kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Emiten Properti Kawasan Industri Masih Tertekan, Cermati Saham Rekomendasi Analis


Kamis, 13 November 2025 / 19:16 WIB
Emiten Properti Kawasan Industri Masih Tertekan, Cermati Saham Rekomendasi Analis
ILUSTRASI. Jababeka Residence, perumahan yang dikembangkan anak usaha dari PT Jababeka Tbk (KIJA). Kinerja emiten properti kawasan industri masih tertahan sepanjang sembilan bulan pertama 2025. Cek rekomendasi sahamnya.


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Noverius Laoli

Liza menilai, DMAS masih menjadi emiten paling defensif berkat margin tinggi dan basis tenant stabil. SSIA berpotensi pulih cepat lewat monetisasi Subang Smartpolitan, sementara KIJA dinilai menarik untuk strategi jangka pendek.

Secara valuasi, PBV SSIA tercatat 1,34x, KIJA 0,64x, dan DMAS 1,01x. Liza merekomendasikan beli untuk SSIA dan DMAS, serta hold untuk KIJA.

Ekky memperkirakan tekanan masih berlanjut hingga akhir 2025 karena proses penjualan lahan yang panjang dan sikap wait and see investor. Namun, pemulihan FDI dan proyek hilirisasi pemerintah dapat mengangkat kinerja mulai 2026.

“Permintaan dari sektor data center, energi hijau, EV, hingga logistik berpotensi mendorong kebangkitan kawasan industri,” ujarnya.

Baca Juga: Makmur Berkah Amanda (AMAN) Bidik Pendapatan dari Kawasan Industri Hingga Perhotelan

Ia mengingatkan risiko pelemahan rupiah, persaingan kawasan industri di Jawa, serta potensi oversupply jika ekspansi tidak diimbangi realisasi tenant.

Dari sisi saham, Ekky merekomendasikan akumulasi bertahap untuk DMAS dan KIJA dengan target harga jangka menengah masing-masing Rp170–Rp200 dan Rp220–Rp250 per saham. 

SSIA cocok untuk investor jangka panjang dengan potensi harga kembali ke Rp3.000 per saham jika momentum bisnis membaik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×