Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Indeks saham utama Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Jumat (24/4/2026), didorong oleh munculnya harapan baru terkait negosiasi antara AS dan Iran untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah. Kenaikan saham Intel juga turut menopang pergerakan pasar.
Melansir Reuters pada awal perdagangan, indeks Dow Jones Industrial Average naik 10 poin atau 0,02% ke level 49.320,29.
Sementara itu, S&P 500 menguat 28,1 poin atau 0,40% ke 7.136,48, dan Nasdaq Composite melonjak 178,1 poin atau 0,73% ke 24.616,56.
Baca Juga: 13 Saham Bagi Dividen dengan Cumdate Pekan Depan, Investor Perlu Cermati Sentimen Ini
Harapan pasar menguat setelah Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, dilaporkan akan tiba di Islamabad pada Jumat malam bersama tim kecilnya untuk membuka peluang pembicaraan damai dengan Amerika Serikat.
Sentimen positif ini muncul setelah sepanjang pekan pasar dibayangi kebuntuan antara Washington dan Teheran.
AS tetap mempertahankan blokade laut terhadap pelabuhan Iran, sementara Iran menyita kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.
“Kita sudah melewati puncak ketidakpastian. Trader yang paling berani sudah masuk lebih dulu, dan kini investor lain mulai ikut karena takut ketinggalan momentum (FOMO),” ujar Chief Investment Officer Siebert Financial, Mark Malek.
Selain faktor geopolitik, laporan kinerja keuangan sejumlah perusahaan juga memberikan dukungan terhadap pasar.
Baca Juga: Emas Dinilai Efektif Jaga Nilai Dana Haji, Ini Strateginya
Namun, sebagian investor menilai hasil tersebut belum sepenuhnya mencerminkan dampak konflik karena baru mencakup sekitar satu bulan periode perang.
Harga minyak masih menjadi sumber ketidakpastian terbesar. Harga minyak Brent saat ini tercatat sekitar 44% lebih tinggi dibandingkan level sebelum konflik, seiring gangguan distribusi di Selat Hormuz.
Meski demikian, sebagian pelaku pasar melihat kondisi ini sebagai peluang akumulasi, dengan valuasi saham dinilai semakin menarik.
Dalam beberapa hari terakhir, indeks S&P 500 dan Nasdaq bahkan sempat mencetak rekor tertinggi baru, didukung keyakinan bahwa fundamental ekonomi masih cukup kuat meski dilanda tekanan geopolitik.
“Peluang terbaik untuk masuk pasar justru sering muncul di tengah ketidakpastian, bukan saat kondisi nyaman,” kata Head of Economic and Market Strategy ClearBridge Investments, Jeff Schulze.
Baca Juga: Metropolitan Land (MTLA) Catat Marketing Sales Rp 401 Miliar per Maret 2026,
Dari sisi saham, Intel melonjak 27,6% pada perdagangan prapasar setelah memproyeksikan pendapatan kuartal II di atas ekspektasi. Saham pesaingnya, AMD, juga naik 11,9%.
Sementara itu, Comfort Systems menguat 6,5% setelah mencatatkan pendapatan kuartal I di atas perkiraan. Di sisi lain, saham platform pendidikan daring Coursera turun 12,4% setelah merilis laporan keuangan.
Di sektor teknologi, peluncuran model kecerdasan buatan terbaru oleh startup China, DeepSeek, yang dioptimalkan untuk chip Huawei, turut menjadi perhatian.
Namun, saham-saham teknologi AS yang sebelumnya tertekan oleh kehadiran DeepSeek justru masih bertahan. Microsoft naik 1,2% dan Marvell Technology menguat 3,7%.
Pelaku pasar kini menantikan rapat kebijakan Federal Reserve pekan depan untuk melihat arah suku bunga dan pandangan bank sentral terhadap dampak kenaikan harga energi.
Berdasarkan data LSEG, pelaku pasar memperkirakan peluang sebesar 99,5% bahwa bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













