kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.940   27,00   0,15%
  • IDX 6.049   12,19   0,20%
  • KOMPAS100 778   0,76   0,10%
  • LQ45 596   0,65   0,11%
  • ISSI 210   0,16   0,08%
  • IDX30 332   0,84   0,25%
  • IDXHIDIV20 424   0,96   0,23%
  • IDX80 89   0,06   0,07%
  • IDXV30 115   0,20   0,18%
  • IDXQ30 108   0,27   0,25%

Data Pekerja AS Lemah, Yield SUN 10 Tahun Proyeksi 7,10%-7,25%


Senin, 05 Oktober 2026 / 09:42 WIB
Data Pekerja AS Lemah, Yield SUN 10 Tahun Proyeksi 7,10%-7,25%
ILUSTRASI. Karyawan sekuritas memantau pasar modal (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar Surat Utang Negara (SUN) diperkirakan mendapat angin segar pada awal pekan ini, didorong oleh rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang jauh lebih lemah dari ekspektasi.

Economist & Fixed Income Analyst MNC Sekuritas Ridwan Adi Gunawan menilai melambatnya data tenaga kerja tersebut meredakan kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga The Fed pada bulan Oktober, yang pada gilirannya memberikan sentimen positif bagi pergerakan imbal hasil obligasi domestik.

Wall Street mencatatkan rebound pada penutupan Jumat lalu. Kenaikan ini dipimpin oleh indeks Nasdaq setelah laporan payrolls AS bulan September memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga acuan.

Baca Juga: Penerbitan Obligasi Korporasi Mayoritas Tenor Pendek, Ini Sektor Paling Dominan

Tercatat, nonfarm payrolls AS bulan September hanya bertambah sebesar 29.000, berada jauh di bawah angka konsensus yang memproyeksikan kenaikan 90.000.

Di saat yang sama, tingkat pengangguran AS secara tak terduga naik 0,1 poin persentase menjadi 4,2%, memberikan sinyal pelemahan lebih lanjut pada kondisi pasar tenaga kerja negara tersebut.

Dari dalam negeri, pergerakan SUN ditutup dengan penawaran front-end yang jelas pada akhir pekan lalu, di mana yield tenor 1 hingga 4 tahun turun 2-5 basis poin akibat minat beli yang berkelanjutan.

Kondisi front end tersebut diuntungkan oleh inflasi inti yang lebih lunak serta penurunan yield US Treasury pasca rilis data pekerja AS.

Sentimen positif turut didukung oleh fundamental ekonomi riil, di mana Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia kembali berekspansi ke level 52,4 pada bulan September 2026 dari posisi 49,8, mencatatkan perbaikan bisnis terkuat sejak bulan Februari.

Baca Juga: Merdeka Copper (MDKA) Tawarkan Obligasi Rp4,12 Triliun, Kupon hingga 10%

Menurut Ridwan, pasar obligasi pemerintah akan merespons sentimen campuran namun cenderung positif.

"Mengingat perkembangan terkini di pasar global dan domestik, kami memperkirakan yield Indo-GB tenor 10 tahun akan diperdagangkan pada kisaran 7,10%-7,25% untuk hari ini," kata Ridwan dalam risetnya, Senin (5/10/2026).

Sebagai strategi bagi investor di tengah dinamika pasar saat ini, terdapat sejumlah obligasi yang memiliki likuiditas dan daya tarik tinggi.

Ridwan merekomendasikan beberapa seri Surat Berharga Negara (Indo-GB) yang atraktif untuk diperdagangkan pada hari ini, meliputi seri PBS030, FR0104, FR0110, FR00100, dan FR0106.

Baca Juga: Bisnis KISI Tumbuh, Rekening Saham Naik 49% dan Transaksi Obligasi Melonjak 128%

Sebelumnya, aktivitas perdagangan tertinggi didominasi oleh seri FR0109, PBS003, dan PBS030 yang masing-masing mencatatkan nilai transaksi outright sebesar Rp 7,08 triliun, Rp 3,20 triliun, dan Rp 2,72 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×