kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.753   44,00   0,25%
  • IDX 6.525   7,36   0,11%
  • KOMPAS100 852   3,39   0,40%
  • LQ45 644   2,00   0,31%
  • ISSI 229   -0,13   -0,06%
  • IDX30 360   1,47   0,41%
  • IDXHIDIV20 443   4,53   1,03%
  • IDX80 97   0,33   0,34%
  • IDXV30 124   2,23   1,83%
  • IDXQ30 115   0,70   0,62%

Simak Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini (1/9), IHSG Diproyeksi Menguat Terbatas


Selasa, 01 September 2026 / 06:00 WIB
Simak Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini (1/9), IHSG Diproyeksi Menguat Terbatas
ILUSTRASI. Para analis memberikan rekomendasi saham yang bisa dilirik dengan IHSG berpeluang naik tipis untuk perdagangan hari ini (1/9/2026) (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari

 

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas pada perdagangan hari ini (1/9/2026). Sekedar mengingatkan, IHSG ditutup menguat 0,11% ke level 6.525,48 pada Senin (31/8/2026).

Alhasil, IHSG ditutup menguat 4,64% secara bulanan atau Month on Month (MoM) di sepanjang Agustus 2026. Namun sepanjang tahun berjalan 2026, IHSG masih terkoreksi 24,53%. 

Investment Advisor Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis mengatakan, tekanan bagi IHSG datang dari pidato Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh yang cenderung hawkish serta konflik di Timur Tengah yang berkepanjangan hingga koreksi harga emas. 

“Serta pelaku pasar tengah mengantisipasi efektifnya rebalancing indeks MSCI bulan Agustus, telah menjadi faktor-faktor yang memengaruhi tekanan indeks ,” jelasnya, Senin (31/8/2026). 

Baca Juga: Simak Rekomendasi Teknikal Saham PGEO, ERAA, dan RAJA untuk Selasa (1/9)

Alrich menjelaskan, secara teknikal, IHSG masih bertahan di atas level MA5 dan Stochastic RSI membentuk indikasi reversal di area pivot. Namun, lanjut dia, indikator histogram positif MACD melemah. 

“Sehingga diperkirakan IHSG akan berkonsolidasi pada kisaran level 6.450-6.570 pada perdagangan awal September 2026,” kata Alrich. 

Di sisi lain, Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan, IHSG menguat dengan kecenderungan terbatas. Investor dapat mencermati support di level 6.502 dan resistance 6.537.

“Investor menanti ada rilis data inflasi dan neraca dagang Indonesia, tak hanya itu, investor juga mencermati tensi geopolitik Timur Tengah yang belum meredam,” jelasnya.  

Sementara itu, VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi bilang, data inflasi Indonesia periode Agustus 2026 yang diperkirakan tumbuh sebesar 2,86% YoY dan rilis data PMI manufaktur yang diperkirakan masih di zona ekspansif atau di level 50,5 juga menjadi penopang pergerakan IHSG. 

“Sehingga hal ini akan cenderung direspon moderat oleh pasar karena belum adanya perubahan materil,” kata Audi.

 

Audi mencermati, pergerakan IHSG juga dipengaruhi stabilitas nilai tukar rupiah seiring dengan pelemahan DXY sehingga pasar akan cenderung merespon positif jika tren berlanjut. Rupiah di pasar spot ditutup pada level Rp 17.722 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan Senin (31/8/2026). 

“Di sisi lain, kenaikan harga minyak pasca serangan militer AS dengan target rocket launcher dan menjadikan serangan pertama lebih dari sebulan terakhir kembali meningkatkan kekhawatiran pasar,” jelasnya. 

Oleh karena itu, Audi memproyeksikan, IHSG bergerak mixed cenderung menguat terbatas dalam rentang level support 6.428 dan resistance 6.585 dengan indikator MACD menunjukkan tren yang melandai. 

Untuk perdagangan hari ini (1/9/2026), Kiwoom Sekuritas merekomendasikan speculative buy MEDC dengan support di Rp 1.340 dan resistance di level Rp 1.545. Kemudian trading buy ESSA dengan area support dan resistance di Rp 610–Rp 720.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×