kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.928   15,00   0,08%
  • IDX 6.119   81,97   1,36%
  • KOMPAS100 788   11,28   1,45%
  • LQ45 603   7,78   1,31%
  • ISSI 213   2,98   1,42%
  • IDX30 336   5,02   1,52%
  • IDXHIDIV20 429   6,53   1,54%
  • IDX80 90   1,23   1,39%
  • IDXV30 116   1,54   1,34%
  • IDXQ30 110   1,55   1,44%

Laba Pertamina Geothermal (PGEO) Tumbuh 15,48%, Produksi Geothermal Cetak Rekor


Senin, 05 Oktober 2026 / 13:31 WIB
Laba Pertamina Geothermal (PGEO) Tumbuh 15,48%, Produksi Geothermal Cetak Rekor
ILUSTRASI. PGEO Tajak Sumur Eksplorasi PLTP Lumut Balai Unit 3, Target Tambah Kapasitas 55 MW (Dok/PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) )


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mencatat kinerja positif sepanjang 2026. Hingga semester I 2026, perusahaan ini membukukan pertumbuhan laba bersih dua digit, sementara produksi panas bumi hingga Juli 2026 mencapai rekor tertinggi.

Hingga 30 Juni 2026, emiten yang kerap disebut dengan PGE mencatat pendapatan sebesar US$ 235,027 juta, tumbuh 14,7% secara tahunan dari US$ 204,850 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih mencapai US$ 79,605 juta atau meningkat 15,48% secara tahunan.

Pertumbuhan laba tersebut turut ditopang oleh kenaikan produksi dan keandalan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP), serta keuntungan selisih kurs.

Baca Juga: Segera Right Issue 15 Miliar Saham Baru, Intip Profil Emiten VKTR dan Kinerja Terbaru

“Naiknya pendapatan ditopang pertumbuhan produksi dan keandalan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), serta keuntungan selisih kurs yang positif,” ujar Direktur Keuangan PGE Fransetya Hasudungan Hutabarat dalam keterangan resmi, Senin (5/10/2026).

Dari sisi permodalan, ekuitas PGE tercatat sebesar US$ 2,006 miliar. Sementara itu, liabilitas turun 2,80% dibandingkan akhir 2025 menjadi US$ 961,184 juta.

Kinerja operasional juga terus menguat. Hingga 31 Juli 2026, total produksi PGE mencapai sekitar 3.222 gigawatt hour (GWh), naik 12,7% dari 2.859 GWh pada periode yang sama tahun lalu. Capaian tersebut menjadi rekor produksi tertinggi perusahaan.

Untuk sepanjang 2026, PGE menargetkan produksi mencapai 5.255 GWh, meningkat dari 5.095 GWh pada 2025.

Pertumbuhan produksi terjadi di seluruh wilayah operasi. Produksi Lumut Balai hingga Juli 2026 melonjak 85,5% menjadi 567 GWh setelah Unit 2 beroperasi penuh sejak Juni 2025. Produksi wilayah tersebut ditargetkan tumbuh 28,43% sepanjang 2026 menjadi 917 GWh.

Sementara itu, produksi Kamojang meningkat 6,3% menjadi 1.113 GWh, Karaha naik 22,7% menjadi 75 GWh, Ulubelu tumbuh 1,8% menjadi 953 GWh, dan Lahendong meningkat 1% menjadi 514 GWh.

Baca Juga: Pasar Keuangan Tertekan, Ini Sentimen yang Perlu Dicermati pada Pekan Ini

Secara konsolidasi, capacity factor PGE meningkat menjadi 90,62% dari 87,78%. Availability factor juga naik menjadi 99,51% dari 99,13%, sedangkan tingkat gangguan turun menjadi 0,15% dari 0,22%.

Di sisi ekspansi, PGE mempercepat pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 3 dan 4 di Muara Enim, Sumatra Selatan, dengan kapasitas masing-masing 55 MW. Pengembangan Unit 3 telah memperoleh persetujuan Final Investment Decision (FID) pada kuartal I 2026.

Pengeboran sumur pengembangan Unit 3 juga terus berjalan. Tajak perdana dilakukan pada Juli 2026 di sumur LMB 19-3, kemudian pengeboran sumur kedua LMB-19.4 dimulai pada 17 September 2026.

Prospek pendanaan proyek tersebut turut diperkuat setelah PLTP Lumut Balai Unit 3 dan 4 masuk dalam Green Book 2026 Kementerian PPN atau Bappenas pada Juni 2026. Dengan masuknya proyek tersebut, PGE memperoleh akses terhadap potensi pinjaman luar negeri senilai US$ 158,86 juta untuk Unit 3 dan US$ 148,97 juta untuk Unit 4.

Selain Lumut Balai, PGE juga mengembangkan sejumlah proyek lain. Tarif proyek Lahendong Low Pressure berkapasitas 15 MW telah disepakati pada April 2026. Kemudian proyek co-generation dengan total kapasitas 230 MW menargetkan penandatanganan perjanjian jual beli listrik atau PPA pada kuartal IV 2026.

Di Ulubelu, proyek Gunung Tiga berkapasitas 2 x 27,5 MW menjadwalkan uji produksi sumur GTG-B1 pada Oktober 2026 dengan target commercial operation date (COD) pada 2029.

Direktur Utama PGE Ahmad Yani mengatakan pengembangan proyek tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat ketahanan energi melalui pembangkit yang bersih dan andal.

“Sebagai world leading geothermal producer, PGE memahami bahwa ketahanan energi nasional memerlukan pasokan listrik yang tidak hanya bersih, tetapi juga stabil dan andal. Kinerja yang solid dan proyek yang terus bergerak menjadi fondasi kami untuk tumbuh secara berkelanjutan,” kata Ahmad Yani.

Baca Juga: Dibayangi Sentimen El Nino & Beban Biaya, Begini Rekomendasi Saham Mayora (MYOR)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×