kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -1.000   -0,04%
  • USD/IDR 17.876   0,00   0,00%
  • IDX 6.277   -107,68   -1,69%
  • KOMPAS100 821   -13,16   -1,58%
  • LQ45 626   -8,68   -1,37%
  • ISSI 216   -5,69   -2,56%
  • IDX30 347   -5,77   -1,63%
  • IDXHIDIV20 433   -6,98   -1,59%
  • IDX80 94   -1,46   -1,53%
  • IDXV30 119   -2,04   -1,69%
  • IDXQ30 112   -1,71   -1,50%

Kuota Produksi Naik, Harga Saham Tambang Ini Malah Turun, Investor Pilih Beli / Jual?


Rabu, 23 September 2026 / 07:21 WIB
Kuota Produksi Naik, Harga Saham Tambang Ini Malah Turun, Investor Pilih Beli / Jual?
ILUSTRASI. Kuota Produksi Naik, Harga Saham Tambang Ini Malah Turun, Investor Pilih Beli / Jual?


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID  – JAKARTA. Harga saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) anjlok di tengah kondisi pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang tertekan. Apakah pelemahan harga saham ITMG ini menjadi waktu yang tepat untuk beli atau jual? 

Pada perdagangan Selasa (22/9/2026), saham ITMG ditutup pada level Rp25.300, susut 825 poin atau 3,16% dalam sehari. Pelemahan ini terjadi bersamaan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turun 107,68 poin atau 1,69% ke Rp 6.277,04.

Penurunan harga saham ITMG tidak sejalan dengan prospek bisnis perusahaan yang diprediksi semakin cerah seiring persetujuan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang meningkatkan kuota produksi perseroan menjadi sekitar 23 juta ton.

Kuota tersebut sedikit lebih tinggi dari target produksi ITMG sepanjang 2026 yang berada di kisaran 22 juta ton hingga 22,9 juta ton. Persetujuan revisi RKAB tersebut diterima ITMG pada Agustus 2026 setelah diajukan pada Juli.

Dengan demikian, perhatian pasar kini beralih pada kemampuan ITMG merealisasikan produksi dan penjualan hingga akhir tahun.

Baca Juga: Harga Rp 173, Saham Ini Siap Beri Dividen dengan Yield Di Atas Bunga Deposito BCA

Produksi ITMG Perlu Digenjot

Hingga semester I-2026, produksi batubara ITMG mencapai 9,9 juta ton atau turun sekitar 5% secara tahunan. Namun, produksi pada kuartal II-2026 mencapai 5,3 juta ton, meningkat 13% dibandingkan kuartal sebelumnya.

Di sisi lain, penjualan batubara justru meningkat sekitar 5% secara tahunan menjadi 12,3 juta ton. Harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) juga naik sekitar 4% menjadi US$81 per ton dari US$78 per ton pada semester I-2025.

Dari sisi keuangan, pendapatan ITMG pada semester I-2026 mencapai sekitar US$1 miliar, tumbuh 9% secara tahunan. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai US$106 juta.

Kinerja tersebut menunjukkan bahwa peningkatan volume penjualan dan ASP masih mampu menopang pertumbuhan pendapatan serta laba meski produksi semester pertama mengalami penurunan.

Baca Juga: Beli Saham Ini, Bos Triv & Andry Hakim Raih Potensi Keuntungan Hampir Rp 112 Miliar

Harga Batubara Jadi Faktor Penting

Selain realisasi produksi, pergerakan harga batubara tetap menjadi faktor penting bagi kinerja ITMG.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan Harga Batubara Acuan (HBA) periode kedua September 2026 untuk batubara kalori tinggi 6.322 kcal/kg GAR sebesar US$123,54 per ton. Angka tersebut turun dari US$126,87 per ton pada periode pertama September.

Pelemahan harga acuan tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu dicermati karena harga komoditas berpengaruh terhadap ASP dan margin bisnis batubara ITMG.

Di sisi lain, pelemahan rupiah terhadap dolar AS secara teoritis dapat memberikan dampak positif terhadap pendapatan ITMG karena sebagian besar transaksi perseroan menggunakan dolar AS.

Tonton: Rumah Subsidi di Tanah Negara: Solusi atau Masalah Baru?

Risiko Biaya dan Logistik Masih Membayangi

ITMG juga menghadapi sejumlah risiko operasional hingga akhir tahun.

Kenaikan biaya penambangan dan pengangkutan menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan, terutama jika nisbah kupas atau strip ratio meningkat dan biaya bahan bakar mengikuti pergerakan harga minyak dunia.

Selain itu, kendala logistik, keterbatasan kapasitas muatan tongkang, kewajiban domestic market obligation (DMO), pelemahan permintaan global, serta potensi kenaikan beban fiskal dan royalti dapat memengaruhi kinerja perseroan.

UBS Sekuritas juga menilai persetujuan RKAB 2026 merupakan perkembangan positif, tetapi visibilitas terhadap tambahan kuota produksi ITMG pada 2027-2028 masih terbatas.

Atas pertimbangan tersebut, UBS memangkas proyeksi compound annual growth rate (CAGR) volume produksi ITMG periode 2025-2028 menjadi 2% dari sebelumnya 6%.

Tonton: 70% Modal Swasta, Pemerintah Kejar Pabrik Etanol untuk Tekan Impor BBM

ITMG Perluas Bisnis Energi

Di luar bisnis batubara, ITMG terus mengembangkan portofolio energi terbarukan.

Hingga kuartal II-2026, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang telah dikontrak ITMG mencapai 152 MWp. Dari jumlah tersebut, kapasitas yang telah beroperasi mencapai 86 MWp.

Ekspansi energi terbarukan tersebut diperkirakan belum memberikan kontribusi material terhadap laba ITMG pada 2026. Namun, bisnis tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan melakukan diversifikasi sumber pendapatan dalam jangka panjang.

Baca Juga: Harga Rp 173, Saham Ini Siap Beri Dividen dengan Yield Di Atas Bunga Deposito BCA

Proyeksi Kinerja ITMG 2026

Research Analyst KB Valbury Sekuritas Adolf RB Setiadi memproyeksikan pendapatan ITMG pada 2026 mencapai US$2,08 miliar, meningkat 10,5% dibandingkan realisasi 2025 sebesar US$1,88 miliar.

Sementara itu, laba bersih ITMG diproyeksikan mencapai US$223 juta atau tumbuh 16,8% dari US$191 juta pada 2025.

Dari sisi produksi, Adolf memperkirakan produksi batubara ITMG sepanjang 2026 mencapai sekitar 21,9 juta ton. Estimasi tersebut masih sedikit di bawah panduan produksi perseroan sebesar 22 juta ton-22,9 juta ton.

Tonton: IHSG Anjlok Hari ini, Berikut 10 Saham LQ45 dengan PER Terendah & Tertinggi (22 September 2026).

Target Harga Saham ITMG

Sejumlah analis memberikan target harga yang berbeda untuk saham ITMG.

KB Valbury Sekuritas mempertahankan target harga ITMG di Rp29.300 per saham. Sementara itu, UBS Sekuritas menaikkan target harga ITMG menjadi Rp30.000 dari sebelumnya Rp28.000 per saham. Kedua target tersebut disertai rekomendasi beli dari masing-masing analis.

Adapun Nafan Aji Gusta dari Mirae Asset Sekuritas memilih sikap wait and see terhadap saham ITMG.

Perbedaan pandangan tersebut menunjukkan bahwa pasar masih mencermati sejumlah faktor, terutama realisasi produksi, harga batubara, biaya operasional, serta perkembangan kuota produksi pada tahun-tahun berikutnya.



 

BREAKING NEWS! KPK BONGKAR KORUPSI DI BOLAANG MONGONDOW UTARA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×