Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) menyiapkan sejumlah menghadapi era suku bunga tinggi.
Asal tahu saja, The Fed menaikkan suku bunga acuan Federal Funds Rate (FFR) sebesar 25 basis poin (bps) ke level 3,75%–4,00%. Kenaikan Fed Rate ini membuat Bank Indonesia (BI) diproyeksikan ikut menaikkan suku bunga.
Head External Communications EXCL, Henry Wijayanto mengatakan, dinamika suku bunga sebagai bagian dari kondisi makro yang perlu dikelola secara prudent.
XLSMART mengaku memiliki posisi likuiditas dan arus kas yang memadai, serta terus mengoptimalkan struktur pendanaan dan profil jatuh tempo utang.
Baca Juga: IHSG Terkoreksi 0,33% ke 6.441, Top Losers LQ45: SCMA, EMTK, AMMN, Jumat (18/9)
“Di sisi operasional, realisasi sinergi merger dan network optimization juga terus memperkuat efisiensi dan cash flow perusahaan,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (18/9/2026).
Henry bilang, EXCL akan tetap fokus pada disiplin alokasi modal, efisiensi biaya, dan realisasi sinergi merger. Investasi kami prioritaskan pada area atau wilayah-wilayah yang mendukung pertumbuhan jangka panjang, termasuk kualitas jaringan dan ekspansi 5G.
“Untuk 2026, perseroan juga tetap berfokus pada panduan (guidance) yang telah disampaikan dan akan terus memonitor perkembangan kondisi makro secara prudent,” ungkapnya.
Di sisa 2026 hingga tahun 2027, EXCL melihat prospek industri telekomunikasi tetap positif, didukung oleh pertumbuhan konsumsi data dan kebutuhan konektivitas.
Henry bilang, fokus EXCL ke depan adalah mengoptimalkan skala dan aset pasca-merger untuk menjadi pertumbuhan yang lebih sehat dan efisien, termasuk melalui monetisasi jaringan dan spektrum serta realisasi sinergi. “Untuk target 2027, saat ini kami belum bisa menyampaikan,” tuturnya.
Berdasarkan catatan KONTAN, EXCL meningkatkan panduan capitalized capital expenditure (capex) 2026 menjadi Rp20 triliun dari sebelumnya Rp15 triliun.
Tambahan investasi tersebut diarahkan untuk memperkuat infrastruktur jaringan, memperluas layanan 5G, serta mengoptimalkan pemanfaatan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz.
Peningkatan capex tersebut juga menjadi bagian dari strategi XLSMART dalam memanfaatkan spektrum baru.
Baca Juga: Indonesia Fibreboard (IFII) Tebar Dividen Interim Rp 47,06 Miliar, Simak Jadwalnya
Spektrum 700 MHz akan digunakan untuk mendukung perluasan jangkauan dan penetrasi sinyal, sedangkan spektrum 2,6 GHz diarahkan untuk meningkatkan kapasitas jaringan di wilayah dengan konsumsi data dan kepadatan trafik yang tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














