kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.324.000 1,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Harga Emas Naik Tipis pada Selasa (27/2) Pagi, Menunggu Data Inflasi AS


Selasa, 27 Februari 2024 / 09:00 WIB
Harga Emas Naik Tipis pada Selasa (27/2) Pagi, Menunggu Data Inflasi AS
ILUSTRASI. Selasa (27/2) pukul 8.33 WIB, harga emas spot naik tipis 0,09% ke US$ 2.033,15 per ons troi.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas cenderung bergerak tipis sejak awal. Fokus pasar beralih ke data inflasi Amerika Serikat (AS) yang dirilis minggu ini. Data inflasi yang dapat mempengaruhi jadwal penurunan suku bunga Federal Reserve.

Selasa (27/2) pukul 8.33 WIB, harga emas spot naik tipis 0,09% ke US$ 2.033,15 per ons troi. Sedangkan harga emas kontrak April 2024 di Commodity Exchange naik 0,15% ke US$ 2.041,80 per ons troi.

Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi atawa personal consumption expenditure (PCE) AS, ukuran inflasi pilihan The Fed, akan dirilis pada hari Kamis. PCE diprediksikan naik 0,4% pada bulan Januari.

"Jika data PCE keluar sedikit lebih hangat maka akan menjadi bearish, tetapi emas akan mempertahankan kisaran US$ 2.000. Agar bisa turun di bawah itu, data ekonomi minggu ini harusnya sangat panas," kata Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metal kepada Reuters.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 3.000 ke Rp 1.132.000 Per Gram, Selasa (27/2)

Pasar emas dan perak melihat beberapa tekanan jual secara teknikal. Pergerakan ini akibat kurangnya berita fundamental baru dan menunggu poin data baru.

Pernyataan baru-baru ini dari para pejabat The Fed menunjukkan bahwa bank sentral AS tidak terburu-buru untuk menurunkan suku bunga. Hal ini memperkuat spekulasi sulitnya penurunan suku bunga sebelum bulan Juni. Suku bunga yang lebih tinggi mengurangi daya tarik emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

Pembacaan inflasi yang lebih lemah tidak akan mengubah keadaan pada pertemuan bulan Maret. "Ini setidaknya dapat mendorong perdebatan yang lebih serius di dalam The Fed mengenai waktu pemotongan pertama, yang dapat berdampak positif bagi emas," kata Craig Erlam, analis pasar senior. analis di OANDA.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×