kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 18.202   17,00   0,09%
  • IDX 5.282   16,18   0,31%
  • KOMPAS100 686   3,41   0,50%
  • LQ45 539   6,45   1,21%
  • ISSI 177   -2,03   -1,14%
  • IDX30 303   3,34   1,12%
  • IDXHIDIV20 406   6,22   1,56%
  • IDX80 79   0,40   0,52%
  • IDXV30 112   0,64   0,58%
  • IDXQ30 102   1,33   1,33%

Wall Street Ditutup Menguat Seiring Keputusan The Fed Mempertahankan Suku Bunga Acuan


Kamis, 29 Oktober 2026 / 05:07 WIB
Wall Street Ditutup Menguat Seiring Keputusan The Fed Mempertahankan Suku Bunga Acuan
ILUSTRASI. Wall Street reli dengan tiga indeks utama ditutup menguat. Indeks Dow ditutup naik 0,19%, S&P 500 naik 0,28%, Nasdaq menguat 0,27% (REUTERS/Jeenah Moon)


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Wall Street reli setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuan, sesuai dengan ekspektasi luas, sehingga investor kini mengantisipasi kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan moneter berikutnya di bulan Desember 2026.

Rabu (28/10/2026), Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 97,53 poin atau 0,19% menjadi 52.475,10, indeks S&P 500 menguat 21,37 poin atau 0,28% ke 7.743,97 dan indeks Nasdaq Composite menguat 72,04 poin atau 0,27% ke 26.549,85.

Dalam pernyataan resminya, The Fed meningkatkan penilaian terhadap kondisi ekonomi, sembari mengakui bahwa inflasi masih tinggi.

Dalam konferensi pers setelah pengumuman tersebut, Ketua The Fed Kevin Warsh menyatakan bahwa bank sentral telah menegaskan kesediaan dan kesiapannya untuk mengambil tindakan.

Baca Juga: Tokenisasi Saham AS Merambah Indonesia, Ini Risiko yang Perlu Dipahami Investor

"The Fed tidak memberikan kejutan apa pun," ujar Ryan Detrick, kepala strategi pasar di Carson Group, Omaha.

"Sudah diperkirakan secara luas bahwa mereka akan mempertahankan suku bunga, jadi tidak ada kejutan besar di sini,” lanjutnya.

Ketiga indeks utama saham AS sempat berfluktuasi setelah keputusan tersebut diumumkan dan selama konferensi pers Warsh berlangsung, namun akhirnya ditutup di zona hijau.

"Para pelaku pasar mulai semakin terbiasa dengan gaya (Warsh)," tambah Detrick.

Berdasarkan perangkat FedWatch dari CME, pasar keuangan kini memperkirakan peluang sebesar 85,0% untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan The Fed di bulan Desember, naik dari 78,3% pada hari Selasa (27/10/2026).

Perkiraan kenaikan suku bunga ini dapat dipengaruhi oleh data yang akan dirilis pada hari Kamis, termasuk laporan Pengeluaran Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditures) dari Departemen Perdagangan, yang mencakup indikator inflasi acuan bagi bank sentral, serta estimasi awal PDB kuartal ketiga.

Musim laporan laba kuartal ketiga sedang berlangsung dengan intens, di mana 200 perusahaan dalam indeks S&P 500 telah merilis kinerjanya. Menurut data terbaru dari LSEG, 84% di antaranya mencatatkan hasil yang melampaui estimasi konsensus.

Baca Juga: IHSG Berpotensi Menguat, Ini Level Support dan Resistance yang Perlu Dicermati

Berdasarkan data LSEG, para analis memperkirakan pertumbuhan laba agregat kuartal ketiga untuk perusahaan-perusahaan dalam indeks S&P 500 mencapai 31,8% secara tahunan, meningkat dari 30,6% pada tanggal 1 Oktober.

Saham produsen cip memori, Micron Technology, melonjak 5,9% setelah pesaingnya asal Korea Selatan, SK Hynix, melaporkan lonjakan laba kuartalan hingga lebih dari tujuh kali lipat. Saham SK Hynix yang tercatat di bursa AS pun melesat 13,3%.

Indeks Philadelphia SE Semiconductor naik 1,8%, mencatatkan kenaikan harian selama empat hari berturut-turut dan bangkit kembali dari aksi jual yang terjadi baru-baru ini.

"Menurut saya, pasar menyadari bahwa langkah The Fed hari ini adalah satu hal, namun pertanyaannya adalah: apakah pengeluaran untuk kecerdasan buatan (AI) terus berlanjut?" ujar Detrick. "Itulah fokus utama pasar saat ini."

Saham Microsoft naik lebih dari 4% dalam perdagangan setelah jam bursa (extended trading) menyusul rilis kinerja kuartalannya. Sementara, saham Alphabet turun lebih dari 7% dalam perdagangan setelah jam bursa setelah perusahaan induk Google tersebut melaporkan labanya.

Di sisi lain, harga minyak mentah AS meningkat setelah kelompok Houthi yang didukung Iran menyerang sebuah kilang minyak di Arab Saudi, yang menambah kekhawatiran mengenai pasokan.

Baca Juga: Rupiah Makin Loyo, Risiko Capital Outflow Asing di Pasar Saham RI

Sejak konflik yang melibatkan Iran dimulai, harga minyak telah melonjak hingga di atas US$ 100 per barel, yang kemudian meningkatkan biaya di sektor-sektor ekonomi lainnya serta mendorong kenaikan inflasi.

Pada sesi ini, saham Robinhood turun 3,3% setelah pelemahan di pasar mata uang kripto menyebabkan laba kuartal ketiga platform perdagangan tersebut berada di bawah ekspektasi analis.

Sedangkan, saham Vertiv melonjak 16,5% setelah perusahaan infrastruktur digital tersebut mencatatkan kinerja kuartalan yang melampaui ekspektasi serta menaikkan proyeksi laba dan pendapatan untuk setahun penuh.

Saham Boston Scientific turun 5,8% setelah produsen perangkat medis tersebut memangkas proyeksi laba tahunannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×