kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   -30.000   -1,10%
  • USD/IDR 17.848   59,00   0,33%
  • IDX 6.143   -78,22   -1,26%
  • KOMPAS100 814   -11,39   -1,38%
  • LQ45 615   -10,26   -1,64%
  • ISSI 210   -2,38   -1,12%
  • IDX30 348   -6,97   -1,96%
  • IDXHIDIV20 426   -10,41   -2,39%
  • IDX80 92   -1,39   -1,48%
  • IDXV30 114   -1,32   -1,15%
  • IDXQ30 111   -2,88   -2,52%

Sucor AM Perkuat Strategi Investasi, Kelola Dana Kelolaan Rp 47,22 Triliun


Kamis, 18 Juni 2026 / 12:46 WIB
Sucor AM Perkuat Strategi Investasi, Kelola Dana Kelolaan Rp 47,22 Triliun
ILUSTRASI. Sucor AM (Dok/Sucor AM)


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sucorinvest Asset Management (Sucor AM) terus memperkuat strategi investasi serta manajemen risiko guna menjaga kinerja portofolio dan meningkatkan kepercayaan investor dalam menghadapi dinamika pasar keuangan yang terus berubah. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menghadapi ketidakpastian global yang dipengaruhi oleh berbagai faktor makroekonomi.

Sucor AM secara konsisten melakukan analisis mendalam terhadap perkembangan arah suku bunga acuan, baik di tingkat domestik maupun global. Perubahan kebijakan moneter dari bank sentral utama, termasuk potensi penyesuaian suku bunga, menjadi salah satu faktor kunci yang diperhatikan dalam penyusunan strategi investasi.

Hingga akhir kuartal I/2026, total dana kelolaan (Asset Under Management/AUM) Sucor AM tercatat mencapai Rp47,22 triliun. Selain itu, jumlah investor aktif Sucor AM juga menunjukkan peningkatan yang solid dengan mencapai lebih dari 900.000 investor.

Direktur Investasi Sucor AM, Dimas Yusuf, mengatakan bahwa pertumbuhan tersebut turut didorong oleh berbagai faktor. “Peningkatan literasi keuangan, program investasi secara rutin, serta ekspansi jaringan distribusi menjadi pendorong utama pertumbuhan AUM dan investor Sucor AM pada kuartal I,” kata Dimas dalam keterangannya, Kamis (18/6/2026).

Baca Juga: Sucor AM Dukung Pengembangan Investasi Syariah

Sementara itu, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat Nilai Aktiva Bersih (NAB) industri reksa dana di Tanah Air tercatat mencapai Rp685,76 triliun hingga akhir Mei 2026, hanya susut 1,5% di tengah tekanan yang terjadi di pasar keuangan.

Dari sisi produk, reksa dana pasar uang menjadi salah satu kontributor utama terhadap kinerja positif Sucor AM. Di tengah kondisi pasar yang membuat investor cenderung bersikap wait and see, produk pasar uang dinilai tetap menarik karena menawarkan profil risiko dan volatilitas yang relatif lebih rendah, sekaligus menjaga likuiditas investor.

Dimas mengatakan, produk Sucorinvest Money Market Fund (SMMF) mampu mencatatkan kinerja 4,78% secara tahunan dan Sucorinvest Sharia Money Market Fund (SSMMF) mencatatkan kinerja 4,47% per 8 Juni 2026.

Tingginya minat investor terhadap SSMMF juga terlihat dari antusiasme pasar yang sempat membuat produk ini sold out, sehingga perusahaan melakukan penambahan unit penyertaan untuk mengakomodasi kebutuhan investor.

Baca Juga: IHSG Ambles 28%, Sucor Sekuritas Minta Investor Lebih Adaptif

Untuk reksa dana saham, Sucor AM akan tetap fokus pada pemilihan saham-saham dengan fundamental yang kuat dan valuasi yang relatif menarik. Sementara pada reksa dana pendapatan tetap dan sukuk, perusahaan menerapkan pengelolaan aktif melalui strategi manajemen durasi serta memperkuat analisis kualitas kredit dengan proses seleksi yang lebih ketat terhadap penerbit obligasi yang memiliki fundamental solid, profil risiko terukur, dan likuiditas memadai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×