kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   -15.000   -0,58%
  • USD/IDR 17.933   47,00   0,26%
  • IDX 6.031   -115,44   -1,88%
  • KOMPAS100 775   -16,68   -2,11%
  • LQ45 594   -12,08   -1,99%
  • ISSI 211   -3,62   -1,69%
  • IDX30 330   -5,56   -1,66%
  • IDXHIDIV20 422   -7,90   -1,84%
  • IDX80 89   -1,90   -2,10%
  • IDXV30 116   -1,38   -1,18%
  • IDXQ30 108   -1,77   -1,61%

Wall Street Melemah, Nasdaq Anjlok 1,25% Tertekan Lonjakan Harga Minyak


Jumat, 09 Oktober 2026 / 05:01 WIB
Wall Street Melemah, Nasdaq Anjlok 1,25% Tertekan Lonjakan Harga Minyak
ILUSTRASI. Wall Street - Bursa AS (REUTERS/Jeenah Moon)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - NEW YOYRK. Bursa saham Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Kamis (8/10/2026), dengan indeks Nasdaq mencatat penurunan paling dalam.

Lonjakan harga minyak mentah akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah memicu kekhawatiran inflasi dan suku bunga, sementara saham semikonduktor tertekan.

Mengutip Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,10% menjadi 51.231,64. Sebaliknya, S&P 500 turun 0,47% ke 7.765,36 dan Nasdaq Composite merosot 1,25% ke 27.193,34.

Baca Juga: Wall Street Tersungkur: Nasdaq Ditutup Anjlok 1,55% Terseret Saham Produsen Chip

Harga minyak melonjak setelah serangkaian serangan terhadap kapal di Selat Hormuz serta penurunan produksi minyak AS akibat aktivitas badai memicu kekhawatiran pasokan global.

Harga minyak mentah Brent naik 4,1%, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) menguat 3,6%.

"Kenaikan harga minyak kembali meningkatkan kekhawatiran inflasi," kata Terry Sandven, chief equity strategist US Bank Wealth Management.

Lonjakan harga minyak berpotensi memperbesar tekanan inflasi dan membuat ruang pelonggaran kebijakan moneter AS semakin terbatas.

Pasar saat ini memperkirakan Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga bulan ini, sementara peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 69,2%, berdasarkan CME FedWatch.

Baca Juga: Wall Street Tertekan Kenaikan Imbal Hasil Obligasi & Penurunan Tajam Saham Walmart

Tekanan juga datang dari sektor teknologi, terutama saham semikonduktor. Indeks saham chip merosot 3,4% setelah Financial Times melaporkan pendapatan tahunan OpenAI diperkirakan sekitar US$ 20 miliar lebih rendah dari sinyal sebelumnya.

Saham Micron Technology turun 4,8%, sementara Broadcom dan Oracle masing-masing merosot 4,4% dan 5,5%.

Kekhawatiran meningkat setelah laporan mengenai rencana Broadcom mencari pendanaan US$ 50 miliar untuk OpenAI, yang dinilai dapat memperketat persaingan mendapatkan modal di sektor teknologi.

Di sisi lain, saham energi menjadi penguat utama di indeks S&P 500 seiring kenaikan harga minyak. Palantir juga menguat 2,4% setelah Goldman Sachs menaikkan rekomendasinya menjadi "buy" dari sebelumnya "neutral".

Baca Juga: Yield Obligasi Melonjak, Wall Street Kembali Tertekan Tiga Hari Berturut-turut

Pelaku pasar kini bersiap menghadapi musim laporan keuangan kuartal III yang dimulai pekan depan. Pergerakan pasar juga masih dibayangi perkembangan konflik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi harga energi dan prospek inflasi global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×