kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

Investor Reksadana Bertambah, Dana Kelolaan Malah Susut Rp 39 Triliun


Minggu, 21 Juni 2026 / 16:29 WIB
Investor Reksadana Bertambah, Dana Kelolaan Malah Susut Rp 39 Triliun
ILUSTRASI. Ilustrasi pasar modal (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jumlah investor reksadana terus menunjukkan pertumbuhan hingga Mei 2026. Namun, kenaikan jumlah investor tersebut belum mampu mengerek dana kelolaan atau asset under management (AUM) industri reksadana yang justru mengalami penurunan.

Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor reksadana mencapai 26.477.365 single investor identification (SID) per akhir Mei 2026.

Angka tersebut meningkat 4,97% dibandingkan posisi April 2026 yang tercatat sebanyak 25.224.129 SID.

Baca Juga: Sucor AM Perkuat Strategi Investasi, Kelola Dana Kelolaan Rp 47,22 Triliun

Meski jumlah investor bertambah, total dana kelolaan reksadana yang tercatat dalam sistem S-INVEST mengalami penurunan. Per Mei 2026, total AUM reksadana tercatat sebesar Rp 1.023,26 triliun, turun dari Rp 1.062,35 triliun pada April 2026.

Dengan demikian, nilai dana kelolaan industri menyusut sekitar Rp 39,09 triliun dalam satu bulan.

Penurunan AUM terutama terjadi pada sejumlah jenis reksadana berbasis aset berisiko. Reksadana pendapatan tetap mencatat penurunan terbesar, yakni dari Rp 266,80 triliun pada April menjadi Rp 240,67 triliun pada Mei 2026.

Selanjutnya, AUM reksadana saham turun dari Rp 71,91 triliun menjadi Rp 65,23 triliun. Sementara itu, dana kelolaan reksadana campuran juga menyusut dari Rp 38,82 triliun menjadi Rp 35,12 triliun.

Di tengah pelemahan tersebut, beberapa kategori reksadana masih mencatatkan pertumbuhan dana kelolaan. AUM reksadana pasar uang naik dari Rp 150,73 triliun pada April menjadi Rp 152,42 triliun pada Mei 2026.

Baca Juga: Tekanan Rupiah Memicu Perburuan Aset Dolar, Ini Strategi yang Disarankan BRI-MI

Adapun AUM reksadana terproteksi meningkat tipis dari Rp 143,08 triliun menjadi Rp 143,62 triliun.

Penurunan dana kelolaan juga terjadi pada kelompok investor institusi. Data S-INVEST menunjukkan total AUM reksadana yang dimiliki investor institusi turun menjadi Rp 423,25 triliun pada Mei 2026, dibandingkan Rp 430,79 triliun pada bulan sebelumnya.

Jika dirinci, nilai kepemilikan reksadana oleh perusahaan asuransi mengalami penurunan dari Rp 152,92 triliun pada April menjadi Rp 146,79 triliun pada Mei 2026. Kepemilikan institusi keuangan juga turun dari Rp 147,27 triliun menjadi Rp 145,84 triliun.

Sementara itu, nilai kepemilikan reksadana oleh korporasi relatif stagnan, meski tetap mencatat penurunan tipis dari Rp 87,37 triliun menjadi Rp 87,34 triliun pada periode yang sama.

Baca Juga: Reksadana Pasar Uang Masih Prospektif, Berikut Alasannya

Di sisi lain, basis investor ritel masih terus bertumbuh. Hingga akhir Mei 2026, jumlah investor reksadana telah mencapai 26,47 juta SID atau bertambah sekitar 7,28 juta SID dibandingkan posisi akhir 2025 yang tercatat sebanyak 19,19 juta SID.

Data tersebut menunjukkan minat masyarakat terhadap investasi reksadana masih meningkat. Namun, kondisi pasar yang berfluktuasi membuat pertumbuhan jumlah investor belum sejalan dengan perkembangan dana kelolaan industri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×