Reporter: Rashif Usman | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan industri pengelolaan investasi masih mencatatkan kinerja positif di tengah dinamika pasar keuangan. Kondisi tersebut tercermin dari meningkatnya dana kelolaan reksadana serta bertambahnya jumlah investor di pasar modal.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mencatat, nilai aktiva bersih (NAB) reksadana di tahun ini justru meningkat sebesar Rp 49,71 triliun, yang ditopang oleh net subscription dari investor ritel.
"Jadi meningkat sekitar 6,39%, sehingga total nilai Asset Under Management (AUM) kita adalah Rp 718,44 triliun," kata Friderica, Selasa (19/5/2026).
Kiki, sapaan akrabnya juga menilai tingkat kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia terus meningkat. Hal itu tercermin dari bertambahnya sekitar 7 juta investor ritel baru di pasar modal sepanjang tahun berjalan.
Baca Juga: Perusahaan Kebun Binatang Bakal Gelar IPO dengan Nilai Jumbo
“Sehingga secara year to date sudah ada penambahan 7 juta investor baru di pasar modal Indonesia,” ujar Kiki.
Kiki menambahkan, berbagai reformasi yang dilakukan diarahkan agar pasar keuangan Indonesia tidak hanya bertumbuh dari sisi ukuran pasar, tetapi juga diperkuat dari aspek fundamental, integritas, serta keterbukaan pasar.
Dalam konteks pasar saham, Kiki berpendapat pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir masih sejalan dengan tren pelemahan bursa saham di kawasan regional.
Kiki bilang, sejumlah bursa di negara lain bahkan mencatat penurunan yang lebih dalam, sementara sebagian lainnya hanya menguat tipis.
Kondisi tersebut dipengaruhi oleh dinamika geopolitik global, termasuk meningkatnya tensi perang di Timur Tengah serta ekspektasi kebijakan moneter global yang diperkirakan masih akan ketat.
Selain itu, sentimen domestik juga dipengaruhi oleh keputusan rebalancing MSCI yang diumumkan pada 12 Mei waktu Amerika Serikat atau 13 Mei waktu Indonesia. Dampak keputusan itu berlanjut ketika perdagangan bursa kembali dibuka usai libur panjang.
Baca Juga: OJK Buka Suara Soal Pelemahan IHSG, Soroti Kinerja IDX LQ45 dan IDX 30
Meski begitu, Kiki menilai pelemahan pasar masih tergolong moderat. Pada hari pertama setelah pengumuman MSCI, IHSG turun 1,98%, lalu kembali melemah 1,85% pada perdagangan 18 Mei 2026 setelah libur panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













