kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 18.202   17,00   0,09%
  • IDX 5.282   16,18   0,31%
  • KOMPAS100 686   3,41   0,50%
  • LQ45 539   6,45   1,21%
  • ISSI 177   -2,03   -1,14%
  • IDX30 303   3,34   1,12%
  • IDXHIDIV20 406   6,22   1,56%
  • IDX80 79   0,40   0,52%
  • IDXV30 112   0,64   0,58%
  • IDXQ30 102   1,33   1,33%

IHSG Berpeluang Rebound Terbatas Kamis (28/10), Pasar Menanti Keputusan The Fed


Rabu, 28 Oktober 2026 / 18:14 WIB
IHSG Berpeluang Rebound Terbatas Kamis (28/10), Pasar Menanti Keputusan The Fed
ILUSTRASI. INDONESIA-ECONOMY/RATES (REUTERS/Willy Kurniawan)


Reporter: Vivit Dewi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan terbatas pada perdagangan Kamis (29/10/2026), setelah berbalik menguat pada sesi kedua perdagangan sehari sebelumnya.

Namun, tekanan nilai tukar rupiah, arus keluar modal asing, dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah masih membayangi pergerakan indeks.

IHSG ditutup menguat 16,18 poin atau 0,31% ke level 5.282,31 pada Rabu (28/10/2026). Sebelumnya, indeks sempat tertekan hingga kisaran 5.170 sebelum berbalik menguat pada sesi kedua.

Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda mengatakan, penguatan tersebut mengindikasikan technical rebound setelah IHSG beberapa kali mendapat respons beli di area support.

Baca Juga: The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga, Namun Peluang Kenaikan Masih Terbuka

"Penguatan ini mengindikasikan technical rebound setelah indeks beberapa kali mendapat respons beli di area support," ujar Reza kepada Kontan, Rabu (28/10/2026).

Meski demikian, pemulihan indeks masih rentan terhadap tekanan jual lanjutan.

Pelemahan rupiah di kisaran Rp 18.100–Rp 18.150 per dolar AS, arus keluar modal asing, serta kenaikan yield Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun yang menembus 7,5% menjadi sejumlah faktor yang perlu dicermati.

Dari eksternal, perhatian pelaku pasar tertuju pada keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), yang dijadwalkan pada Kamis (29/10/2026) dini hari waktu Indonesia.

Konsensus memperkirakan The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 3,75%–4,00%.

Baca Juga: Bitcoin Jebol US$ 80.000, Suku Bunga The Fed Penentu Nasib Selanjutnya

Dengan demikian, pasar akan mencermati pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh mengenai prospek inflasi dan kemungkinan pengetatan kebijakan moneter lanjutan pada Desember 2026.

Sikap The Fed yang lebih hawkish berpotensi memperkuat dolar AS dan menambah tekanan terhadap rupiah serta aset berisiko di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Di dalam negeri, pelaku pasar juga akan mencermati perkembangan kebijakan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC), serta rilis kinerja emiten kuartal III-2026.

Secara teknikal, Reza memperkirakan IHSG masih berpeluang melanjutkan technical rebound secara terbatas selama mampu bertahan di atas area support 5.182–5.118.

Meski histogram MACD mulai menyusut, yang mengindikasikan tekanan bearish berangsur mereda, tren utama IHSG masih berada dalam fase bearish karena indikator MACD tetap di zona negatif.

Baca Juga: Ditekan The Fed dan Harga Minyak, Cek Proyeksi Rupiah untuk Kamis (22/10)

"IHSG perlu menembus 5.360–5.400 untuk memperkuat momentum pemulihan, dengan resistance berikutnya di 5.455," pungkas Reza.

Sebaliknya, apabila IHSG kembali melemah hingga menembus area support, risiko koreksi lanjutan masih terbuka.

Dengan kondisi tersebut, investor perlu mencermati respons pasar terhadap keputusan The Fed serta pergerakan rupiah sebelum mengambil posisi.

Peluang rebound masih ada, tetapi konfirmasi penguatan dan ketahanan IHSG di area support menjadi faktor penting untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×