kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Harga Emas Naik Tipis, Data Tenaga Kerja AS Paling Ditunggu Jelang Rapat The Fed


Kamis, 07 Desember 2023 / 06:55 WIB
Harga Emas Naik Tipis, Data Tenaga Kerja AS Paling Ditunggu Jelang Rapat The Fed
ILUSTRASI. Harga emas menguat tipis, melanjutkan kenaikan di penutupan perdagangan kemarin.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas menguat tipis, melanjutkan kenaikan di penutupan perdagangan kemarin. Harga emas menguat karena imbal hasil US Treasury menurun, stabil setelah turun dengan cepat dari rekor tertinggi yang dicapai awal pekan ini. 

Investor bersiap menunggu laporan pekerjaan Amerika Serikat (AS) untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut tentang seberapa cepat penurunan suku bunga dapat terwujud.

Kamis (7/12) pukul 6.35 WIB, harga emas spot menguat 0,08% ke US$ 2,027.15 per ons troi. Sedangkan harga emas berjangka kontrak Februari 2024 di Commodity Exchange turun 0,21% ke US$ 2.043,60 per ons troi.

Imbal hasil Treasury 10-tahun mencapai titik terendah dalam lebih dari tiga bulan. Yield US Treasury acuan kemarin ditutup pada 4,1%.

Baca Juga: Harga Emas di Pegadaian, Siang Ini Rabu 6 Desember 2023, Cek Daftarnya di Sini

Emas mencapai titik tertinggi sepanjang masa di US$ 2.135,40 per ons troi pada hari Senin pagi di tengah meningkatnya spekulasi akan pemotongan suku bunga oleh The Fed. Tetapi harga emas ditutup turun lebih dari US$ 100 karena ketidakpastian mengenai waktu pemotongan suku bunga.

Arah lebih lanjut bisa datang dari data non-farm payrolls AS yang akan dirilis pada hari Jumat, menjelang pertemuan kebijakan bank sentral AS minggu depan.

"Pedagang emas dan perak tidak bisa berbuat apa-apa, dan laporan gaji pada hari Jumat ini dapat memicu kenaikan," kata analis di TD Securities dalam sebuah catatan yang dikutip Reuters.

Baca Juga: Merosot Maning! Harga Emas Hari Ini Bikin Boncos Pembeli Sepekan 10,32%

Para pedagang memperkirakan kemungkinan 60% penurunan suku bunga pada bulan Maret tahun depan, menurut FedWatch Tool CME.

Arus masuk safe-haven yang didorong oleh perang di Ukraina dan Timur Tengah, ditambah dengan spekulasi penurunan suku bunga, telah mendorong kenaikan harga emas batangan lebih dari 10%. Suku bunga yang lebih rendah membuat emas dengan imbal hasil nol lebih menarik dibandingkan aset pesaing seperti obligasi dan dolar.

"Antisipasi pelonggaran moneter adalah pendorong terbesar emas saat ini dan harga akan bergerak lebih tinggi di tahun depan," kata Daniel Pavilonis, ahli strategi pasar senior di RJO Futures. Dia menambahkan bahwa geopolitik dapat memainkan peran penting dalam meningkatkan harga emas untuk sisa tahun ini dan tahun depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×