kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 17.746   -7,00   -0,04%
  • IDX 6.586   60,78   0,93%
  • KOMPAS100 863   11,63   1,37%
  • LQ45 654   9,78   1,52%
  • ISSI 229   0,81   0,35%
  • IDX30 366   5,89   1,63%
  • IDXHIDIV20 452   8,70   1,96%
  • IDX80 98   1,46   1,51%
  • IDXV30 125   1,49   1,20%
  • IDXQ30 117   2,09   1,82%

ITSEC Asia (CYBR) Cetak Laba Usaha Rp23,01 Miliar Kuartal II-2026


Selasa, 01 September 2026 / 14:10 WIB
ITSEC Asia (CYBR) Cetak Laba Usaha Rp23,01 Miliar Kuartal II-2026
ILUSTRASI. PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) berhasil mencatatkan perbaikan profitabilitas yang signifikan pada kuartal II-2026 (KONTAN/Panji Indra)


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) berhasil mencatatkan perbaikan profitabilitas yang signifikan pada kuartal II-2026. Pertumbuhan pendapatan yang disertai lonjakan laba usaha dan laba sebelum pajak menjadi penopang kinerja perseroan pada periode tersebut.

Berdasarkan laporan keuangan Januari-Juni 2026, pendapatan ITSEC Asia pada kuartal II-2026 mencapai Rp115,03 miliar. Nilai tersebut meningkat 21% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan dengan Rp95,05 miliar pada kuartal II-2025.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba bruto CYBR juga mengalami peningkatan 12% YoY menjadi Rp52,09 miliar dari sebelumnya Rp46,52 miliar.

Kenaikan lebih signifikan terlihat pada laba usaha. CYBR membukukan laba usaha sebesar Rp23,01 miliar pada kuartal II-2026, atau melonjak 1.171% YoY dibandingkan Rp1,81 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan capaian tersebut, margin laba usaha CYBR meningkat menjadi 20%, jauh lebih tinggi dibandingkan 1,9% pada kuartal II-2025.

Presiden Direktur ITSEC Asia Patrick Dannacher mengatakan, kinerja kuartal II-2026 mencerminkan pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan serta realisasi sejumlah proyek utama.

"Kinerja kuartal kedua mencerminkan pertumbuhan pendapatan yang terus berlanjut serta realisasi sejumlah proyek utama pada periode tersebut," ujar Patrick dalam keterangan resmi, Senin (31/8/2026).

Baca Juga: Astra International (ASII) Merealisasikan Investasi Rp 12 Triliun per Juni 2026

Selain laba usaha, laba sebelum pajak CYBR juga mencatatkan pertumbuhan yang signifikan. Laba sebelum pajak meningkat 1.407% YoY menjadi Rp22,69 miliar dari Rp1,51 miliar pada kuartal II-2025.

Margin laba sebelum pajak turut meningkat menjadi 19,7% dari 1,6% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja Semester I-2026

Meski membukukan pertumbuhan yang kuat pada kuartal II, secara kumulatif kinerja ITSEC Asia selama enam bulan pertama 2026 masih mengalami penurunan dari sisi pendapatan.

Pendapatan CYBR pada Semester I-2026 tercatat Rp201,2 miliar, turun dibandingkan Rp230,4 miliar pada Semester I-2025.

Pada periode yang sama, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp34,3 miliar. Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan laba bersih Rp36,7 miliar pada Semester I-2025.

Laporan keuangan CYBR juga mencatatkan manfaat pajak sebesar Rp28,9 miliar pada Semester I-2026.

Perseroan memperkirakan realisasi sejumlah proyek akan lebih banyak berlangsung pada Semester II-2026. Peluang tersebut berasal dari sejumlah segmen, termasuk korporasi, badan usaha milik negara (BUMN), dan pemerintah.

Pada Juli 2026, CYBR menandatangani nota kesepahaman dengan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau PT INTI. Kerja sama tersebut mencakup penyediaan solusi keamanan siber, pengembangan kemampuan Security Operations Center (SOC), pengembangan talenta melalui akademi, serta pengembangan bisnis untuk memenuhi kebutuhan BUMN dan pemerintah daerah.

Selain itu, CYBR menjalin kerja sama dengan PT Len Industri (Persero) bersama perusahaan induk DEFEND ID untuk menyediakan kemampuan keamanan siber guna mendukung kebutuhan sistem pertahanan perusahaan.

Patrick mengatakan, perseroan akan berupaya mengonversi berbagai peluang bisnis tersebut menjadi proyek yang dapat dieksekusi secara optimal.

 

"Kami terus melihat peluang di segmen korporasi, BUMN dan pemerintah. Fokus kami pada semester kedua adalah mengubah peluang tersebut menjadi proyek yang dapat dieksekusi dengan baik dan memberikan pertumbuhan yang sehat," katanya.

Fokus Keamanan Siber dan AI

Di tengah meningkatnya kebutuhan terhadap perlindungan sistem digital, ITSEC Asia juga terus mengembangkan bisnis keamanan siber dan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI).

Perseroan mengembangkan ITSEC Cyber & AI Academy sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan tenaga profesional di bidang keamanan siber dan AI.

Peluang pertumbuhan bisnis juga didukung perkembangan regulasi keamanan siber di Indonesia. Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber (RUU KKS) yang masih dalam pembahasan berpotensi meningkatkan kebutuhan perlindungan terhadap infrastruktur kritis dan ekosistem pendukungnya.

Dari sisi pasar modal, saham CYBR masuk ke dalam IDX SMC Liquid Index (IDXSMC-LIQ) dalam evaluasi indeks yang berlaku mulai 5 Agustus 2026.

Masuknya saham CYBR ke indeks tersebut mencerminkan peningkatan likuiditas perdagangan saham perseroan sekaligus berpotensi meningkatkan visibilitas saham CYBR di kalangan investor institusi.

"Selain itu, kami juga akan terus memperkuat kapabilitas di bidang keamanan siber, AI dan pengembangan talenta sebagai bagian dari pertumbuhan jangka panjang ITSEC Asia," pungkas Patrick.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×