kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Usai diakuisisi, Solusi Bangun Indonesia (SMCB) gencarkan promosi semen merek Dynamix


Selasa, 15 Oktober 2019 / 13:43 WIB
ILUSTRASI. Pabrik Semen PT. Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB), dahulu bernama semen cibinong lalu semen holcim. telah resmi mengganti merek semen Holcim menjadi Dynamix pada 27 September 2019 silam.


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Tendi Mahadi

Beberapa kota yang telah disambangi SMCB antara lain Bogor, Yogyakarta, dan Surakarta. Ke depan, SMCB berencana menggelar roadshow di kota besar lainnya seperti Jakarta, Tasikmalaya, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, hingga Kupang.

Selain dengan metode promosi langsung ke lapangan. SMCB juga melakukan promosi lewat media-media mainstream seperti memasang iklan di televisi.

Meski demikian, Agung masih enggan membeberkan terkait biaya promosi merek baru ini. “Yang terpenting kami iklankan secara rutin sehingga impact-nya cukup,” sambungnya.

Baca Juga: Indosat (ISAT) jual 3.100 menara ke Mitratel dan Protelindo Rp 6,39 triliun

SMCB pun saat ini tengah berfokus untuk mendistribusikan semen Dynamix ke seluruh Indonesia. Namun menurut Agung untuk saat ini pangsa pasar terbesar masih berpusat di Pulau Jawa. “Karena memang pabrik kami ada di Pulau Jawa seperti di Tuban, Cilacap, dan Narogong (Bogor),” lanjutnya.

Sementara itu, SMCB memutuskan untuk tidak mengganti nama merek semen Andalas. Hal ini karena manajemen menimbang semen Andalas telah memiliki pengaruh yang cukup kuat di pasar lokal.

Untuk diketahui, semen Andalas merupakan semen yang diproduksi PT Solusi Bangun Andalas yang dulunya bernama PT Lafarge Cement Indonesia (LCI). Pergantian nama ini juga tidak lepas dari akuisisi PT Holcim Indonesia oleh SMGR.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×