kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   -50.000   -1,70%
  • USD/IDR 16.949   -61,00   -0,36%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Ini Strategi Yang Bisa Dilakukan Investor Reksadana Saham Saat Pasar Saham Volatile


Selasa, 03 Februari 2026 / 16:54 WIB
Ini Strategi Yang Bisa Dilakukan Investor Reksadana Saham Saat Pasar Saham Volatile
ILUSTRASI. Ilustrasi reksadana (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tengah mengalami tren penurunan. Mengikuti IHSG, kinerja reksadana saham juga menurun pada Januari 2026. 

Berdasarkan data Infovesta, kinerja IHSG terkoreksi 3,67%, sementara kinerja reksadana saham di level -0,50%.  

Senior Vice President, Head of Retail, Product Research & Distribution, Henan Putihrai Asset Management, Reza Fahmi Riawan mengatakan, strategi yang bisa dilakukan investor reksadana saham adalah strategi dollar cost averaging. Strategi ini dapat digunakan untuk masuk secara bertahap dan mengurangi risiko timing

Baca Juga: Saham Big Banks Ditutup Variatif Selasa (3/2): BBNI Pimpin Penguatan, BBRI Melemah

Investor juga disarankan memilih produk dengan strategi dan rekam jejak pengelolaan yang konsisten, serta tidak mengandalkan satu jenis instrumen saja. Mengombinasikan reksadana saham dengan reksadana pendapatan tetap dapat membantu menyeimbangkan risiko portofolio, sambil tetap menjaga eksposur terhadap potensi pemulihan pasar saham 

“Di tengah volatilitas pasar, investor reksadana saham perlu mengedepankan disiplin dan kesesuaian dengan profil risiko serta horizon investasi,” ujar Reza kepada Kontan, Selasa (3/2/2026).

Reza menambahkan, beberapa sentimen utama yang akan mempengaruhi kinerja reksadana saham hingga akhir tahun. Antara lain arah kebijakan suku bunga global dan domestik, khususnya sinyal pelonggaran yang dapat menjadi katalis positif. 

Selain itu, pergerakan arus dana asing dan penyesuaian indeks global seperti MSCI masih akan menjadi faktor volatilitas. Dari sisi fundamental, kinerja keuangan emiten, terutama sektor perbankan, konsumsi, dan komoditas, akan menjadi penentu utama. 

“Stabilitas makro domestik, nilai tukar, serta dinamika geopolitik global juga tetap perlu dicermati karena berpengaruh pada risk appetite investor,” terang Reza. 

Seperti diketahui, berdasarkan data Infovesta secara year to date (ytd) per Januari 2026, sepuluh produk reksadana saham terbaik mencetak return 6,91% sampai 13,72%. Sepuluh produk reksadana campuran terbaik membukukan kinerja 4,98% sampai 11,36%. 

Baca Juga: IHSG Menurun, Bagaimana Prospek Reksadana Saham?

Lalu, sepuluh produk reksadana pendapatan tetap terbaik mencatat kinerja 0,55% sampai 0,75%. Sementara sepuluh produk reksadana pasar uang terbaik mengantongi return 0,44% sampai 0,54%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×