kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Februari Tak Lagi Bersinar? Bitcoin Jatuh, Pasar Kripto Tertekan


Kamis, 27 Februari 2025 / 05:15 WIB
Februari Tak Lagi Bersinar? Bitcoin Jatuh, Pasar Kripto Tertekan
ILUSTRASI. Representations of cryptocurrencies are seen in this illustration, August 10, 2022. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration


Reporter: Akmalal Hamdhi | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pasar aset kripto mengalami tekanan jual besar-besaran, dengan harga Bitcoin (BTC) anjlok ke bawah level US$90.000.

Berdasarkan data Coinmarketcap per Rabu (26/2) pukul 21.40 WIB, Bitcoin turun lebih dari 10% dalam sepekan ke US$86.566.

Tidak hanya Bitcoin, aset kripto lain juga mengalami penurunan tajam. Ethereum (ETH) merosot 11,55% dalam sepekan ke US$2.402, sementara Solana (SOL) anjlok lebih dari 20% ke US$136,49.

Baca Juga: Kebijakan Trump dan Peretasan Bybit Bikin Harga Kripto Rontok

Faktor Penyebab Penurunan Harga Kripto

Menurut Putri Madarina, Country Director Fasset Indonesia, kejatuhan harga Bitcoin dan kripto lainnya dipicu oleh peretasan yang terjadi pada platform perdagangan aset digital Bybit.

"Kerugian yang dialami Bybit diperkirakan mencapai US$1,5 miliar dalam bentuk Ethereum (ETH), yang kemudian mengguncang pasar kripto," ungkap Putri kepada Kontan.co.id, Rabu (26/2).

Selain faktor peretasan, pasar kripto juga dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga AS yang masih tinggi.

Hal ini memperburuk sentimen investor dan ikut menekan harga emas yang juga terkoreksi dalam beberapa hari terakhir.

"Memang sebelumnya sudah ada konsolidasi akibat tingkat suku bunga AS yang tinggi. Namun, dalam dua hari terakhir, penurunan lebih banyak disebabkan oleh insiden Bybit," tambah Putri.

Sementara itu, Panji Yudha, Financial Expert Ajaib Kripto, menilai bahwa pergerakan harga aset kripto juga sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti data ekonomi AS dan kebijakan The Fed.

Menurutnya, volatilitas aset kripto pekan lalu dipicu oleh kekhawatiran terkait kebijakan suku bunga, tarif perdagangan, serta dampak dari insiden peretasan Bybit.

Baca Juga: Bybit Nyatakan Perang terhadap Lazarus, Pasca Peretasan Besar-besaran Rp 24 Triliun

Rekor Bitcoin di Bulan Februari Terancam Gagal

Secara historis, Bitcoin selalu mencatatkan performa positif di bulan Februari dalam lima tahun terakhir. Berdasarkan data Coinglass, Bitcoin mencatatkan kenaikan 36,78% pada Februari 2021 dan 43,55% pada Februari 2024.

Namun, pola ini tidak terlihat di Februari 2025, di mana Bitcoin justru mencatatkan penurunan lebih dari 9% sejak awal bulan ini.

"Saat ini, BTC berada di level support US$91.000. Jika mampu rebound, ada potensi kenaikan menuju US$95.000. Namun, jika tekanan jual meningkat dan BTC turun lebih jauh, koreksi bisa berlanjut hingga US$88.000," jelas Panji dalam siaran pers, Selasa (25/2).

Faktor Eksternal yang Berpotensi Mempengaruhi Pasar

Panji menambahkan bahwa pekan ini pasar akan menghadapi berbagai agenda makroekonomi dan industri yang bisa memengaruhi pergerakan harga kripto dan sentimen investor.

Dari 24-28 Februari 2025, beberapa data ekonomi dan laporan keuangan penting akan dirilis, di antaranya:

  • 25 Februari: Indeks Keyakinan Konsumen AS
  • 26 Februari: Data Penjualan Rumah Baru AS & Laporan Keuangan Nvidia
  • 27 Februari: Data Produk Domestik Bruto (PDB) AS Kuartal IV 2024
  • 28 Februari: Laporan Inflasi PCE & Pernyataan The Fed

Panji menyoroti bahwa laporan keuangan Nvidia juga akan menjadi faktor penting bagi pasar aset kripto. Sebagai perusahaan chip terbesar di dunia, kinerja Nvidia sering dianggap sebagai indikator utama pertumbuhan sektor kecerdasan buatan (AI).

"Pergerakan saham Nvidia dapat mempengaruhi harga aset kripto AI, seperti TAO, RENDER, dan FET," kata Panji.

Baca Juga: Portofolio Kripto Donald Trump Anjlok Drastis, Terendah dalam 12 Bulan Terakhir

Strategi Investor dalam Kondisi Pasar Bearish

Di tengah tekanan pasar, Putri Madarina menyarankan agar investor tetap tenang dan tidak mengambil keputusan secara terburu-buru, terutama bagi mereka yang berorientasi investasi jangka panjang.

Namun, bagi investor jangka pendek atau trader, mungkin perlu mengkaji ulang strategi dan menyesuaikan toleransi risiko mereka.

"Beberapa analis percaya bahwa penurunan harga aset kripto saat ini bersifat sementara. Ini bisa menjadi peluang bagi investor yang memiliki likuiditas lebih untuk membeli di harga rendah (buy the dip)," jelas Putri.

Penurunan harga ini juga dapat dimanfaatkan oleh investor yang sebelumnya menunggu momentum untuk masuk ke pasar, karena harga sempat dianggap terlalu tinggi.

Namun, Putri mengingatkan bahwa semua proyeksi ini tetap spekulatif dan sangat bergantung pada faktor ekonomi global.

"Saat ini, faktor makroekonomi memiliki pengaruh besar. Oleh karena itu, investor disarankan untuk selalu melakukan riset sebelum mengambil keputusan investasi," tutup Putri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×