Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada awal perdagangan Senin (26/10/2026), meski sempat berupaya bangkit ke zona hijau.
Pergerakan IHSG berlangsung di tengah sikap hati-hati investor terhadap bursa Asia dan penantian terhadap sejumlah agenda bank sentral serta laporan kinerja emiten teknologi global.
Mengutip data RTI pada pukul 09.10 WIB, IHSG turun 0,18% atau 9,586 poin ke level 5.429,672. Sebanyak 275 saham melemah, 264 saham menguat, dan 204 saham bergerak stagnan.
Baca Juga: Perketat Pengawasan, BEI Bakal Rilis Laporan Indikasi Investigasi
Total volume perdagangan mencapai 2,9 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp 1 triliun.
Dari sisi sektoral, lima indeks sektor melemah pada perdagangan pagi. IDX-Techno mencatat penurunan terdalam sebesar 0,91%, disusul IDX-Infra yang turun 0,61% dan IDX-Finance melemah 0,54%.
Di jajaran saham LQ45, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) menjadi salah satu saham dengan penurunan terbesar, yakni 2,39% ke Rp 340. Saham PT Indosat Tbk (ISAT) turun 1,68% ke Rp 1.755, sedangkan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) melemah 1,35% ke Rp 1.100.
Sebaliknya, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) memimpin penguatan saham LQ45 dengan kenaikan 4,90% ke Rp 535. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) naik 2,16% ke Rp 1.420, sementara PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menguat 1,79% ke Rp 1.425.
Baca Juga: Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 18.084 Per Dolar AS Hari Ini (26/10), Asia Mixed
Tekanan di pasar domestik sejalan dengan pergerakan bursa Asia yang cenderung berhati-hati.
Investor mencermati koreksi harga minyak dunia dari level tertinggi dalam enam bulan terakhir, sekaligus menunggu pertemuan bank sentral dan laporan keuangan perusahaan teknologi besar yang akan menguji optimisme terhadap sektor kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Melansir Reuters, Indeks Nikkei Jepang melemah 0,8% pada awal perdagangan setelah terkoreksi 4% sepanjang pekan lalu. Indeks saham Korea Selatan turun 0,4%, sehingga pelemahannya sejak awal bulan mendekati 19%. Sementara itu, indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang terkoreksi 0,1%.
Di pasar berjangka Amerika Serikat (AS), kontrak S&P 500 dan Nasdaq masing-masing naik 0,2%. Kontrak EURO STOXX 50 di Eropa menguat 0,2%, sedangkan DAX naik 0,1%.
Sebelumnya, IHSG ditutup menguat 0,95% ke level 5.439,26 pada Jumat (23/10/2026), bertambah 51,35 poin dan bergerak dalam rentang 5.366 hingga 5.455.
Penguatan tersebut berlangsung di tengah respons positif pasar terhadap rencana reformasi pasar modal.
Baca Juga: Daftar Harga Emas Antam Hari Ini (26/10): Tak Bergerak di Level Rp 2.540.000 Per Gram
Salah satu kebijakan yang menjadi perhatian adalah rencana Bursa Efek Indonesia (BEI) mengecualikan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC) dari perhitungan IHSG mulai 2 November 2026.
Meski demikian, ketidakpastian terkait Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan tekanan pasar global masih membayangi pergerakan indeks.
Investor juga mencermati stabilitas rupiah, arus dana asing, serta tindak lanjut reformasi pasar modal oleh BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Mengutip data Sajian Pagi Menu Trading (SAPA MENTARI) BRI Danareksa Sekuritas, pelaku pasar juga menantikan keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) dan konferensi pers Ketua The Fed Jerome Powell pada 29 Oktober 2026.
Konsensus dalam kalender ekonomi yang dipantau memperkirakan bank sentral AS mempertahankan suku bunga di level 4,00%.
Baca Juga: Bursa Asia Bergerak Hati-hati, Harga Minyak Brent Turun dari Level Tertinggi 6 Bulan
Sentimen lainnya datang dari harga minyak mentah Brent yang mencapai sekitar US$ 114 per barel akibat eskalasi geopolitik.
Perkembangan harga energi dan dampaknya terhadap inflasi turut menjadi perhatian investor dalam menilai arah kebijakan moneter dan prospek pasar saham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














