kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.147   50,00   0,28%
  • IDX 5.373   -66,16   -1,22%
  • KOMPAS100 696   -6,74   -0,96%
  • LQ45 542   -4,89   -0,89%
  • ISSI 183   -3,13   -1,68%
  • IDX30 304   -2,05   -0,67%
  • IDXHIDIV20 401   -1,94   -0,48%
  • IDX80 80   -0,68   -0,84%
  • IDXV30 111   -0,79   -0,70%
  • IDXQ30 101   -0,36   -0,35%

Harga Minyak WTI & Brent Kompak Turun Lebih dari 2%, Harga WTI Bisa Jatuh ke US$ 95


Senin, 26 Oktober 2026 / 16:45 WIB
Harga Minyak WTI & Brent Kompak Turun Lebih dari 2%, Harga WTI Bisa Jatuh ke US$ 95
ILUSTRASI. Kawan Lama Solution Bidik Kebutuhan Teknologi Sektor Manufaktur (KONTAN/Leni Wandira)


Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) dihadapkan pada pelemahan lanjutan pada awal pekan ini.

Berdasarkan data Bloomberg Senin (26/10/2026) hingga pukul 16.40 WIB, harga minyak WTI turun 2,53% di level US$ 100,74 per barel. Sedangkan yang minyak jenis Brent turun 2,47% di level US$ 114,25 per barel. 

Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit mengatakan, ketidakmampuan harga untuk mendobrak level batas atas merupakan sinyal peringatan krusial bagi pelaku pasar dalam meraba arah pergerakan komoditas energi ini.

Berdasarkan analisis timeframe daily, area US$ 102,51–US$ 104,21 menjadi benteng pertahanan atas utama.

Baca Juga: Kapasitas EBT Bakal Bertambah, Analis Jagokan Saham TOBA dan PGEO

Kegagalan mempertahankan posisi di atas area ini (False Break) menunjukkan bahwa dorongan beli dari pelaku pasar mulai kehabisan bensin.

"Kegagalan bertahan di atas area US$ 102,51–US$ 104,21 memperbesar peluang koreksi, terutama apabila tekanan jual terus meningkat," ungkap Geraldo dalam keterangannya, Senin (26/10/2026).

Di sisi fundamental, dinamika harga masih terjebak dalam tarik-menarik sentimen. Ketegangan geopolitik yang memicu kekhawatiran atas gangguan distribusi pasokan memang menjadi katalis penahan harga agar tidak jatuh terlalu dalam.

Meski demikian, prospek pelemahan permintaan energi global membuat investor berhati-hati, sehingga sentimen geopolitik tersebut terbukti belum cukup kuat untuk melawan tekanan teknikal yang membayangi.

Merespons fluktuasi yang dipicu oleh sentimen yang saling bertolak belakang ini, dinamika harga pada level-level kunci akan sangat menentukan nasib pergerakan WTI ke depan.

"Penembusan yang valid di atas resistance dapat membuka peluang kenaikan lanjutan, sedangkan kegagalan berulang berpotensi mempertahankan tekanan bearish," imbuh Geraldo.

Geraldo menambahkan, prospek pergerakan WTI ke depan terancam membentuk pola ABC Correction.

Baca Juga: IHSG Ditutup Melemah 1,22% di Senin (26/10), Begini Proyeksi IHSG Dalam Sepekan

Selama harga belum mampu menembus area resistance secara meyakinkan, WTI diproyeksikan akan bergerak menuju zona support pertama di level US$ 97,65.

Jika tekanan jual terus berlanjut, pelemahan harga dapat terseret lebih dalam menuju US$ 95,25.

Sebagai katalis perubahan momentum, pelaku pasar juga perlu mencermati level US$ 101; apabila level ini berhasil ditembus dan dipertahankan secara valid, prospek bearish yang ada perlu dievaluasi kembali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×