kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -1.000   -0,04%
  • USD/IDR 17.876   21,00   0,12%
  • IDX 6.277   -107,68   -1,69%
  • KOMPAS100 821   -13,16   -1,58%
  • LQ45 626   -8,68   -1,37%
  • ISSI 216   -5,69   -2,56%
  • IDX30 347   -5,77   -1,63%
  • IDXHIDIV20 433   -6,98   -1,59%
  • IDX80 94   -1,46   -1,53%
  • IDXV30 119   -2,04   -1,69%
  • IDXQ30 112   -1,71   -1,50%

Kinerja Reksadana Pendapatan Tetap Diproyeksi Flat, Pasar Menanti Arah Suku Bunga BI


Selasa, 22 September 2026 / 22:09 WIB
Kinerja Reksadana Pendapatan Tetap Diproyeksi Flat, Pasar Menanti Arah Suku Bunga BI
ILUSTRASI. Ilustrasi reksadana (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Vivit Dewi | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja reksadana pendapatan tetap (RDPT) diproyeksikan cenderung flat di tengah pergerakan suku bunga. Penurunan harga obligasi sebagai aset dasar RDPT masih dapat dikompensasi oleh pendapatan kupon.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai aktiva bersih (NAB) reksadana pendapatan tetap tercatat Rp 223,76 triliun pada Juni 2026. NAB kemudian turun menjadi Rp 217,10 triliun pada Juli, sebelum kembali naik menjadi Rp219,09 triliun pada Agustus.

Direktur Panin Asset Management, Rudiyanto mengatakan, kenaikan suku bunga berdampak terhadap harga obligasi. Kondisi tersebut kemudian turut tercermin pada kinerja RDPT.

"Benar, apabila rate naik, harga obligasi turun. Hal ini tercermin dari kinerja reksa dana pendapatan tetap yang minus baik YTD ataupun 1 bulan terakhir ini," kata Rudiyanto kepada Kontan, Selasa (22/9/2026).

Baca Juga: Jelang Aksi Beli Haji Isam, Direktur Bayan (BYAN) Lepas Saham di Harga Rp 13.352

Meski begitu, penurunan harga obligasi tidak serta-merta menunjukkan investor meninggalkan RDPT. Menurut Rudiyanto, dalam kondisi harga tertekan, ada investor yang memilih menjual, tetapi ada pula yang justru memanfaatkan harga lebih murah untuk membeli.

"Harga turun bukan berarti investor meninggalkan. Posisi investor bisa beli ataupun jual, yang tidak nyaman dan jual ada. Yang beli karena dapat harga murah juga," ujarnya.

Rudiyanto mengatakan, pergerakan suku bunga bersifat siklikal. Ketika kondisi kembali terkendali, suku bunga juga dapat bergerak turun sehingga memberikan ruang bagi harga obligasi untuk kembali menguat.

Sementara itu, pasar juga menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berlangsung pada 22–23 September 2026. Pada keputusan terakhir Agustus, BI mempertahankan BI-Rate di level 5,75%.

Untuk prospek kinerja, Rudiyanto memperkirakan RDPT masih akan bergerak relatif terbatas. Penurunan harga obligasi dapat diimbangi oleh pendapatan kupon yang diterima dari aset obligasi dalam portofolio.

"Kinerjanya akan relatif flat, karena meski ada penurunan harga. Ada kompensasi dari kupon obligasi," pungkasnya.

Baca Juga: Bitcoin Tembus US$ 87.000, Arus Dana Institusional Jadi Penopang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×