kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.827.000   -10.000   -0,35%
  • USD/IDR 17.016   -1,00   -0,01%
  • IDX 7.114   22,53   0,32%
  • KOMPAS100 981   4,30   0,44%
  • LQ45 722   4,48   0,62%
  • ISSI 252   0,13   0,05%
  • IDX30 392   3,26   0,84%
  • IDXHIDIV20 491   1,84   0,38%
  • IDX80 111   0,53   0,48%
  • IDXV30 136   -0,34   -0,25%
  • IDXQ30 128   0,95   0,75%

Solusi Bangun Indonesia (SMCB) Raih Penjualan Semen 12,1 Juta Ton pada 2025


Selasa, 31 Maret 2026 / 08:39 WIB
Solusi Bangun Indonesia (SMCB) Raih Penjualan Semen 12,1 Juta Ton pada 2025
ILUSTRASI. PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) mengumumkan kinerja keuangan di tengah perlambatan pasar semen nasional.(DOK/SMCB)


Reporter: Dimas Andi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) mengumumkan kinerja keuangan di tengah perlambatan pasar semen nasional.

Berdasarkan data Asosiasi Perusahaan Semen Seluruh Indonesia (Asperssi), sepanjang tahun 2025, volume produksi semen nasional tercatat turun sekitar 4,5% dari 67,8 juta ton menjadi 64,7 juta ton. Sejalan dengan itu, penjualan semen domestik juga menurun sekitar 1,5% pada tahun lalu. 

Perlambatan tersebut dipengaruhi oleh melemahnya daya beli masyarakat, curah hujan tinggi yang menunda aktivitas konstruksi, serta perlambatan sejumlah proyek infrastruktur. Industri semen nasional juga masih menghadapi tantangan kelebihan kapasitas produksi, sehingga memperketat persaingan di pasar domestik. 

Menanggapi lanskap bisnis pada 2025 tersebut, Direktur Utama Solusi Bangun Indonesia, Rizki Kresno Edhie Hambali menyampaikan, tahun 2025 menjadi momentum transformasi dalam sinergi bersama Semen Indonesia Group (SIG) selaku induk usaha untuk memperkuat resilensi di tengah tekanan industri.

Baca Juga: Bursa Asia Melemah pada Selasa (31/3) Pagi, Dipicu Krisis Energi Imbas Perang Timteng

Sebagai bagian dari PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), SMCB melaksanakan strategi transformasi yang berfokus pada optimalisasi keunggulan operasional, peningkatan pengelolaan pemasaran dan penjualan, serta program efisiensi biaya di berbagai lini untuk menjaga fundamental dan profitabilitas di tengah tekanan industri. 

Strategi transformasi yang dijalankan secara konsisten sejak semester II-2025 tersebut telah membantu SMCB membukukan volume penjualan semen dan terak sebesar 12,1 juta ton meski pendapatan perusahaan turun 9,3% year on year (yoy) menjadi Rp 10,7 triliun pada akhir 2025. Laba periode berjalan SMCB juga terkoreksi 11,5% yoy menjadi Rp 659 miliar.

Pada saat yang sama, SMCB turut membukukan beban pokok pendapatan Rp 8,32 triliun dan EBITDA sebesar Rp 1,87 triliun.

Rizki Kresno menyebut, pada aspek keunggulan operasional, SMCB fokus untuk  meningkatkan efisiensi produksi, optimalisasi energi dan bahan bakar alternatif, sedangkan pengelolaan pemasaran dan penjualan difokuskan pada penguatan merek dan saluran distribusi terutama di area-area dengan margin tinggi.

"Strategi tersebut diperkuat dengan program efisiensi biaya untuk pengendalian biaya yang terukur dan penurunan beban keuangan,” ujar dia dalam keterangan resmi, Selasa (31/3/2026).

Baca Juga: Surge (WIFI) Ubah Dana Rights Issue Alihkan Dana untuk Ekspansi Internet FWA

Lebih lanjut, Rizki Kresno menerangkan bahwa program efisiensi yang dijalankan secara disiplin berkontribusi menurunkan beban keuangan sebesar 34,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Penguatan struktur permodalan dan percepatan pembayaran pinjaman, membuktikan ketahanan SMCB dalam menjaga kesehatan neraca dan likuiditas perusahaan.

Dia menambahkan, dalam sinergi bersama SIG, SMCB optimistis dapat terus menjaga momentum pertumbuhan melalui sejumlah inisiatif strategis dan inovasi. Salah satu langkah strategis tersebut yaitu proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi untuk ekspor semen di Tuban, Jawa Timur yang merupakan bagian dari kerja sama strategis perusahaan dengan Taiheiyo Cement Corporation.

”Fasilitas dengan kapasitas ekspor 500.000 hingga 1 juta ton semen ini ditargetkan untuk mulai operasional pada pertengahan tahun 2026,” ungkap Rizki Kresno.

Selain ekspor, kerja sama strategis dengan Taiheiyo juga dilakukan untuk mengembangkan lini bisnis soil stabilization (stabilisasi tanah), untuk menjawab tantangan di industri konstruksi sekaligus menciptakan pasar baru guna membuka peluang pertumbuhan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×