kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.805.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.241   -67,00   -0,39%
  • IDX 7.129   -249,12   -3,38%
  • KOMPAS100 967   -37,26   -3,71%
  • LQ45 691   -25,11   -3,51%
  • ISSI 259   -8,46   -3,16%
  • IDX30 382   -11,34   -2,88%
  • IDXHIDIV20 471   -11,15   -2,31%
  • IDX80 108   -4,04   -3,60%
  • IDXV30 137   -2,36   -1,69%
  • IDXQ30 123   -3,19   -2,53%

Wall Street Bervariasi Jumat (24/4), S&P 500 dan Nasdaq Naik Ditopang Intel


Jumat, 24 April 2026 / 21:36 WIB
Diperbarui Jumat, 24 April 2026 / 21:39 WIB
Wall Street Bervariasi Jumat (24/4), S&P 500 dan Nasdaq Naik Ditopang Intel
ILUSTRASI. Global Markets - Wall Street (REUTERS/Lucas Jackson)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Indeks saham utama Amerika Serikat (AS) bervariasi pada perdagangan Jumat (24/4/2026), didorong oleh kembali munculnya harapan terkait kelanjutan negosiasi damai antara AS dan Iran, serta lonjakan saham sektor teknologi, khususnya Intel.

Melansir Reuters, Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing mencatat kenaikan, seiring sentimen pasar yang membaik.

Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average justru terkoreksi tipis akibat tekanan dari saham sektor keuangan.

Baca Juga: Harapan Negosiasi AS-Iran Angkat Wall Street Jumat (24/4), Nasdaq Melonjak

Harapan pasar menguat setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi dijadwalkan tiba di Islamabad untuk melanjutkan pembicaraan dengan pihak AS.

Langkah ini memberi angin segar di tengah kebuntuan hubungan Washington–Teheran dalam beberapa waktu terakhir.

Sebelumnya, konflik kedua negara memicu ketegangan di kawasan, termasuk blokade laut oleh AS terhadap pelabuhan Iran serta penyitaan kapal yang melintas di Selat Hormuz oleh pihak Iran.

“Kita sudah melewati puncak ketidakpastian. Investor yang berani sudah lebih dulu masuk, dan kini investor lain mulai ikut masuk karena takut ketinggalan (FOMO),” ujar Chief Investment Officer Siebert Financial, Mark Malek.

Baca Juga: 13 Saham Bagi Dividen dengan Cumdate Pekan Depan, Investor Perlu Cermati Sentimen Ini

Dari sisi kinerja pasar, pada pukul 09.45 waktu setempat, Dow Jones turun 172,94 poin atau 0,35% ke 49.137,38. Sementara itu, S&P 500 naik 14,58 poin atau 0,21% ke 7.122,98 dan Nasdaq melonjak 153,90 poin atau 0,63% ke 24.592,41.

Kinerja positif juga ditopang oleh laporan keuangan emiten yang solid. Namun demikian, sebagian investor masih meragukan keberlanjutan kinerja tersebut karena baru mencerminkan dampak konflik selama satu bulan terakhir.

Di sisi lain, harga minyak tetap menjadi sumber ketidakpastian utama. Harga minyak mentah Brent masih berada sekitar 44% di atas level sebelum perang akibat gangguan distribusi di Selat Hormuz, jalur vital energi global.

Meski begitu, sebagian pelaku pasar melihat kondisi ini sebagai peluang beli, dengan valuasi saham yang dinilai semakin menarik.

Saham teknologi menjadi pendorong utama penguatan, terutama setelah Intel melonjak 24,5% ke level tertinggi sepanjang masa usai memproyeksikan pendapatan kuartal kedua di atas ekspektasi. Saham pesaingnya, AMD, juga naik 12,5%.

Indeks semikonduktor Philadelphia turut menguat 3,5% dan berada di jalur kenaikan selama 18 hari berturut-turut.

Sektor teknologi secara keseluruhan naik 1,2% dan menjadi kontributor terbesar terhadap kenaikan indeks.

Sebaliknya, sektor kesehatan melemah 1,4% dan membatasi penguatan pasar secara keseluruhan.

Baca Juga: Metropolitan Land (MTLA) Catat Marketing Sales Rp 401 Miliar per Maret 2026,

Penurunan juga terjadi pada saham perbankan besar seperti Goldman Sachs dan JPMorgan Chase, yang menekan pergerakan Dow Jones.

Sementara itu, saham Coursera anjlok 14,2% setelah laporan kinerja kuartal pertama mengecewakan.

Pasar juga mencermati perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), setelah perusahaan rintisan asal China, DeepSeek, meluncurkan model terbaru yang dioptimalkan untuk chip Huawei.

Meski demikian, saham teknologi AS seperti Microsoft masih mampu mencatat kenaikan.

Baca Juga: INCO Dapat Fasilitas Kredit Berkelanjutan hingga US$ 750 Juta, Cek Rekomendasinya

Ke depan, perhatian investor akan tertuju pada pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve pekan depan.

Pasar menanti sinyal terkait dampak lonjakan harga energi terhadap inflasi dan arah kebijakan suku bunga.

Berdasarkan data LSEG, pelaku pasar memperkirakan peluang sebesar 99,5% bahwa bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×