kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.996.000   8.000   0,27%
  • USD/IDR 16.974   -43,00   -0,25%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Rupiah Menguat ke Rp 16.955 per Dolar AS Rabu (18/3), Jelang Libur Nyepi dan Lebaran


Rabu, 18 Maret 2026 / 09:39 WIB
Rupiah Menguat ke Rp 16.955 per Dolar AS Rabu (18/3), Jelang Libur Nyepi dan Lebaran
ILUSTRASI. Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS (TRIBUNNEWS/Jeprima)


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah berhasil menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (18/3/2026), menjelang libur Nyepi dan Lebaran.

Mengutip data Bloomberg pukul 09.26 WIB, rupiah pasar spot berada di level Rp 16.955, menguat 0,25% dibandingkan posisi sesi sebelumnya Rp 16.997 pada Selasa (17/3/2026).

Dolar AS tercatat menahan pelemahan seiring sentimen risiko yang kembali muncul di pasar menjelang serangkaian keputusan penting bank sentral global.

Baca Juga: Daftar Harga Emas Antam Hari Ini (18/3): Naik Rp 8.000 Jadi Rp 2.996.000 Per Gram

Yen Jepang menguat dari level sebelumnya yang memunculkan kekhawatiran intervensi oleh Bank of Japan, menjelang pertemuan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, dengan Presiden Donald Trump di Washington.

Sementara itu, euro stabil setelah dua hari menguat menjelang rapat European Central Bank (ECB).

Dolar tetap menjadi satu-satunya mata uang safe haven selama krisis Timur Tengah yang kini memasuki minggu ketiga.

Konflik kembali memanas setelah Iran mengonfirmasi kematian kepala keamanan mereka, Ali Larijani, oleh Israel, tokoh paling senior yang menjadi target sejak hari pertama perang AS-Israel terhadap Iran.

Baca Juga: Kospi Korsel Pimpin Kenaikan Bursa Asia Rabu (18/3) Pagi, Pantau Data Jepang dan Iran

“Volatilitas sebagian besar mereda karena pergerakan harga energi yang relatif tenang semalam. Tapi risiko sama sekali belum berkurang,” ujar Kyle Rodda, analis senior di capital.com.

“Bahkan, ini bisa memicu pergerakan risk-on yang cepat di pasar, seiring AS tampak menguasai kendali Selat Hormuz dari Iran,” tambahnya.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, diperdagangkan di 99,56 setelah turun selama dua hari berturut-turut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×