaha, Nilai Transaksi S$ 138,19 Juta
“Dengan kapasitas pendanaan yang besar, TOBA memiliki ruang untuk memperluas bisnisnya melalui pertumbuhan anorganik. Akuisisi perusahaan pengelolaan limbah yang sudah memiliki fasilitas, basis pelanggan, dan jaringan operasional dapat menjadi strategi efektif,” jelasnya, Rabu (21/10/2026).
Menurut Yosua, mengakuisisi perusahaan yang telah beroperasi dapat mempercepat akses TBS terhadap pasar dibandingkan membangun infrastruktur dari awal. Strategi ini juga berpotensi memperbesar skala bisnis dan memperkuat posisi perusahaan di industri regional.
“Bisnis pengelolaan limbah memiliki karakteristik yang menarik karena kebutuhan layanannya bersifat berkelanjutan. Jika TOBA mampu mengintegrasikan bisnis yang diakuisisi dan menciptakan sinergi operasional, ekspansi tersebut berpeluang meningkatkan pendapatan berulang serta profitabilitas,” katanya.
Saat ini, TOBA menjalankan bisnis pengelolaan limbah di Indonesia dan Singapura melalui tiga perusahaan operasional, yakni Cora Environment Pte. Ltd., Asia Medical Enviro Services Pte. Ltd., dan PT Arah Environmental Indonesia.
Baca Juga: TBS Energi Utama (TOBA) Cetak Kinerja Positif, Bisnis Pengelolaan Limbah Mendominasi
Secara kolektif, ketiga perusahaan tersebut mengumpulkan sekitar 760.000 ton limbah sepanjang semester I-2026. Cora Environment melayani lebih dari 470.000 rumah tangga dan bisnis di Singapura, sedangkan Arah Environmental beroperasi di 15 provinsi Indonesia.
Yosua menyebut keberadaan platform operasional tersebut dapat menjadi fondasi bagi TBS untuk memperluas bisnis pengelolaan limbah melalui konsolidasi perusahaan sejenis. Namun, keberhasilan ekspansi tetap bergantung pada kualitas aset dan integrasi bisnis.
“TOBA berpeluang mengalokasikan lebih banyak sumber daya ke sektor energi terbarukan dan kendaraan listrik. Ini dapat mempercepat transformasi perusahaan sekaligus memperkuat diversifikasi sumber pendapatan di luar bisnis batubara,” katanya.
Menurut Yosua, fleksibilitas pendanaan tersebut dapat membantu TOBA mengembangkan beberapa lini bisnis secara bersamaan tanpa sepenuhnya mengandalkan modal internal. Dengan demikian, perusahaan memiliki ruang untuk mengatur prioritas investasi sesuai peluang pertumbuhan.
“Jika akuisisi dilakukan dengan valuasi yang tepat dan menghasilkan kontribusi laba serta arus kas yang positif, langkah tersebut dapat mempercepat pertumbuhan bisnis pengelolaan limbah,” ucapnya.
Baca Juga: TBS Energi Utama (TOBA) Jadi Outlier Emiten Batubara, Bisnis Non-Coal Sudah Dominan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














