kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -1.000   -0,04%
  • USD/IDR 17.876   21,00   0,12%
  • IDX 6.277   -107,68   -1,69%
  • KOMPAS100 821   -13,16   -1,58%
  • LQ45 626   -8,68   -1,37%
  • ISSI 216   -5,69   -2,56%
  • IDX30 347   -5,77   -1,63%
  • IDXHIDIV20 433   -6,98   -1,59%
  • IDX80 94   -1,46   -1,53%
  • IDXV30 119   -2,04   -1,69%
  • IDXQ30 112   -1,71   -1,50%

Jasa Marga (JSMR) Transaksi SHL Rp 6,54 Triliun, Simak Rekomendasi Sahamnya


Selasa, 22 September 2026 / 19:36 WIB
Jasa Marga (JSMR) Transaksi SHL Rp 6,54 Triliun, Simak Rekomendasi Sahamnya
ILUSTRASI. Kinerja Tol (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jasa Marga Tbk (JSMR) melakukan transaksi afiliasi shareholder loan (SHL) antara anak usahanya senilai Rp 6,54 triliun.

Melansir prospektus di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), SHL itu diberikan untuk PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) dari PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT).

Transaksi antara dua perusahaan terkendali JSMR sebesar Rp 6,54 triliun ini dilakukan pada tanggal 17 September 2026.

Sebagai informasi, saham JTT dimiliki JSMR sebesar 65%. Sementara, JTT menggenggam saham JJC sebesar 40%.

Baca Juga: Menakar Prospek Emiten Danantara di tengah Proses Demutualisasi Bursa

“Transaksi tersebut dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan bridging refinancing JJC tahun 2026 serta untuk kebutuhan operasional lainnya,” ujar Corporate Secretary and Chief Administration Officer JSMR, Trias Andriyanto dalam prospektus tersebut.

Trias menyebutkan, berdasarkan penilaian analisis kewajaran, transaksi yang dilakukan oleh JTT kepada JJC memiliki tingkat suku bunga pinjaman yang berada di antara kisaran suku bunga pasar.

Transaksi pemberian SHL itu dinilai tidak memberikan dampak yang negatif terhadap laporan keuangan JSMR.

“Selain itu, pertimbangan bisnis yang digunakan oleh JSMR terkait dengan transaksi ini adalah untuk keberlangsungan operasional JJC,” katanya.

Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah Elandry Pratama menilai, transaksi shareholder loan dari JTT kepada JJC lebih bersifat restrukturisasi pendanaan di dalam grup untuk mendukung refinancing dan kebutuhan operasional JJC. 

Secara proforma konsolidasi, transaksi ini mengubah komposisi aset lancar, yaitu kas dan setara kas berkurang sekitar Rp6,54 triliun dan piutang lain-lain meningkat dalam jumlah yang sama. 

“Namun, dampaknya tidak langsung mengubah pendapatan maupun beban JSMR,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (22/9/2026).

Manfaat dari transaksi ini adalah menjaga likuiditas dan kesinambungan refinancing JJC, tetapi risikonya terletak pada berkurangnya fleksibilitas kas serta meningkatnya eksposur pendanaan intra-grup. 

“Oleh karena itu, JSMR perlu menjaga kecukupan likuiditas, profil jatuh tempo utang, biaya bunga, serta memastikan kemampuan JJC membayar kembali pinjaman tersebut,” paparnya.

Prospek JSMR hingga akhir 2026 dan 2027 dinilai masih cukup positif. Elandry berpandangan, kinerja JSMR ke depan ditopang pertumbuhan trafik, penyesuaian tarif tol secara berkala, serta bertambahnya kontribusi ruas yang semakin matang. 

Sebagai gambaran, pada semester I 2026 pendapatan tol JSMR tumbuh sekitar 6,8% menjadi Rp9,5 triliun dan laba bersih mencapai sekitar Rp1,9 triliun, sementara EBITDA tumbuh sekitar 8%. 

JSMR juga memiliki konsesi jalan tol sekitar 1.736 kilometer (km) dengan 1.294 km telah beroperasi, sehingga masih terdapat ruang pertumbuhan dari pengembangan jaringan. 

Namun investor tetap perlu mencermati leverage, kebutuhan belanja modal alias capital expenditure (capex), refinancing dan beban bunga.

“Sebab, hingga Juni 2026 liabilitas JSMR berada sekitar Rp100 triliun,” katanya.

Elandry pun merekomendasikan buy on weakness untuk JSMR dengan target harga Rp 3.800 - Rp 4.000 per saham.

Baca Juga: IHSG Ambles 1,69% ke 6.277, Cermati Saham Pilihan Analis untuk Rabu (23/9)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×