kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Bitcoin Tembus US$ 87.000, Arus Dana Institusional Jadi Penopang


Selasa, 22 September 2026 / 20:21 WIB
Bitcoin Tembus US$ 87.000, Arus Dana Institusional Jadi Penopang
ILUSTRASI. Bitcoin menembus US$87.000, ditopang arus dana institusional, sentimen pasar yang membaik dan perkembangan regulasi aset digital AS. (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: TribunNews.com | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga Bitcoin (BTC) kembali menguat dan sempat menembus level US$ 87.000 pada awal pekan ini.

Penguatan tersebut ditopang oleh masuknya dana institusional, membaiknya sentimen pasar, serta perkembangan regulasi aset digital di Amerika Serikat (AS).

Mengutip data CoinMarketCap, Bitcoin sempat menyentuh US$87.200 sebelum kembali bergerak di kisaran US$85.000–US$86.000 pada Selasa (22/9/2026).

Chief Marketing Officer Indodax Aloysia Dian mengatakan, penguatan Bitcoin kali ini tidak hanya dipengaruhi oleh satu faktor.

Arus dana dari investor institusional kembali menjadi salah satu penopang utama, di tengah membaiknya sentimen terhadap aset digital.

Baca Juga: Bitcoin Tembus US$ 87.000, Ini Katalis yang Mendorong Penguatan

“Minat investor institusional kembali menguat, sementara sentimen terhadap aset digital juga membaik,” ujar Aloysia, Selasa (22/9/2026).

Data SoSoValue menunjukkan, ETF Bitcoin spot di AS mencatatkan net inflow sekitar US$1,591 miliar pada periode 17–21 September.

Arus dana institusional juga tercermin dari aksi Strategy yang membeli 950 Bitcoin senilai sekitar US$75,7 juta pada periode 14–20 September.

Dengan pembelian tersebut, total kepemilikan Bitcoin Strategy mencapai sekitar 846.000 BTC atau setara sekitar US$63,8 miliar.

Selain aliran dana institusional, sentimen terhadap aset digital turut mendapat dukungan dari perkembangan regulasi di AS.

Securities and Exchange Commission (SEC) menerbitkan kebijakan sementara yang membuka ruang lebih luas bagi perdagangan saham yang ditokenisasi melalui teknologi blockchain.

Baca Juga: Bitcoin Tembus US$80.000, Arus Dana ETF Jadi Motor Penguatan Harga BTC

Kebijakan tersebut memang tidak berkaitan langsung dengan Bitcoin. Namun, perkembangan ini dinilai memperkuat persepsi bahwa teknologi blockchain semakin mendapat ruang dalam sistem keuangan tradisional.

Dari sisi makroekonomi, membaiknya selera risiko di pasar global juga menjadi katalis bagi aset berisiko. Penurunan harga minyak berpotensi meredakan tekanan inflasi sehingga dapat mendukung sentimen pasar terhadap aset seperti Bitcoin.

Meski momentum penguatan masih terbuka, investor tetap perlu mencermati perkembangan ekonomi global dan arah kebijakan suku bunga yang dapat memengaruhi pergerakan aset kripto.

Aloysia mengingatkan investor agar tidak sekadar mengejar kenaikan harga. Menurut dia, penguatan Bitcoin perlu dilihat bersama dengan faktor yang mendasarinya.

“Investor sebaiknya tidak hanya melihat momentumnya, tetapi juga memahami konteks di balik pergerakan tersebut,” kata dia.

Baca Juga: Bitcoin Menguat ke US$ 79.500, Aliran Dana Institusional Tahan Tekanan Geopolitik

Ia juga mengingatkan investor untuk melakukan riset secara mandiri dan tidak mengambil keputusan hanya karena harga Bitcoin sedang naik atau terdorong Fear of Missing Out (FOMO).

Sumber: https://www.tribunnews.com/bisnis/7886286/harga-bitcoin-sentuh-87000-dolar-as-dana-institusi-jadi-pendorong-utama#goog_rewarded.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×