Penulis: Bimo Adi Kresnomurti | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Intip profil emiten PIPA yang menjadi perhatian investor. Saham PT Oxala Energy International Tbk (PIPA) atau sebelumnya PT Multi Makmur Lemindo Tbk mengungkapkan rencana ekspansi ke sektor energi.
Emiten yang selama ini dikenal sebagai produsen dan distributor material bangunan berbahan PVC tersebut tengah memfinalisasi rencana akuisisi perusahaan pengolahan minyak dan gas bumi (migas).
Melansir laman PIPA, rencana tersebut menjadi bagian dari transformasi bisnis PIPA setelah PT Morris Capital Indonesia (MCI) masuk sebagai pemegang saham pengendali baru. MCI bersama PIPA saat ini menargetkan penandatanganan Conditional Share Purchase Agreement (CSPA) pada Agustus 2026.
Sejalan dengan kabar tersebut, kinerja saham PIPA turut menjadi sorotan. Saham PIPA naik signifikan sepekan terakhir ke Rp146/saham atau naik 18,70% (data per Kamis, 20 Agustus 2026).
Lalu, seperti apa profil saham PIPA? Cek informasi menarik emiten ini.
Baca Juga: BUVA Right Issue Rp1,54 Triliun, Intip Profil Emiten Properti dan Real Estate Ini
Profil Singkat PIPA
PT Oxala Energy International Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur dan perdagangan material bangunan, khususnya produk berbahan dasar plastik PVC.
Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada 2005 di Tangerang, Banten. Produk pipa menjadi salah satu kontributor utama bisnis PIPA, dengan distribusi yang didukung oleh sejumlah entitas anak dan jaringan pemasaran di berbagai wilayah Indonesia.
PIPA sendiri tercatat di Bursa Efek Indonesia dan sebelumnya dikenal sebagai emiten yang berfokus pada industri material bangunan. Namun, masuknya MCI sebagai pengendali baru membawa arah strategis baru bagi perseroan.
Pada 2026, manajemen mulai melakukan pembenahan tata kelola sekaligus mempersiapkan transformasi bisnis menuju sektor yang lebih luas, termasuk energi. Perseroan juga memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan tahun buku 2025 dari auditor independen.
Baca Juga: FORU Right Issue Rp27,1 Triliun: Intip Profil Emiten, Lini Usaha, hingga Kinerjanya
PIPA Incar Perusahaan Pengolahan Migas
Rencana akuisisi perusahaan pengolahan migas menjadi salah satu katalis utama PIPA saat ini.
Pemegang saham pengendali PIPA, PT Morris Capital Indonesia, melalui surat kepada Dewan Komisaris pada 18 Agustus 2026 mengungkapkan bahwa MCI bersama PIPA sedang dalam proses finalisasi transaksi akuisisi perusahaan target. Kedua pihak menargetkan penandatanganan CSPA pada Agustus 2026.
Perusahaan yang menjadi target akuisisi tersebut telah beroperasi selama sekitar 14 tahun. Pada awalnya, bisnis perusahaan target bergerak di bidang perdagangan alat teknik, konstruksi, dan jasa konsultan teknik dengan omzet sekitar Rp40 miliar per tahun.
Namun, sejak 2025 perusahaan tersebut melakukan ekspansi ke bisnis pengolahan minyak dan gas bumi dan memperoleh sejumlah kontrak strategis dengan nilai lebih dari US$100 juta.
Baca Juga: Raffi Ahmad dan Nagita Caplok 61,85% Saham VISI, Intip Profil Emiten dan Kinerjanya
Susunan Manajamen PIPA
1. Direksi
| Nama | Posisi | Terafiliasi |
|---|---|---|
| Firrisky Ardi Nurtomo | Direktur Utama | Ya |
| Noprian Fadli | Direktur | Ya |
2. Dewan Komisaris
| Nama | Posisi | Independen |
|---|---|---|
| Nicolas Sahrial Rasjid | Komisaris Utama | Tidak |
| Ramdani Eka Saputra | Komisaris | Ya |
Baca Juga: Laba GOTO Rp607,5 Miliar Semester I-2026, Intip Profil Emiten hingga Data Keuangan
Kinerja Keuangan PIPA Q2 2026
Mengutip data BEI, PIPA membukukan laba bersih sebesar Rp220,5 juta pada kuartal II 2026, turun dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai Rp401,3 juta.
Dengan demikian, laba bersih per saham PIPA tercatat sebesar Rp0,06 per lembar. Dari sisi pendapatan, PIPA mencatat revenue sebesar Rp10,8 miliar pada semester I 2026, turun 5,3% secara tahunan dari Rp11,4 miliar pada semester I 2025.
Sementara itu, laba kotor justru meningkat 27% menjadi Rp4,7 miliar dari Rp3,7 miliar. EBITDA tercatat sebesar Rp0,7 miliar, relatif stabil dibandingkan Rp0,7 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Jika dibandingkan dengan kuartal I 2026, pendapatan meningkat 100% dari Rp5,4 miliar menjadi Rp10,8 miliar, sedangkan laba kotor melonjak 193,8% dari Rp1,6 miliar menjadi Rp4,7 miliar.
Di sisi lain, laba bersih mengalami perubahan dari rugi Rp0,8 miliar pada kuartal I menjadi laba Rp0,2 miliar pada semester I 2026.
Demikian informasi mengenai profil emiten PIPA yang menjadi perhatian investor.
Tonton: Kuota BBM Subsidi Dipangkas 58,5% pada 2027, Pengguna Pertalite Bersiap Terimbas
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














