Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memangkas peringkat General Obligation (GO) PT Adhi Karya Tbk (ADHI). Pefindo juga menurunkan peringkat Obligasi Berkelanjutan (SR Bond) III dan IV. Pefindo mengganjar peringkat Adhi Karya dari idBB menjadi idB.
Tak hanya menurunkan peringkat, Pefindo dalam riset pada 18 Agustus 2026 juga menetapkan status CreditWatch dengan Implikasi Negatif (C.W. Negative) untuk peringkat ADHI. Pemeringkatan tersebut berlaku mulai 14 Agustus 2026 hingga 14 November 2026.
Penurunan peringkat ini menjadi sinyal semakin besarnya tekanan terhadap kemampuan ADHI memenuhi kewajiban utangnya. Pefindo mengambil langkah tersebut setelah rapat pemegang obligasi menolak usulan penundaan pembayaran (moratorium) untuk Obligasi Berkelanjutan III Seri B dan Obligasi Berkelanjutan IV Seri B. Kedua obligasi tersebut dijadwalkan jatuh tempo pada 24 Agustus 2026.
Baca Juga: Indeks Dolar AS di Bawah 100, Simak Prospek Mata Uang Asia hingga Akhir 2026
Analis Pefindo William Siregar dalam riset menilai penolakan terhadap moratorium meningkatkan risiko ADHI tidak mampu memenuhi pembayaran kupon maupun pokok obligasi yang akan jatuh tempo. Kondisi tersebut berpotensi berkembang menjadi gagal bayar aktual (actual payment default) apabila perusahaan tidak dapat memenuhi kewajibannya pada waktunya.
Dalam penilaiannya, Pefindo juga mempertimbangkan sejumlah tekanan fundamental yang membayangi ADHI. Faktor tersebut meliputi tingginya tingkat utang atau leverage, risiko dalam eksekusi proyek, serta kondisi lingkungan bisnis yang semakin menantang.
Penurunan peringkat dari idBB menjadi idB menunjukkan memburuknya kapasitas ADHI dalam memenuhi komitmen keuangannya sekaligus meningkatnya risiko kredit perusahaan.
Penurunan terbaru tersebut melanjutkan tren pelemahan peringkat kredit ADHI sepanjang 2026.
Pada Maret 2025, Pefindo masih memberikan peringkat idA- dengan outlook Stable kepada ADHI. Peringkat tersebut kemudian tetap berada di level idA- pada Maret 2026, tetapi outlook berubah menjadi CreditWatch dengan Implikasi Negatif.
Pada Juni 2026, PEFINDO menurunkan peringkat ADHI menjadi idA- dengan outlook Negative. Sebulan kemudian, pada Juli 2026, peringkat kembali dipangkas menjadi idBB dengan status C.W. Negative.
Kini, pada Agustus 2026, peringkat ADHI kembali turun satu tingkat menjadi idB, juga dengan status C.W. Negative.
Dengan jatuh tempo obligasi pada 24 Agustus 2026 yang semakin dekat, kemampuan ADHI memenuhi kewajiban pembayaran menjadi perhatian utama. Status CreditWatch dengan Implikasi Negatif juga menunjukkan masih terbukanya kemungkinan perubahan peringkat lebih lanjut bergantung pada perkembangan kondisi keuangan dan penyelesaian kewajiban utang perusahaan.
Per 30 Juni 2026, saham ADHI dimiliki PT Danantara Aset Management sebanyak 64,3% dan sisanya dimiliki publik.
Baca Juga: Harga Emas Terkoreksi Lagi, Analis Ungkap Level Support Berikutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
