kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45921,09   1,58   0.17%
  • EMAS1.350.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Volume Transaksi ICDX Meningkat, Komoditas Emas Jadi Favorit


Kamis, 14 Desember 2023 / 10:47 WIB
Volume Transaksi ICDX Meningkat, Komoditas Emas Jadi Favorit
ILUSTRASI. Volume Transaksi ICDX Meningkat, Komoditas Emas Jadi Favorit


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jumlah transaksi di Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) masih semarak. Sejak awal tahun ini hingga November 2023, total transaksi industri perdagangan berjangka komoditi mencapai 5,76 juta lot.

Jumlah tersebut tumbuh 12,81% dibandingkan dengan total transaksi setahun penuh 2022 yang sebanyak 5,11 juta lot. Transaksi multilateral selama tahun 2023 ini meningkat 56,33% dibandingkan jumlah di tahun 2022. Notional value transaksi multilateral pada periode tersebut antara Rp 7 triliun–Rp 26 triliun.

Sementara itu, transaksi di sistem perdagangan alternatif (SPA) naik 2,61%, secara tahunan menjadi 4,25 juta lot. Notional value untuk transaksi SPA mencapai Rp 641 triliun sampai Rp 915 triliun. Untuk tahun 2024 mendatang, ICDX memproyeksi, total transaksi industri perdagangan berjangka komoditi akan tumbuh 25%.

Baca Juga: Harga Emas Naik Setelah The Fed Beri Sinyal Penurunan Suku Bunga di 2024

Direktur Utama ICDX, Nursalam mengatakan, emas menjadi komoditas yang paling banyak ditransaksikan. Porsi transaksi di pasar multilateral mencapai 52,35% dan di SPA sebesar 59,04%.

Lalu, komoditas yang menempati urutan kedua paling banyak ditransaksikan di pasar multilateral adalah currency sebesar 43,51%. Sedangkan di SPA, posisi itu ditempati foreign exchange (forex) sebesar 25,57%.

Nursalam menilai, emas menjadi favorit karena pelaku pasar lebih mudah untuk memahami perdagangan dan pergerakan harga emas. Safe haven ini juga lebih aman untuk disimpan.

Harganya juga naik luar biasa di tahun 2023 karena ketidakpastian politik global. "Saat volatilitas tinggi, orang lebih senang untuk trading, sebab lebih mudah mencari gain-nya karena ada pergerakan harga yang signifikan," ujarnya, Rabu (13/12).

Baca Juga: Harga Minyak Mentah Tertekan, Simak Prediksi Tahun 2024

Board Member ICDX Group Fajar Wibhiyadi mengatakan, harga emas sempat menyentuh harga tertinggi sepanjang sejarah di US$ 2.148 per ons troi pada Rabu (4/12). Sentimen tercapainya rekor harga emas ini berasal dari kapal angkatan laut Amerika Serikat (AS) yang masuk secara ilegal di perairan yang berdekatan dengan Second Thomas Shoal, Laut China Selatan.

"Sementara sepanjang 2023, harga emas berfluktuasi akibat kebijakan suku bunga The Fed yang agresif," ucap Fajar.

Di tahun 2024, ICDX memprediksi emas tetap akan menjadi komoditas andalan dan favorit para trader. Research and Development ICDX, Girta Yoga mengatakan, kinerja dollar AS mempengaruhi pergerakan harganya. Jika dollar AS melemah, maka harga emas akan naik, begitu juga sebaliknya.

Baca Juga: Ini Emiten Konglomerasi yang Rajin Ekspansi di Tahun 2023

Saat ini, kebijakan suku bunga The Fed berada pada kisaran 5,25%-5,5%. Dalam dot plot FOMC pada pertemuan September untuk tahun 2024, mayoritas anggota Federal Open Market Committee (FOMC) melihat suku bunga The Fed akan berada di bawah 5,5% sehingga berpotensi memicu pelemahan dollar AS yang pada akhirnya menaikkan harga emas.

Yoga memprediksi, harga emas di akhir tahun 2023 mempunyai resistance di US$ 2.000–US$ 2.050 per ons troi dan support di US$ 1.950–US$ 1.900 per ons troi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×