kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.695.000   18.000   0,67%
  • USD/IDR 17.887   62,00   0,35%
  • IDX 6.450   47,94   0,75%
  • KOMPAS100 831   1,62   0,20%
  • LQ45 631   -1,25   -0,20%
  • ISSI 227   4,63   2,08%
  • IDX30 352   -1,25   -0,35%
  • IDXHIDIV20 429   -1,46   -0,34%
  • IDX80 95   0,08   0,09%
  • IDXV30 119   0,94   0,79%
  • IDXQ30 112   -0,32   -0,28%

ENRG Berpeluang Lanjutkan Kinerja Positif Hingga Akhir 2026, Cek Rekomendasinya


Selasa, 18 Agustus 2026 / 18:42 WIB
ENRG Berpeluang Lanjutkan Kinerja Positif Hingga Akhir 2026, Cek Rekomendasinya
ILUSTRASI. Energi Mega Persada, ENRG (DOK/Energi Mega Persada)


Reporter: Dimas Andi | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID- JAKARTA. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mampu meraup kinerja keuangan positif sepanjang semester I-2026. Hal ini dipengaruhi efek kenaikan harga minyak dan gas dunia sejak awal tahun.

Pada semester I-2026, ENRG mencatat peningkatan penjualan bersih sebesar 19% year on year (yoy) menjadi US$ 283,37 juta. Bersamaan dengan itu, ENRG meraih kenaikan EBITDA sebesar 25% yoy menjadi US$ 186,28 juta. Emiten produsen migas milik Grup Bakrie ini juga mencatat kenaikan laba bersih sebesar 27% yoy menjadi US$ 45,23 juta. 

Chief Executive Officer & Presiden Direktur Energi Mega Persada Syailendra S. Bakrie, mengatakan, ENRG membukukan kinerja keuangan yang solid pada semester I-2026, didukung oleh kontribusi yang berkelanjutan dari portofolio aset yang telah berproduksi serta peningkatan pendapatan perusahaan. 

Baca Juga: ETF Emas Makin Diminati, Investor Perlu Waspadai Risiko Volatilitas

"Di masa mendatang, kami akan tetap fokus untuk mengoptimalkan aset yang sudah ada, melanjutkan berbagai inisiatif pertumbuhan, serta menjaga disiplin dalam pelaksanaan di lapangan untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan," ujar dia dalam keterangan resmi, Selasa (18/8).

Secara terpisah, Senior Market Analyst Mirae Asset Nafan Aji Gusta memperkirakan, tren pertumbuhan kinerja ENRG masih berpotendi berlanjut pada semester II-2026, mengingat emiten tersebut berada dalam fase ekspansi produksi dan pengembangan aset migas.

"Katalis fundamental utamanya adalah peningkatan produksi dan monetisasi cadangan migas, khususnya gas," ujar dia, Selasa (18/8).

Alhasil, jika investasi pengembangan sumur, optimalisasi lifting dan produksi, serta monetisasi aset berjalan sesuai rencana, maka ENRG berpotensi meraih pendapatan dan EBITDA yang lebih kuat.

Di atas kertas, sentimen positif yang dapat memengaruhi kelangsungan usaha dan kinerja ENRG hingga akhir tahun nanti antara lain peningkatan produksi minyak dan gas, dominasi gas yang mampu memberikan visibilitas pendapatan relatif baik karena sebagian besar dijual melalui kontrak jangka panjang, serta pengembangan dan eksplorasi aset untuk meningkatkan cadangan serta masa produksi.

Di sisi lain, volatilitas harga minyak dan gas, risiko kenaikan capex dan biaya pengembangan, serta risiko eksekusi proyek dan penundaan peningkatan produksi patut diwaspadai oleh ENRG.

"Di samping itu, apabila ekspansi dibiayai terlalu agresif dengan utang, maka kenaikan beban bunga dapat mengurangi pertumbuhan laba bersih," imbuh dia.

Baca Juga: Risiko Gagal Bayar, Pefindo Pangkas Rating ADHI Jadi idB dengan CreditWatch Negatif

Untuk memaksimalkan potensi pertumbuhan kinerja, ENGR perlu mempercepat pengembangan aset yang sudah terbukti produktif sehingga pertumbuhan produksi dapat lebih cepat dikonversikan menjadi pertumbuhan pendapatan dan EBITDA.

Selain itu, ENRG perlu memperkuat aktivitas eksplorasi dan pergantian cadangan. Pasalnya, bagi perusahaan hulu migas, pertumbuhan produksi harus diimbangi dengan penambahan cadangan agar pertumbuhan tidak hanya bersifat jangka pendek. 

ENRG juga diharapkan dapat melakukan akuisisi aset secara selektif, terutama aset gas yang memiliki cadangan besar, profil produksi yang jelas, serta dapat segera menghasilkan arus kas.

Tak ketinggalan, emiten ini mesti memperkuat deleveraging dan penciptaan arus kas bebas. Hal ini penting lantaran pasar biasanya memberikan valuasi lebih tinggi kepada emiten migas yang mampu meningkatkan produksi sekaligus menjaga neraca tetap sehat.

Lantas, Nafan merekomendasikan add saham ENRG dengan target harga saham Rp 1.860 per saham.

Di lain pihak, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, posisi saham ENRG saat ini masih berada di fase downtrend dalam jangka pendek yang disertai dengan adanya tekanan jual. Indikator MACD dan Stochastic tampak melandai di area netralnya. Dia pun merekomendasikan speculative buy dengan support di level Rp 1.205 per saham dan resistance di level Rp 1.300 per saham serta target harga di kisaran Rp 1330-Rp 1.380 per saham.

Baca Juga: Basis Pendapatan Terdiversifikasi, Begini Prospek Kinerja Astra (ASII)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×