kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.928   15,00   0,08%
  • IDX 6.119   81,97   1,36%
  • KOMPAS100 788   11,28   1,45%
  • LQ45 603   7,78   1,31%
  • ISSI 213   2,98   1,42%
  • IDX30 336   5,02   1,52%
  • IDXHIDIV20 429   6,53   1,54%
  • IDX80 90   1,23   1,39%
  • IDXV30 116   1,54   1,34%
  • IDXQ30 110   1,55   1,44%

Emiten Grup Astra Mulai Tebar Dividen, Mana yang Menarik bagi Investor?


Senin, 05 Oktober 2026 / 20:28 WIB
Emiten Grup Astra Mulai Tebar Dividen, Mana yang Menarik bagi Investor?
ILUSTRASI. Sejumlah emiten dari Grup Astra telah mengumumkan rencana pembagian dividen untuk para pemegang saham. ?(Dok/ASII )


Reporter: Rashif Usman | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah emiten dari Grup Astra telah mengumumkan rencana pembagian dividen untuk para pemegang saham. 

Bagi investor, dividen tidak hanya menjadi tambahan imbal hasil, tetapi juga cerminan kesehatan arus kas dan komitmen manajemen terhadap pemegang saham.

Melansir keterbukaan informasi, PT Astra International Tbk (ASII) berencana membagikan dividen interim senilai Rp 3,89 triliun atau Rp 98 per saham. Jika tak ada aral melintang, ASII akan menyalurkan pembagian dividen pada 30 Oktober 2026 mendatang.

Baca Juga: Penjualan Domestik Bangkit, Inovasi dan Pasar Ekspor Ikut Jadi Penopang Mayora (MYOR)

Selanjutnya, PT United Tractors Tbk (UNTR) akan membagikan dividen interim senilai Rp 1,47 triliun, setara Rp 430 per saham. Pada rencana awal, dividen ini dijadwalkan cair pada 26 Oktober 2026. Namun, jadwal tersebut berubah dan pembayaran dividen diundur ke November 2026.

Manajemen UNTR menjelaskan perubahan jadwal dilakukan karena perusahaan ingin menjadikan laporan keuangan per 30 September 2026 sebagai acuan pembagian dividen interim.

Kemudian, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) masing-masing menyiapkan total dividen interim senilai Rp 349,52 miliar dan Rp 449,02 miliar. Kedua emiten ini kompak akan mencairkan dividen pada 26 Oktober 2026 mendatang.

Sementara itu, PT Astra Graphia Tbk (ASGR) menyampaikan pembagian dividen yang semula direncanakan sebagai dividen interim kini akan dibagikan sebagai tambahan dividen tunai final. 

Meski skemanya berubah, ASGR menegaskan nilai dividen tidak akan lebih kecil dari rencana awal. Tambahan dividen tunai final itu sekurang-kurangnya sama dengan dividen interim yang diumumkan sebelumnya, yaitu Rp 400,05 miliar atau Rp 297 per saham.

Adapun, dividen tersebut berasal dari saldo laba ditahan (retained earnings) tahun-tahun buku sebelumnya, sehingga ASGR membutuhkan persetujuan terlebih dahulu dari pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang rencananya akan diselenggarakan pada November 2026.

Daya Tarik Investor

Pengamat Pasar Modal Hendra Wardhana mengatakan momentum pembagian dividen sejumlah emiten Grup Astra menjadi salah satu daya tarik bagi investor di tengah kondisi pasar saham yang masih penuh ketidakpastian. 

Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan dalam ekosistem Astra masih memiliki kemampuan menghasilkan arus kas yang kuat sekaligus menjaga komitmen terhadap pemegang saham.

Baca Juga: IPO Masih Sepi, Obligasi Jadi Pilihan Pendanaan Korporasi

Dari sisi daya tarik dividen, UNTR, AALI, dan ASGR menjadi tiga saham yang cukup menarik untuk dicermati. UNTR menonjol karena nilai dividen per saham yang mencapai Rp 430, ditopang oleh posisi kas dan arus kas yang relatif kuat dari bisnis alat berat, pertambangan, konstruksi, dan energi. 

Dengan asumsi area akumulasi di sekitar Rp 25.200, dividen interim tersebut memberikan dividend yield sekitar 1,6% hingga 1,7%. 

Sementara AALI menawarkan daya tarik yang lebih tinggi dari sisi yield, sekitar 3,4% hingga 3,5% jika dibandingkan dengan target harga, terutama karena prospek bisnis perkebunan masih memperoleh dukungan dari harga CPO yang relatif kuat. 

ASGR bahkan menjadi perhatian tersendiri bagi investor pemburu dividen karena tambahan dividen Rp 297 per saham memberikan yield dua digit terhadap harga sahamnya, sehingga berpotensi menarik untuk strategi investasi jangka pendek hingga menengah.

Sementara itu, ASII dan AUTO lebih tepat dilihat sebagai bagian dari portofolio yang mengedepankan kombinasi antara stabilitas fundamental, pertumbuhan bisnis, dan dividen.

ASII memiliki keunggulan dari diversifikasi bisnis yang luas, mulai dari otomotif, jasa keuangan, alat berat, pertambangan, agribisnis, hingga infrastruktur. Ke depan, kinerja ASII berpotensi mendapatkan dukungan dari pemulihan penjualan otomotif domestik, pertumbuhan pembiayaan kendaraan, serta pengembangan bisnis kendaraan listrik dan ekosistem pendukungnya.

AUTO juga memiliki peluang untuk mendapatkan manfaat dari pemulihan permintaan otomotif, baik melalui pasar original equipment manufacturer maupun pasar suku cadang pengganti. Dengan demikian, kedua saham ini tidak hanya menarik karena dividennya, tetapi juga karena posisi bisnisnya yang relatif kuat dalam ekosistem industri domestik.

Dari sisi komoditas, UNTR juga memiliki katalis jangka panjang melalui upaya mengurangi ketergantungan terhadap bisnis batu bara dengan memperbesar eksposur pada komoditas lain, termasuk emas dan nikel. Diversifikasi tersebut penting karena siklus komoditas dapat berubah dengan cepat. 

Sementara AALI memiliki prospek yang cukup positif apabila harga CPO tetap bertahan pada level yang menguntungkan, sementara efisiensi biaya dapat membantu menjaga margin perusahaan. 

Di sisi lain, ASGR menghadapi karakter bisnis yang berbeda karena pertumbuhannya lebih banyak didorong oleh solusi teknologi informasi, digitalisasi, dan layanan pengelolaan dokumen. Oleh karena itu, ASGR lebih menarik bagi investor yang bersedia mengambil risiko lebih tinggi untuk mengejar potensi capital gain sekaligus dividend yield yang besar.

Secara terpisah, Analis Sucor Sekuritas Christofer Kojongian mengatakan dari sisi dividen interim, AALI menjadi yang paling menarik. Ia memperkirakan dividend yield interim AALI sekitar 2,8%. Untuk keseluruhan tahun buku 2026, yield dividen diperkirakan mencapai 7%-8%.

"Dari sisi fundamental, sentimen terhadap AALI dinilai positif. Harga minyak sawit mentah (CPO) yang kuat serta produksi yang mulai pulih menjadi pendorongnya," ucap Christofer kepada Kontan, Senin (5/10/2026).

Christofer juga menyinggung ASGR. Dividen interim Rp 297 per saham yang sebelumnya direncanakan dibatalkan dan dialihkan menjadi tambahan dividen final. Meski demikian, pembagiannya masih menunggu persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB yang dijadwalkan pada November 2026.

Untuk ASII, Christofer menilai belum ada sentimen positif dalam waktu dekat. Daya beli masyarakat yang kurang baik serta dominasi kendaraan listrik (EV) membuat prospek penjualan mobil Astra kurang cerah. Di segmen sepeda motor, penjualan juga diperkirakan tidak tumbuh tahun ini.

Adapun UNTR, kinerja operasionalnya masih menunggu pemulihan produksi tambang emas Martabe, setelah sempat berhenti berproduksi pada semester I 2026.

Dari sisi rekomendasi saham, Christofer menyarankan hold saham ASII dan UNTR di target harga masing-masing Rp 5.200 dan Rp 22.600 per saham.

Sementara itu, dengan mempertimbangkan kombinasi fundamental, momentum dividen, dan kondisi teknikal, Hendra menyarankan trading buy saham ASII dengan target harga Rp 5.000 per saham. UNTR lebih menarik menggunakan strategi buy on weakness di area Rp 25.200 dengan target Rp 26.800, sehingga investor dapat memanfaatkan koreksi sebagai kesempatan akumulasi. 

AALI direkomendasikan trading buy dengan target Rp 8.800, sejalan dengan prospek harga CPO dan potensi perbaikan kinerja. AUTO juga dapat dipertimbangkan untuk  trading buy dengan target Rp 3.600, terutama apabila momentum pemulihan sektor otomotif berlanjut. Sementara ASGR lebih cocok untuk investor dengan profil risiko agresif melalui strategi speculative buy dengan target Rp 2.700.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×