kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -1.000   -0,04%
  • USD/IDR 17.876   21,00   0,12%
  • IDX 6.277   -107,68   -1,69%
  • KOMPAS100 821   -13,16   -1,58%
  • LQ45 626   -8,68   -1,37%
  • ISSI 216   -5,69   -2,56%
  • IDX30 347   -5,77   -1,63%
  • IDXHIDIV20 433   -6,98   -1,59%
  • IDX80 94   -1,46   -1,53%
  • IDXV30 119   -2,04   -1,69%
  • IDXQ30 112   -1,71   -1,50%

Strategi Menata Portofolio Investasi di Era Suku Bunga Tinggi


Rabu, 23 September 2026 / 05:10 WIB
Strategi Menata Portofolio Investasi di Era Suku Bunga Tinggi
ILUSTRASI. IHSG Melemah-Suasana di BRI Danareksa Sekuritas, Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Noverius Laoli

Melvin menyarankan investor membagi portofolio berdasarkan profil risiko. Investor konservatif dapat menempatkan 30% pada aset likuid, 50% aset penghasil cash flow dan 20% aset untuk capital gain. 

Investor moderat dapat menggunakan komposisi 30% likuiditas, 35% cash flow dan 35% capital gain. Sementara investor agresif dapat menempatkan 30% likuiditas, 20% cash flow dan 50% capital gain. 

Baca Juga: Kinerja Emiten Properti Masih Tertekan di Era Suku Bunga Tinggi

Aset likuid mencakup reksadana pasar uang, deposito dan emas. Sumber cash flow dapat berasal dari dividen saham, obligasi pemerintah dan korporasi, sedangkan capital gain dapat dikejar melalui saham, reksadana, bitcoin dan DPLK.

Investor juga disarankan mempertahankan kas sekitar 10%–20% sebagai amunisi saat terjadi koreksi.

Menurut Melvin, arah kebijakan The Fed dan BI perlu menjadi perhatian. Perubahan menuju kebijakan lebih dovish dapat menjadi pertimbangan memperpanjang tenor obligasi.

Di saham, investor perlu mencermati leverage emiten karena utang berbunga besar berisiko menekan laba saat bunga tinggi.

Arus dana asing, rupiah dan yield US Treasury juga perlu dipantau. Sementara pada obligasi korporasi, kualitas kredit dan tenor menjadi faktor penting, dengan peringkat minimal A atau AAA dapat dipertimbangkan untuk menekan risiko gagal bayar.

Baca Juga: Strategi Atur Portofolio di Tengah Suku Bunga Tinggi, Investor Perlu Jaga Likuiditas

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, alokasi aset harus disesuaikan dengan tujuan investasi, horizon waktu dan profil risiko.

Investor dengan horizon panjang dan toleransi risiko tinggi dapat mempertimbangkan saham berfundamental baik saat valuasinya menarik. Sebaliknya, investor dengan toleransi risiko rendah dapat memperbesar obligasi dan deposito.

“Semua jenis investasi boleh dimasukkan, emas, saham, obligasi, deposito, valuta asing. Hanya saja yang membuatnya berbeda adalah berapa persen dari masing-masing alokasi tersebut.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×