Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Indeks saham utama Wall Street kembali mencatatkan rekor pada penutupan perdagangan Rabu (15/4/2026).
S&P 500 dan Nasdaq Composite melesat ke level tertinggi sepanjang masa, didorong optimisme pasar terhadap kinerja emiten serta peluang kemajuan negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Baca Juga: Prospek Cerah AALI 2026, Simak Prospek dan Rekomendasi Sahamnya
Melansir Reuters secara kinerja indeks, Dow Jones Industrial Average justru melemah tipis 0,15% ke 48.463,72.
Sementara itu, S&P 500 naik 0,80% ke 7.022,95 dan Nasdaq melonjak 1,60% ke 24.016,02.
Nasdaq juga mencatat reli 11 hari berturut-turut, yang merupakan yang terpanjang sejak November 2021.
Baca Juga: Rekomendasi Saham Hari Ini Kamis (16/4): Cermati ANTM, HRUM, NCKL hingga ADRO
Nasdaq mencatatkan rekor penutupan pertamanya sejak 29 Oktober dan sempat menyentuh rekor intraday, ditopang penguatan saham teknologi dan sektor perangkat lunak.
Reli ini terjadi hanya 13 hari bursa setelah indeks tersebut sempat masuk fase koreksi akibat kekhawatiran perang di Timur Tengah.
Harapan investor meningkat seiring sinyal bahwa Washington dan Teheran berpotensi kembali ke meja perundingan untuk mengakhiri konflik yang telah mengganggu pasar minyak global, memicu kekhawatiran inflasi, serta menambah ketidakpastian arah suku bunga.
Juru bicara Gedung Putih menyebutkan bahwa pembahasan untuk putaran kedua negosiasi masih berlangsung dan dinilai produktif, meski membantah laporan bahwa AS meminta gencatan senjata.
Di sisi lain, Departemen Keuangan AS tetap meningkatkan tekanan dengan menjatuhkan sanksi terhadap lebih dari dua lusin individu, perusahaan, dan kapal yang terkait dengan infrastruktur transportasi minyak Iran.
Baca Juga: Menjelang RDG BI, Rupiah Diperkirakan Masih Bergerak Fluktuatif Kamis (16/4)
Sektor Teknologi Jadi Motor
Penguatan pasar dipimpin oleh sektor teknologi. Indeks teknologi informasi S&P 500 naik 2,08%, dengan subsektor perangkat lunak dan layanan melonjak 4,3%, menandai kenaikan tiga hari berturut-turut.
Sebaliknya, sektor material dan industri menjadi penekan utama pasar, masing-masing turun 1,3% dan 1,24%.
Musim laporan keuangan juga menjadi katalis penting. Saham Bank of America naik 1,8% setelah mencatat pertumbuhan laba kuartal I, sementara Morgan Stanley melonjak 4,5% berkat lonjakan kinerja keuangan.
Indeks sektor keuangan S&P 500 pun ditutup menguat 0,8%.
Baca Juga: Intip Saham yang Banyak Diborong Asing Saat IHSG Terkoreksi, Rabu (15/4)
Volatilitas Turun, Sentimen Membaik
Indikator ketakutan pasar, CBOE Volatility Index (VIX), turun tipis dan menyentuh level terendah sejak 26 Februari, menandakan meredanya kekhawatiran investor.
Namun demikian, sejumlah analis mengingatkan bahwa pasar masih membutuhkan katalis tambahan agar reli dapat berlanjut.
Harga minyak yang masih tinggi dan belum pastinya penyelesaian konflik menjadi faktor risiko yang perlu dicermati.
Di sisi kebijakan moneter, pejabat bank sentral AS menyebut belum ada kebutuhan mendesak untuk mengubah suku bunga, meski peluang penyesuaian baik naik maupun turun tetap terbuka.
Baca Juga: Intip Saham yang Banyak Diborong Asing Saat IHSG Terkoreksi, Rabu (15/4)
Saham Teknologi Baru hingga AI Melonjak
Di luar indeks utama, saham sektor komputasi kuantum mencatat lonjakan signifikan. Rigetti Computing naik lebih dari 13%, D-Wave Quantum melesat 22,6%, dan Arqit Quantum naik lebih dari 16%.
Sementara itu, Broadcom menguat 4,2% setelah memperpanjang kerja sama chip dengan Meta. Saham Snap naik 7,9% usai mengumumkan pemangkasan karyawan, sedangkan Allbirds melonjak drastis 582% setelah mengumumkan pivot ke infrastruktur AI.
Secara keseluruhan, kombinasi sentimen geopolitik yang membaik dan kinerja korporasi yang solid menjadi pendorong utama reli pasar saham AS ke level tertinggi baru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













