Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Platform investasi digital Ajaib memastikan belum memiliki rencana untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).
CEO Ajaib, Anderson Sumarli, mengatakan perusahaan saat ini masih akan fokus memanfaatkan suntikan dana yang baru diperoleh. Ajaib diketahui mendapatkan investasi senilai Rp 4,8 triliun dari SBI Holdings asal Jepang.
"Untuk sekarang kami belum ada rencana untuk ke IPO karena kami baru dapat dana," ujar Anderson dalam konferensi pers di Kantor Bursa Efek Indonesia, Senin (31/8/2026).
Meski belum berencana melakukan IPO, Anderson menyatakan Ajaib tetap mendukung perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan.
Menurut dia, posisi Ajaib yang bergerak di industri pasar modal membuat perusahaan juga turut membantu calon emiten masuk ke Bursa melalui mekanisme e-IPO.
"Dalam 12 bulan terakhir mungkin kita sudah bantu hampir 20 perusahaan ter-IPO melalui mekanisme yang namanya e-IPO," katanya.
Anderson menjelaskan, Ajaib memberikan akses kepada investor ritel di Indonesia untuk dapat berpartisipasi dalam pertumbuhan perusahaan yang melakukan penawaran saham perdana di BEI.
Dengan demikian, meski Ajaib belum memiliki rencana IPO dalam waktu dekat, perusahaan tetap melihat pasar modal Indonesia sebagai bagian penting dalam pengembangan ekosistem investasi.
"Tapi, untuk kami sih sekarang kami masih belum ada rencana sejauh itu, tapi kami sangat mendukung kalau perusahaan-perusahaan Indonesia untuk melantai di Bursa Efek Indonesia," jelas Anderson.
Baca Juga: Peta Market Cap BEI Berubah, BREN dan DSSA Mulai Tergusur
Ajaib Dapat Suntikan Dana Rp 4,8 Triliun
Sebelumnya, Ajaib mendapatkan suntikan investasi dari SBI Holdings asal Jepang dengan nilai sekitar Rp 4,8 triliun.
Investasi tersebut disebut sebagai salah satu pendanaan terbesar yang diterima perusahaan teknologi Indonesia dalam empat hingga lima tahun terakhir.
Presiden Komisaris Ajaib Group, Andi Gani Nena Wea, menilai masuknya investasi dalam jumlah besar tersebut menjadi sinyal positif bagi kepercayaan investor asing terhadap Indonesia.
Menurut dia, investasi SBI Holdings juga membantah anggapan bahwa investor asing mulai meninggalkan pasar saham Indonesia.
"Dengan masuknya SBI Holdings, grup besar dari Jepang, artinya keberhasilan Ajaib inilah keberhasilan dari investasi di Indonesia," ungkap Andi Gani.
Ia berharap investasi dari negara lain juga terus masuk ke Indonesia. Menurutnya, arus investasi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa tingkat kepercayaan investor asing terhadap Indonesia masih tinggi.
Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/08/31/204700126/dapat-suntikan-dana-rp-48-triliun-ajaib-pastikan-belum-ada-rencana-ipo
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














