Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan peringkat idA+ dengan prospek atau outlook stabil Perusahaan Umum Penumpang Djakarta (Perum Damri).
Peringkat tersebut berlaku mulai 11 Agustus 2026 hingga 1 Agustus 2027. Peringkat idA+ mencerminkan kemampuan Damri yang dinilai kuat dalam memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya.
Analis Pefindo Albiansyah Septiaji dalam riset Kamis (20/8/2026) menilai terdapat sejumlah faktor yang menopang peringkat Damri. Salah satunya adalah dukungan yang kuat dari pemerintah Indonesia, mengingat Damri merupakan badan usaha milik negara (BUMN).
Baca Juga: Target Lifting Gas RAPBN 2027 Turun, Aspermigas Soroti Serapan dan Harga Gas
Selain itu, Damri dinilai memiliki posisi pasar yang sangat kuat di industri angkutan bus. Perusahaan memiliki cakupan layanan yang luas, mulai dari angkutan antarkota, angkutan pemandu moda atau bandara, hingga layanan pendukung seperti angkutan barang dan logistik.
Meski demikian, Pefindo mencermati sejumlah risiko yang dapat membatasi peringkat DAMRI. Salah satunya adalah tingkat persaingan yang ketat di industri transportasi, yang dapat memengaruhi kinerja operasional perusahaan.
Risiko lainnya berasal dari kemungkinan perubahan kebijakan maupun regulasi pemerintah yang berpotensi berdampak terhadap kegiatan usaha Damri.
Pefindo juga membuka peluang kenaikan peringkat apabila DAMRI mampu memperkuat posisi bisnisnya secara signifikan, mempertahankan pertumbuhan secara konsisten, serta terus memperbaiki profil keuangannya.
Sebaliknya, peringkat Damri berpotensi diturunkan apabila profitabilitas perusahaan mengalami penurunan drastis. Penurunan peringkat juga dapat terjadi apabila Damri membiayai ekspansi dengan utang yang melampaui proyeksi tanpa diimbangi peningkatan kinerja operasional.
Faktor dukungan pemerintah turut menjadi perhatian. Peringkat dapat tertekan apabila terdapat indikasi berkurangnya dukungan pemerintah, termasuk melalui divestasi substansial, atau pemerintah tidak memberikan dukungan secara tepat waktu ketika Damri menghadapi kesulitan keuangan.
Baca Juga: Summarecon Mall Bekasi Ubah Pasar Senggol Jadi Hungry Playground, Ada Apa Saja?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














