kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 17.746   -7,00   -0,04%
  • IDX 6.586   60,78   0,93%
  • KOMPAS100 863   11,63   1,37%
  • LQ45 654   9,78   1,52%
  • ISSI 229   0,81   0,35%
  • IDX30 366   5,89   1,63%
  • IDXHIDIV20 452   8,70   1,96%
  • IDX80 98   1,46   1,51%
  • IDXV30 125   1,49   1,20%
  • IDXQ30 117   2,09   1,82%

Solusi Bangun Indonesia (SMCB) Raih Pendapatan Rp 5,5 Triliun pada Semester I-2026


Selasa, 01 September 2026 / 14:28 WIB
Solusi Bangun Indonesia (SMCB) Raih Pendapatan Rp 5,5 Triliun pada Semester I-2026
ILUSTRASI. PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) (Dok/SMCB)


Reporter: Dimas Andi | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) mampu menjaga pertumbuhan dengan mencatat volume penjualan sebesar 6,10 juta ton pada semester I-2026 atau meningkat 6,9% year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini diraih di tengah berbagai tantangan industri seperti tekanan kelebihan kapasitas yang berdampak pada persaingan harga, serta tingginya biaya energi dan logistik.

Asosiasi Perusahaan Semen Seluruh Indonesia (ASPERSSI) mencatat permintaan semen nasional mulai menunjukkan geliat positif sepanjang semester I-2026 yang didorong terutama dari percepatan belanja pemerintah untuk pembangunan di daerah dan aktivitas konstruksi.Namun, daya beli masyarakat yang masih lemah dan kontribusi sektor properti yang belum tumbuh signifikan terhadap pertumbuhan pasar, menunjukkan bahwa pemulihan permintaan belum berlangsung secara merata di berbagai segmen.

Direktur Utama Solusi Bangun Indonesia, Rizki Kresno Edhie Hambali mengatakan, SMCB menempatkan penguatan daya saing dan optimalisasi kapasitas sebagai prioritas dalam merespons dinamika industri. Strategi tersebut dijalankan melalui efisiensi operasi, pengelolaan keuangan yang disiplin, serta perluasan basis pasar, baik di dalam negeri maupun ekspor.

Baca Juga: Solusi Bangun Indonesia (SMCB) Andalkan Ekspor Untuk Menopang Kinerja

Pertumbuhan volume penjualan menunjukkan bahwa SMCB mampu mengonversi peluang pemulihan permintaan menjadi pertumbuhan bisnis melalui transformasi fundamental khususnya pada penjualan retail. "Di saat yang sama, pengembangan pasar ekspor menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang untuk memperluas basis pelanggan, mengurangi ketergantungan pada satu pasar, dan mengoptimalkan kapasitas produksi,” ujar Rizki dalam keterangan resmi yang diterima Kontan, Selasa (1/9/2026).

Dari sisi kinerja keuangan, hingga akhir semester I-2026 SMCB membukukan peningkatan pendapatan 10,63% yoy menjadi Rp 5,5 triliun. Kinerja tersebut juga tercermin pada laba kotor yang tumbuh 15,9% yoy menjadi Rp 1,20 triliun yang menunjukkan penguatan profitabilitas perusahaan.

Pengendalian biaya yang dilakukan secara disiplin juga membantu SMCB mengelola tantangan dari kenaikan harga energi, tingginya biaya logistik serta pergerakan nilai tukar, sehingga kinerja operasional tetap terjaga dengan membukukan EBITDA sebesar Rp 806 miliar.

SMCB menutup semester I-2026 dengan laba periode berjalan sebesar Rp 278 miliar, meningkat 4,31% yoy dibandingkan semester I 2025. Capaian ini menjadi landasan kuat bagi perusahaan untuk melanjutkan strategi pertumbuhan secara terukur pada paruh kedua tahun ini.

Memasuki semester II-2026, SMCB melihat peluang pertumbuhan pasar masih terbuka seiring keberlanjutan realisasi proyek pembangunan dan belanja pemerintah. SMCB akan memperkuat penetrasi pasar domestik, sekaligus melanjutkan pengembangan pasar ekspor untuk memperluas jangkauan pasar dan mengoptimalkan kapasitas produksi.

Baca Juga: Solusi Bangun Indonesia (SMCB) Melikuidasi Anak Usaha, Simak Detailnya

Jawa Barat menjadi salah satu fokus penguatan pasar SMCB tahun ini seiring pertumbuhan permintaan semen yang mencapai 7,5% secara tahunan. Momentum tersebut dimanfaatkan SMCB bersama Semen Indonesia Group selaku induk usaha untuk menghidupkan kembali Semen Kujang, merek ikonik yang memiliki sejarah panjang sebagai pelopor industri semen di Jawa Barat.

Kehadiran kembali Semen Kujang menjadi bagian dari strategi SMBC untuk memperkuat relevansi merek di pasar Jawa Barat sekaligus menangkap pertumbuhan permintaan di wilayah tersebut. Dengan memadukan kekuatan merek lokal dan kapabilitas SMCB dalam produksi serta distribusi, langkah ini diharapkan dapat memperluas basis pelanggan dan memperkuat posisi SMCB di salah satu pasar semen terbesar di Indonesia.

Pada saat yang sama, pengembangan pasar ekspor menjadi bagian dari strategi SMCB untuk mendiversifikasi sumber permintaan di tengah kondisi kelebihan pasokan industri semen nasional. Melalui kemitraan strategis bersama Taiheiyo Cement Corporation, SMCB mengoptimalkan peluang ekspor ke pasar Amerika Serikat.

Sebagai catatan, hingga Juni 2026, volume penjualan ekspor SMCB mencapai 97.500 metrik ton (MT) dengan semen tipe khusus yang diekspor ke Amerika Serikat. Hingga akhir tahun buku yang akan berakhir pada Desember 2026, volume total ekspor ke Amerika Serikat ditargetkan mencapai 450 ribu MT sesuai rencana.

Rizki menyebut, reaktivasi Semen Kujang merupakan bagian dari cara perusahaan dalam mengoptimalkan kekuatan yang telah dimiliki untuk menciptakan peluang pertumbuhan baru.

"Kami percaya kombinasi antara ekuitas merek yang kuat, pemahaman terhadap karakter pasar lokal, dan kapabilitas perusahaan dapat memperkuat daya saing kami di Jawa Barat sekaligus menciptakan nilai yang lebih besar bagi konsumen dan bisnis,” pungkas dia.

Baca Juga: Solusi Bangun Indonesia (SMCB) Buka Suara Soal Potensi Delisting Saham oleh BEI

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×