kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 18.057   23,00   0,13%
  • IDX 4.997   -188,50   -3,64%
  • KOMPAS100 631   -26,97   -4,10%
  • LQ45 488   -20,09   -3,95%
  • ISSI 172   -7,03   -3,92%
  • IDX30 273   -10,40   -3,67%
  • IDXHIDIV20 357   -9,37   -2,56%
  • IDX80 72   -3,02   -4,00%
  • IDXV30 101   -1,50   -1,47%
  • IDXQ30 90   -3,25   -3,49%

Harga Minyak WTI Turun 1,80%, Simak Level Support dan Resistance


Senin, 19 Oktober 2026 / 15:11 WIB
Harga Minyak WTI Turun 1,80%, Simak Level Support dan Resistance
ILUSTRASI. Harga minyak WTI turun 1,80% ke US$ 99,58 per barel. Simak analisis teknikal, level support US$ 96,70, dan resistance US$ 106,76. (REUTERS/Eli Hartman)


Reporter: Vivit Dewi | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bergerak melemah pada perdagangan Senin (19/10/2026), di tengah ketidakpastian pasokan minyak global dan risiko geopolitik di Timur Tengah. Meski demikian, peluang penguatan harga masih terbuka apabila minyak WTI mampu mempertahankan level support penting.

Berdasarkan data Bloomberg, harga WTI berada di US$ 99,58 per barel pada pukul 14.40 WIB, turun 1,80% dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Pergerakan harga minyak saat ini dipengaruhi oleh tarik-menarik sentimen dari sisi pasokan. Peluang bertambahnya pasokan energi dari Rusia berpotensi menekan harga, sementara risiko gangguan distribusi minyak melalui Selat Hormuz dan ketegangan di Timur Tengah masih dapat membatasi pelemahan.

Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit menilai, secara teknikal, peluang penguatan harga WTI masih terbuka. Pasalnya, harga minyak sebelumnya berhasil menembus level resistance minor pada grafik mingguan, yang mengindikasikan momentum kenaikan berpotensi berlanjut.

Baca Juga: Rupiah Spot Ditutup Melemah 0,11% ke Rp 18.046 per Dolar AS pada Senin (19/10)

“Area US$ 96,70 menjadi level penting yang perlu diperhatikan. Selama harga mampu bertahan di atas support tersebut, WTI masih berpeluang melanjutkan penguatan untuk menguji resistance berikutnya di US$ 106,76,” ujar Geraldo dalam keterangannya, Senin (19/10/2026).

Geraldo bilang, harga WTI berpotensi mengalami koreksi terlebih dahulu untuk menguji area US$ 96,70 sebelum kembali melanjutkan kenaikan. Namun, apabila harga menembus ke bawah level tersebut, momentum bullish berisiko melemah sehingga prospek penguatan perlu dievaluasi kembali.

Dari sisi fundamental, pelonggaran sementara sejumlah sanksi Amerika Serikat terhadap Rusia menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pelaku pasar. Kebijakan tersebut membuka peluang peningkatan pasokan bahan bakar Rusia ke pasar global, yang berpotensi menambah tekanan terhadap harga minyak mentah.

Tekanan terhadap harga dapat meningkat apabila tambahan pasokan masuk ketika permintaan global belum cukup kuat untuk menyerapnya. Situasi ini berpotensi membatasi kenaikan harga, meskipun indikator teknikal masih menunjukkan peluang penguatan WTI.

Di sisi lain, risiko gangguan distribusi energi melalui Selat Hormuz tetap menjadi perhatian pasar. Jalur pelayaran strategis tersebut memiliki peran penting dalam perdagangan minyak global. Apabila distribusi terganggu, kekhawatiran terhadap ketersediaan pasokan dapat meningkat dan menjadi faktor penopang harga minyak.

Baca Juga: OJK-BEI Bertemu MSCI pada Senin (19/10), Mirae: Reformasi Tak Cukup Hanya Sanksi

Geraldo menyebut, perkembangan kedua sentimen tersebut perlu dicermati untuk melihat arah pergerakan harga minyak selanjutnya.

“Tambahan pasokan dari Rusia berpotensi menekan harga, tetapi risiko gangguan distribusi melalui Selat Hormuz dan ketegangan di Timur Tengah masih bisa menjadi penopang. Karena itu, perkembangan fundamental perlu diperhatikan bersamaan dengan kemampuan harga mempertahankan support US$ 96,70,” jelasnya.

Dengan demikian, arah pergerakan harga WTI dalam waktu dekat akan bergantung pada perkembangan pasokan minyak global dan risiko geopolitik. Apabila tekanan jual mereda dan harga mampu bertahan di atas US$ 96,70 per barel, peluang untuk menguji resistance US$ 106,76 masih terbuka.

Sebaliknya, peningkatan pasokan yang tidak diimbangi permintaan memadai berpotensi membatasi kenaikan harga minyak. Pelaku pasar perlu mencermati perkembangan fundamental sekaligus pergerakan harga di sekitar level support dan resistance tersebut untuk mengantisipasi perubahan tren.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×