kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.805.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.300   -8,00   -0,05%
  • IDX 7.153   -225,75   -3,06%
  • KOMPAS100 970   -34,57   -3,44%
  • LQ45 691   -24,54   -3,43%
  • ISSI 260   -7,61   -2,84%
  • IDX30 382   -10,82   -2,75%
  • IDXHIDIV20 471   -11,55   -2,39%
  • IDX80 108   -3,85   -3,43%
  • IDXV30 137   -2,91   -2,08%
  • IDXQ30 122   -3,28   -2,61%

Target IHSG 7.500, HSBC Masih Hati-Hati pada Saham Indonesia


Jumat, 24 April 2026 / 12:10 WIB
Target IHSG 7.500, HSBC Masih Hati-Hati pada Saham Indonesia
ILUSTRASI. IHSG Melemah (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. HSBC Global Investment Research memberikan prediksi target untuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)di level 7.500 hingga akhir tahun ini.

Chief Asia Equity Strategist, HSBC Global Investment Research Herald van der Linde menyebut, pasar modal negara berkembang secara umum masih berada dalam tren positif. 

Namun, Indonesia dinilai memiliki dinamika yang berbeda, terutama terkait ketidakpastian posisi dalam indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI). Seperti diketahui, MSCI menunda rebalancing MSCI Indonesia Index dari Mei ke Juni 2026, menyusul pembahasan reformasi pasar dengan regulator Indonesia.

"Saya pribadi tidak percaya Indonesia akan diturunkan statusnya menjadi Frontier Market," ujar Herald dalam HSBC Indonesia Economy & Investment Outlook, Kamis (23/4/2026).

Baca Juga: IHSG Anjlok 3,06% ke 7.152 Sesi I, Jumat (24/4), Top Losers LQ45: DSSA, BBTN, & AMMN

Herald juga menyoroti kebutuhan peningkatan porsi saham publik (free float). Untuk banyak perusahaan, menurut Herald, kebijakan free float yang naik 15% bisa membuat pemegang saham besar harus melepas sebagian sahamnya atau melakukan aksi seperti rights issue.

Ia menjelaskan, bertambahnya pasokan saham ini bisa menekan harga jika tidak diimbangi dengan pembelian dari investor ritel. Karena itu, harga saham harus menarik agar investor tetap mau masuk.

Dengan itu, HSBC akan berhati-hati dengan memberikan rekomendasi underweight untuk saham Indonesia dalam konteks pasar Asia.

"Dalam jangka pendek, itu berarti ada sedikit tekanan terhadap ekuitas Indonesia. Karena itu, kami sedikit berhati-hati dan memberikan rekomendasi underweight untuk ekuitas Indonesia dalam konteks Asia saat ini,” tandasnya.

Baca Juga: IHSG Tertekan Siang Ini Jumat (24/4) Ambruk 2,47% ke 7.196 Pukul 10,57 WIB

Herald juga memaparkan skenario terburuk apabila Indonesia benar-benar turun ke frontier market, yang memungkinkan terjadinya aksi jual besar-besaran, terutama dari dana pasif seperti ETF yang harus keluar dari Indonesia.

Menurutnya manajer aset akan yang paling aktif meninggalkan pasar modal domestik. Kondisi ini kemudian mendorong pasar menjadi kurang likuid dan tidak berjalan optimal.

Meski begitu, ia menegaskan skenario tersebut bukan mutlak pasti terjadi. Menurutnya, regulator Indonesia terus berupaya menjaga posisi Indonesia di emerging market.

Baca Juga: Intip Saham-Saham yang Banyak Dipungut Asing Saat IHSG Anjlok Kemarin

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...

Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×