Penulis: Bimo Adi Kresnomurti | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Simak profil emiten ASII yang menjadi sorotan investor retail. PT Astra International Tbk (ASII) merupakan salah satu emiten terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan bisnis yang sangat terdiversifikasi.
Selain dikenal sebagai pemimpin industri otomotif nasional, Astra juga memiliki bisnis di sektor jasa keuangan, alat berat, pertambangan, agribisnis, infrastruktur, properti, hingga teknologi informasi.
Melansir keterbukaan informasi BEI, ASII memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 17 Juli 2026 untuk melaksanakan program pembelian kembali (buyback) saham hingga Rp8 triliun.
Baca Juga: Raffi Ahmad dan Nagita Caplok 61,85% Saham VISI, Intip Profil Emiten dan Kinerjanya
Dalam rapat yang sama, pemegang saham juga menyetujui pengalihan maksimal 100 juta saham treasury untuk Management Share Ownership Program (MSOP) atau program kepemilikan saham bagi manajemen.
Buyback Rp8 Triliun dan Program MSOP
RUPSLB pada 17 Juli 2026 menyetujui dua aksi korporasi penting:
- Buyback saham dengan nilai maksimal Rp8 triliun yang akan dilaksanakan sesuai ketentuan POJK No. 29 Tahun 2023.
- Pengalihan maksimal 100 juta saham treasury hasil buyback sebelumnya untuk Management Share Ownership Program (MSOP) sebagai bagian dari program insentif manajemen.
Program buyback ini merupakan bagian dari strategi Astra untuk meningkatkan Total Shareholder Return (TSR) jangka panjang, sekaligus mengoptimalkan struktur permodalan perusahaan.
Saat ini, harga saham ASII turut naik ke 5.200/saham sepekan atau menghijau 7,22% (+350,00).
Lalu, seperti apa profil emiten ini? Cek penjelasan menarik mengenai saham ASII.
Baca Juga: Haji Isam Borong Saham PACK: Intip Profil Emiten Industri Kemasan dan Kinerjanya
Lini Usaha PT Astra International Tbk (ASII)
Astra International memiliki portofolio bisnis yang terdiversifikasi di berbagai sektor strategis, dengan sekitar 90% laba perseroan berasal dari tiga pilar utama, yaitu otomotif, jasa keuangan, serta alat berat, pertambangan, dan solusi pertambangan.
| Segmen Usaha | Kegiatan Usaha |
|---|---|
| Otomotif | Distribusi mobil Toyota, Daihatsu, Isuzu, BMW, dan Peugeot; distribusi sepeda motor Honda; produksi komponen otomotif melalui Astra Otoparts; serta jaringan dealer dan layanan purna jual. |
| Jasa Keuangan | Pembiayaan kendaraan, leasing, asuransi umum dan jiwa, perbankan digital, serta layanan investasi melalui berbagai anak usaha. |
| Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi, dan Energi | Distribusi alat berat Komatsu melalui United Tractors, jasa kontraktor pertambangan, pertambangan batu bara dan emas, serta pengembangan energi baru dan terbarukan. |
| Agribisnis | Pengembangan perkebunan kelapa sawit dan pengolahan minyak sawit melalui Astra Agro Lestari. |
| Infrastruktur dan Logistik | Investasi di sektor jalan tol, pelabuhan, logistik, serta berbagai proyek infrastruktur pendukung. |
| Properti | Pengembangan kawasan perkantoran, residensial, dan properti komersial melalui sejumlah entitas anak. |
| Teknologi Informasi | Penyediaan solusi digital, layanan teknologi informasi, serta transformasi digital melalui anak perusahaan di bidang teknologi. |
Baca Juga: BEI Awasi UMA Saham ABDA: Cek Profil Emiten hingga Kinerja Terbarunya
Susunan Manajemen PT Astra International Tbk (ASII)
1. Direksi
| Nama | Jabatan | Terafiliasi |
|---|---|---|
| Rudy | Presiden Direktur | Ya |
| Gidion Hasan | Direktur | Ya |
| Santosa | Direktur | Ya |
| Gita Tiffani Boer | Direktur | Ya |
| FXL Kesuma | Direktur | Ya |
| Thomas Junaidi Alim W. | Direktur | Ya |
| Hsu Hai Yeh | Direktur | Ya |
| Siswadi | Direktur | Ya |
| Djap Tet Fa | Direktur | Ya |
2. Dewan Komisaris
| Nama | Jabatan | Independen |
|---|---|---|
| Prijono Sugiarto | Presiden Komisaris | Tidak |
| Sri Indrastuti Hadiputranto | Komisaris | Ya |
| Muliaman Darmansyah Hadad | Komisaris | Ya |
| Muhamad Chatib Basri | Komisaris | Ya |
| Pariya Tangtongpairoth | Komisaris | Ya |
| Anthony John Liddell Nightingale | Komisaris | Tidak |
| Benjamin William Keswick | Komisaris | Tidak |
| Stephen Patrick Gore | Komisaris | Tidak |
| Lincoln Lin Feng Pan | Komisaris | Tidak |
| Lee Liang Whye | Komisaris | Tidak |
Baca Juga: Dividen MPMX Rp170 per Saham Siap Cair: Intip Profil Emiten Konsumer Otomotif Ini
Kinerja Keuangan Terbaru
Merangkum data BEI, ASII membukukan laba bersih sebesar Rp5,85 triliun pada kuartal I 2026, turun 15,6% secara tahunan (YoY) dibandingkan laba bersih kuartal I 2025 yang mencapai Rp6,93 triliun. Penurunan tersebut membuat laba bersih per saham (earnings per share/EPS) tercatat sebesar Rp144,50 per lembar.
Dari sisi operasional, pendapatan bersih ASII pada kuartal I 2026 mencapai Rp78,67 triliun, turun 5,6% YoY dari Rp83,36 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba kotor juga mengalami penurunan 9,2% YoY menjadi Rp15,49 triliun, sementara EBITDA turun 23,7% YoY menjadi Rp10,63 triliun.
Dibandingkan dengan kuartal sebelumnya (QoQ), kinerja ASII juga melemah, dengan pendapatan turun 1,4%, laba kotor turun 19,3%, EBITDA turun 28,6%, dan laba bersih turun 29,5%.
Meski demikian, perseroan tetap mencatatkan profitabilitas yang solid berkat kontribusi dari portofolio bisnisnya yang terdiversifikasi, mulai dari otomotif, jasa keuangan, alat berat dan pertambangan, agribisnis, hingga infrastruktur.
Tonton: KPK Buka Peluang Usut Kasus Baru di Bea Cukai! Nama Dirjen Bea Cukai Muncul dalam Fakta Persidangan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
