kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Harga Emas Naik Tipis ke US$ 2.021,79 di Pagi Ini (26/1), Cek Sentimennya


Jumat, 26 Januari 2024 / 09:43 WIB
Harga Emas Naik Tipis ke US$ 2.021,79 di Pagi Ini (26/1), Cek Sentimennya
ILUSTRASI. harga emas spot naik tipis namun berada di jaluar koreksi di pekan ini


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga emas naik tipis pada awal perdagangan hari ini, namun berada di jalur penurunan mingguan kedua berturut-turut. Sentimen datang dari data yang menunjukkan pertumbuhan kuat dalam perekonomian Amerika Serikat (AS) yang membuat dolar AS tetap kuat. 

Selanjutnya, pelaku pasar fokus beralih ke angka inflasi utama yang akan dirilis hari ini.

Jumat (26/1) oukul 09.15 WIB, harga emas spot naik 0,1% menjadi US$ 2.021,79 per ons troi. Dengan posisi itu, harga emas spot turun 0,4% sepanjang minggu ini.

Sejalan, harga emas berjangka untuk kontrak berjangka naik 0,2% menjadi US$ 2.021,7 per ons troi.

Perekonomian AS tumbuh lebih cepat dari perkiraan pada kuartal IV-2023 karena tekanan inflasi mereda di tengah kuatnya belanja konsumen.

Harga emas batangan sedikit memangkas penurunannya selama seminggu pada hari Kamis setelah data PDB AS menyoroti bahwa laju inflasi melambat dan imbal hasil obligasi turun.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 6.000 Jadi Rp 1.130.000 Per Gram Pada Jumat (26/1)

Sebuah survei swasta awal pekan ini menunjukkan perekonomian AS mengawali tahun 2024 dengan baik, dengan aktivitas bisnis meningkat di bulan Januari dan tekanan inflasi tampak mereda.

Indeks dolar AS naik 0,2% pada minggu ini, mendekati level tertinggi dalam enam minggu, membuat emas batangan kurang menarik bagi pemegang mata uang lainnya.

Di sisi lain, European Central Bank (ECB) mempertahankan suku bunga tidak berubah pada rekor tertinggi 4% dan Presiden ECB Christine Lagarde mengatakan "terlalu dini untuk membahas penurunan suku bunga" namun mencatat bahwa risiko terhadap pertumbuhan ekonomi "condong ke sisi negatifnya."

Pasar secara luas memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunganya pada pertemuan kebijakan pada 30-31 Januari, namun perhatian sebagian besar akan tertuju pada komentar Ketua Jerome Powell.

Trader bertaruh pada peluang 93% untuk penurunan suku bunga pada bulan Mei, menurut IRPR aplikasi probabilitas suku bunga LSEG.

Fokus saat ini beralih ke ukuran inflasi, yang menjadi favorit The Fed. Data pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), yang akan dirilis pada pukul 13.30 GMT (13.30 WIB).

Suku bunga yang lebih rendah menurunkan opportunity cost memegang emas batangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×