kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.805.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.241   -67,00   -0,39%
  • IDX 7.129   -249,12   -3,38%
  • KOMPAS100 967   -37,26   -3,71%
  • LQ45 691   -25,11   -3,51%
  • ISSI 259   -8,46   -3,16%
  • IDX30 382   -11,34   -2,88%
  • IDXHIDIV20 471   -11,15   -2,31%
  • IDX80 108   -4,04   -3,60%
  • IDXV30 137   -2,36   -1,69%
  • IDXQ30 123   -3,19   -2,53%

Keputusan MSCI Bayangi IHSG, Mirae Asset Soroti Pentingnya Reformasi Pasar Modal


Jumat, 24 April 2026 / 16:06 WIB
Keputusan MSCI Bayangi IHSG, Mirae Asset Soroti Pentingnya Reformasi Pasar Modal
ILUSTRASI. Pembukaan IHSG usai libur Lebaran (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)


Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar saham Indonesia kembali tertekan setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) membekukan rebalancing indeks saham Indonesia untuk periode Mei 2026.

Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto mengatakan, tekanan yang terjadi saat ini tidak terlepas dari dinamika global yang masih diliputi ketidakpastian.

“Pelemahan rupiah saat ini lebih mencerminkan kombinasi sentimen risk-off global dan meningkatnya risk premium domestik, bukan disebabkan oleh krisis kebijakan yang ekstrem,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (24/4/2026).

Baca Juga: Beban Meningkat, Laba Bersih DCI Indonesia (DCII) Turun 9% Menjadi Rp 449 Miliar

Rupiah tercatat berada di level Rp17.295 per dolar AS per 23 April 2026, atau melemah sekitar 3,5% sejak awal tahun. Meski demikian, pelemahan tersebut dinilai masih relatif lebih baik dibandingkan beberapa mata uang emerging markets lainnya.

MSCI membekukan rebalancing sambil mengevaluasi konsistensi dan efektivitas kebijakan baru otoritas pasar modal Indonesia, terutama terkait transparansi kepemilikan saham serta rencana kenaikan batas minimum free float menjadi 15%.

Selain itu, MSCI juga menunda penambahan Foreign Inclusion Factors (FIF) serta perubahan klasifikasi sejumlah saham Indonesia dalam indeksnya.

Di sisi lain, otoritas pasar modal domestik dinilai telah menunjukkan progres reformasi yang cukup positif. Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) tercatat telah menyelesaikan empat dari delapan agenda reformasi transparansi pasar modal.

Reformasi tersebut meliputi publikasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi, pengungkapan kepemilikan saham di atas 1% secara bulanan, perluasan klasifikasi investor KSEI, serta penerapan aturan minimum free float 15%.

Baca Juga: Tabungan Haji: Emas Solusi Hadapi Inflasi & Pasar Bergejolak

Menurut Rully, langkah reformasi tersebut menjadi sinyal positif bagi pelaku pasar, sekaligus mencerminkan komitmen otoritas dalam meningkatkan kualitas dan transparansi pasar modal Indonesia.

“Penguatan IHSG sejak awal April menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap komitmen reformasi otoritas masih cukup terjaga. Pasar kini akan mencermati sejauh mana konsistensi reformasi dapat dipertahankan dan bagaimana MSCI menilai efektivitas kebijakan yang telah diterapkan,” jelasnya.

Sejak pengumuman reformasi pada 2 April 2026, IHSG tercatat sempat menguat sekitar 8%, meskipun volatilitas masih tinggi.

Ke depan, pelaku pasar akan mencermati dua agenda penting, yakni MSCI Index Review pada 12 Mei 2026 dan hasil Market Accessibility Review pada Juni 2026.

Kedua agenda tersebut dinilai akan menjadi penentu arah pasar domestik serta persepsi investor global terhadap pasar modal Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×