Reporter: Vivit Dewi | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga Bitcoin (BTC) melonjak lebih dari 11% dalam sehari dan kembali bergerak di atas US$70.000. Kendati demikian, penguatan tersebut belum serta-merta menandai berakhirnya siklus bearish Bitcoin.
Berdasarkan data CoinMarketCap pada Kamis (20/8/2026) pukul 16.56 WIB, harga Bitcoin berada di level US$ 71.668,69, naik 11,37% dalam 24 jam terakhir dan 12,48% dalam sepekan.
Kenaikan tajam tersebut berlangsung setelah perubahan sentimen di pasar kripto memicu aksi penutupan posisi short dalam jumlah besar. Pelaku pasar yang sebelumnya mengambil posisi untuk mengantisipasi penurunan harga harus menutup posisi ketika Bitcoin bergerak berlawanan dari perkiraan mereka.
Baca Juga: Pefindo Tetapkan Rating Damri di Level idA+ dengan Outlook Stabil
Penutupan posisi short tersebut kemudian menciptakan tekanan beli tambahan. Kondisi ini dapat mempercepat kenaikan harga ketika banyak posisi short ditutup secara bersamaan, sehingga reli yang awalnya dipicu perubahan sentimen dapat berkembang menjadi kenaikan yang lebih tajam.
Data pasar menunjukkan likuidasi posisi short di pasar kripto mencapai miliaran dolar dalam periode 24 jam. Bitcoin menjadi salah satu aset dengan nilai likuidasi terbesar, seiring kenaikan harganya yang berlangsung cepat.
Namun, penguatan yang terjadi dalam waktu singkat tersebut belum cukup membuat prospek Bitcoin berubah menjadi lebih positif dalam jangka pendek.
Co-founder CryptoWatch sekaligus Pengelola Channel Duit Pintar, Christopher Tahir menyebut belum ada faktor positif yang berkelanjutan untuk mempertahankan momentum Bitcoin saat ini.
"Menurut saya, untuk saat ini masih belum ada faktor positif yang berkelanjutan yang dapat mempertahankan momentum ini untuk jangka waktu pendek," kata Christopher.
Pandangan tersebut menunjukkan bahwa kenaikan harga saat ini masih perlu dibedakan dari perubahan tren yang lebih panjang. Reli yang kuat dalam beberapa hari belum otomatis berarti Bitcoin telah memasuki fase bullish baru.
Kenaikan Bitcoin yang cukup tajam dalam beberapa hari terakhir belum mengubah pandangan Christopher terhadap siklus pasar kripto.
"Pastinya masih berpotensi karena siklus bearish yang diperkirakan masih belum selesai yang biasanya akan berlanjut dengan adanya siklus bullish," ujarnya.
Baca Juga: Ancaman Sanksi Iran Tekan Pasokan Fisik, Harga Minyak Dibayangi Volatilitas
Pandangan tersebut sejalan dengan proyeksi Christopher terhadap harga Bitcoin hingga akhir tahun. Ia memperkirakan Bitcoin berada di kisaran US$ 40.000-US$ 60.000 pada akhir 2026, lebih rendah dibandingkan level saat ini yang mencapai US$ 71.668,69.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














